Gebrakan Pimpinan! Satukan Waktu Ibadah Global Sambil Perkuat Ekonomi Akar Rumput
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Momentum bulan suci kali ini menjadi panggung bagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang untuk mempererat simpul organisasi melalui agenda Turun ke Bawah (Turba). Buktinya, dalam Safari Ramadhan yang digelar di Masjid Al-Iman Cangkiran, pimpinan menyosialisasikan visi besar mengenai penyatuan waktu dunia lewat Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Langkah ini diambil sebagai komitmen nyata untuk menghapus keraguan umat terkait perbedaan hari besar Islam yang selama ini sering memicu kebingungan.
Kunjungan ke tingkat cabang ini menjadi magnet diskusi yang sangat hidup seiring dengan masuknya waktu berbuka puasa di wilayah pinggiran Semarang tersebut. Alhasil, sinergi antara pimpinan dan jamaah mulai melahirkan kesadaran baru tentang pentingnya keteraturan sistem waktu demi kemajuan peradaban masa depan. Pasalnya, Muhammadiyah ingin memastikan bahwa perubahan intelektual ini berjalan seiringan dengan aksi kemanusiaan yang langsung menyentuh jamaah di akar rumput.
Misi Penyatuan Waktu Dunia dan Kepastian Ibadah Global
Selanjutnya, Wakil Ketua PDM Kota Semarang Prof. Dr. Ahwan Fanani, M.Ag. memaparkan urgensi implementasi KHGT. Buktinya, ijtihad ini menawarkan sistem satu hari satu tanggal untuk seluruh penduduk bumi. Sosok penceramah ini mengajak jamaah membuka diri terhadap kemajuan sains dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Ahwan Fanani menekankan bahwa kesatuan kalender adalah wujud nyata Islam berkemajuan yang menghargai presisi.
“Prinsip satu tanggal di seluruh dunia adalah langkah peradaban agar umat memiliki kepastian,” tegas Wakil Ketua PDM tersebut.
Dampaknya, Dr. H. Bunyamin mengajak pengurus cabang untuk mengedukasi masyarakat secara santun dan logis. Ternyata, pemahaman kuat mengenai kalender global ini menjadi fondasi utama bagi persatuan umat Islam.
Lazismu Beraksi: Kucuran Dana Segar untuk Pejuang Dakwah
Kemudian, suasana Safari Ramadhan ini semakin terasa hangat dengan aksi filantropi melalui pentasyarufan dana zakat, infak, dan sedekah oleh Lazismu. Buktinya, lima takmir masjid di lingkungan sekitar menerima kucuran dana operasional untuk meningkatkan pelayanan ibadah selama bulan suci berlangsung. Penyaluran bantuan secara simbolis ini menunjukkan bahwa gerakan dakwah pimpinan tidak pernah melupakan kesejahteraan para pejuang di garis depan.
Perwakilan pengurus Lazismu berharap kucuran dana ini mampu membuat masjid-masjid di wilayah tersebut semakin berdaya dalam melayani kepentingan jamaah.
“Melalui pentasyarufan ini, kami berharap masjid-masjid semakin berdaya dan mampu melayani jamaah dengan lebih baik,” ungkap perwakilan lembaga tersebut.
Safari Ramadhan ditutup dengan doa bersama dan tradisi buka puasa lesehan di serambi masjid yang penuh dengan nuansa kekeluargaan. Sejatinya, kemenangan sejati adalah saat kecerdasan otak dalam menata waktu dunia bertemu dengan kelembutan tangan dalam berbagi kepada sesama. Mari kita sambut masa depan Islam yang lebih teratur, pasti, dan penuh dengan cahaya keadilan bagi seluruh umat manusia!
Baca Juga :
Bukan Formalitas Belaka! Aksi Pimpinan Turun Gunung Serap Suara Akar Rumput