Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan: Cara Ulama Menjemput Lailatul Qadar
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Menjelang perpisahan dengan bulan suci, Dr. H. KRAT. AM. Jumai, S.E., M.M., selaku Wakil Ketua PDM Kota Semarang mengajak umat Islam memperkuat Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan demi meraih ampunan yang tak terhingga. Ajakan ini menggema di tengah kekhusyukan jamaah Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang pada Sabtu malam (14/3/26).
Memasuki malam ke-26, suasana masjid terasa lebih syahdu dari biasanya. Sosok yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PDM ini mengingatkan bahwa waktu yang tersisa adalah permata yang sangat berharga. Ia menyoroti betapa para ulama sufi zaman dahulu sering menangis saat Ramadhan hendak pergi.
“Dahulu, para ulama merasa sedih karena kehilangan bulan yang penuh rahmat. Namun, sekarang jarang kita temui orang yang merasa kehilangan saat Ramadhan berakhir,” ujar tokoh Muhammadiyah tersebut dengan nada yang menyentuh hati.
Refleksi dan Muhasabah Diri
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya melakukan Muhasabah Diri di Akhir Ramadhan. Baginya, bulan suci adalah tamu istimewa yang hanya datang satu kali dalam setahun. Ia menegaskan bahwa hanya orang-orang beriman yang mampu merasakan getaran spiritual dari kehadiran tamu agung ini.
“Ramadhan merupakan kesempatan besar untuk memperbaiki diri. Oleh sebab itu, jangan biarkan hari-hari terakhir ini berlalu begitu saja tanpa makna,” tambah pria yang akrab disapa Jumai ini di hadapan para jamaah.
Memburu Malam Seribu Bulan
Selain itu, fokus utama dalam Ibadah Akhir Ramadhan adalah menjemput Malam Lailatul Qadar. Ia mengajak jamaah meneladani semangat Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW justru semakin giat beribadah ketika bulan suci mencapai puncaknya.
Ia menjelaskan bahwa Keutamaan Itikaf dan Qiyamul Lail menjadi kunci utama dalam memburu malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut. Dengan menghidupkan malam melalui shalat, dzikir, dan tadarus, peluang mendapatkan keberkahan akan semakin terbuka lebar.
“Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi, yakni mereka yang bertemu Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan dari Allah sedikit pun karena lalai di hari-hari terakhirnya,” tegasnya memperingatkan.
Menutup dengan Kebaikan
Sebagai penutup pesan, ia mendorong setiap individu untuk meningkatkan sedekah dan doa. Baginya, Ramadhan adalah amanah bagi orang beriman. Jika Allah masih memberi umur hingga akhir bulan ini, maka hal itu adalah nikmat yang sangat besar.
Akhirnya, mari kita tutup lembaran suci ini dengan penuh kesungguhan. Semoga seluruh pengorbanan kita berbuah takwa dan Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan di tahun-tahun mendatang.
Baca juga :
Tradisi Anjangsana: Kunci Eratkan Silaturahmi Guru Lewat Buka Bersama
Sudah Benarkah? Cek Tata Cara Sholat Anda Agar Ibadah Sah & Sempurna!