Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bukan Formalitas! Aksi Bantuan Pangan Ini Jadi Penyelamat Dapur Saat Ramadan

8 Maret 2026, 23:43 WIB 2 menit baca
Foto seorang pria berkacamata dan berpeci hitam sedang memberikan sambutan di atas podium kayu berukir. Di latar belakangnya terdapat spanduk biru besar bertuliskan "PENGAJIAN AHAD PAGI DAN BAKSOS AMALIAH RAMADHAN PCM dan PCA Gajahmungkur Kota Semarang". Di sisi kiri podium terdapat bendera Merah Putih dan bendera hijau Muhammadiyah, serta tanaman hias di bagian depan dan samping podium.
AKSI NYATA FILANTROPI: Penampilan tokoh masyarakat saat memberikan sambutan dalam agenda Bakti Sosial Amaliah Ramadhan di wilayah Gajahmungkur, Semarang, Ahad (8/3/2026). Kegiatan ini berhasil menyalurkan lebih dari 217 paket bantuan pangan bagi warga Sampangan, Bendan Ngisor, dan Petompon sebagai langkah konkret menjaga stabilitas ketahanan pangan keluarga di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Antrean tertib warga mulai memadati kawasan Menoreh Selatan demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Buktinya, lebih dari 217 paket bantuan pangan sukses tersalurkan kepada masyarakat Kelurahan Sampangan, Bendan Ngisor, dan Petompon pada Ahad (8/3/2026). Alhasil, agenda sosial ini menjadi jawaban nyata atas melonjaknya harga kebutuhan pokok di pasaran selama bulan suci.

Penyaluran sembako gratis ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan keluarga di tingkat akar rumput. Pasalnya, pemenuhan kebutuhan dasar merupakan fondasi utama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khidmat. Aksi kemanusiaan ini berhasil menciptakan kehangatan sosial melalui sinergi yang solid antar pengurus organisasi di wilayah Gajahmungkur.

Aksi Nyata: Penguatan Ekonomi Lewat Jalur Filantropi

Selanjutnya, pengurus terus mengembangkan program rutin tahunan ini guna memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat luas. Buktinya, H. Toto Sugiyono, S.E., M.M., menegaskan bahwa pengelola harus menghimpun donasi zakat dan sedekah secara transparan. Dampaknya, warga tidak hanya menerima beras dan minyak goreng, tetapi juga mengakses barang layak pakai melalui skema tebus murah.

Masyarakat memberikan apresiasi luas terhadap kiprah sosial ini karena menyentuh langsung aspek paling krusial dalam rumah tangga.

“Kami berharap bantuan ini secara nyata membantu keluarga dalam menjaga ketahanan pangan selama bulan suci,” ujar Toto Sugiyono.

Ternyata, model bantuan langsung seperti ini mampu meringankan beban pengeluaran harian warga secara signifikan. Dampaknya, Hj. Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd., memberikan penghargaan tinggi atas keberhasilan tim yang menjalankan aksi bermanfaat luas tersebut.

Bazar Murah dan Siraman Rohani yang Menyejukkan

Kemudian, suasana semakin meriah dengan adanya bazar yang menyediakan pakaian serta kebutuhan rumah tangga dengan harga sangat miring. Buktinya, seluruh stok yang dipersiapkan oleh Hj. Sri Rahayu Pujiastuti, S.H., M.M., bersama tim teknis habis terjual dalam waktu singkat. Alhasil, kegiatan ini tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga menjadi sarana rekreasi belanja yang membahagiakan bagi para ibu.

Selain bantuan fisik, warga juga dibekali nasihat spiritual mengenai pentingnya menjaga kesehatan rohani dan rasa syukur.

“Ibadah di bulan ini harus memberikan dampak konkret dalam meningkatkan ketaqwaan dan kepedulian sosial,” pesan Dr. H. Haeruddin, M.T.

Kemeriahan acara yang dipandu oleh Hj. Fajriah, S.Pd., M.Pd., ini juga sempat menjadi sorotan media televisi nasional. Sejatinya, pemberian bantuan pangan adalah langkah nyata untuk memastikan kebahagiaan Ramadhan dapat dirasakan secara merata oleh semua kalangan. Mari kita teruskan tradisi baik ini agar semangat saling bantu tetap hidup dan menguat di tengah masyarakat Kota Semarang!

Baca Juga :

Gebrakan Perempuan Berdaya! Inilah Aksi Nyata Aisyiyah Semarang

Kontributor: Fathur Tim Media PCM Gajahmungkur
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: