Muhammadiyah Semarang Bagikan 800 Bibit Cabai, Ajak Warga Mandiri Pangan dari Rumah
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Gerakan kemandirian pangan lokal kini dimulai dari halaman rumah sendiri. Ratusan bibit cabai dan tanaman herbal dibagikan kepada jemaah untuk mewujudkan ketahanan pangan keluarga. Aksi hijau ini berlangsung khidmat di MI Zam Zam, Kelurahan Kandri, Gunungpati pada Sabtu (28/03/26).
Suasana lokasi nampak ramai oleh rombongan warga. Mereka tengah melaksanakan Simakan Al-Qur’an 30 Juz dan Dzikrul Ghofilin. Kegiatan religius ini merupakan agenda rutin setiap Sabtu Wage. Lokasinya pun selalu berpindah-pindah guna menjangkau jemaah di area Semarang, Ungaran, hingga Salatiga.
Sinergi Lintas Cabang dan Dukungan Tokoh
Kegiatan luar biasa ini lahir dari kolaborasi erat PRM Kalipancur, PCM Ngaliyan, PCM Gunungpati, dan MI Zam Zam. Selain mempertebal iman melalui zikir, para jemaah kini pulang membawa bekal produktif. Mereka siap memperhijau pekarangan rumah dengan bibit tanaman tersebut.
Miftahul Munir dan Muhajirin Akbar selaku pengurus MI Zam Zam menyambut hangat kehadiran para jemaah. Sekretaris PCM Ngaliyan, Hardiyanto S.Kom, juga hadir secara langsung. Ia memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang menyentuh kebutuhan dasar warga ini.
“Kami sangat mengapresiasi program kolaborasi ini demi menjaga ketahanan pangan keluarga. Harapannya, kegiatan bermanfaat seperti ini terus berlanjut di masa depan,” ungkap Hardiyanto.
Senada dengan hal itu, Ketua PCM Gunung Pati 2, Nur Hamid, menyambut baik agenda tersebut. Ia merasa bangga karena wilayahnya menjadi pusat pelaksanaan program inspiratif bagi jemaah lintas daerah.
Budidaya dan Khasiat Herbal
Dalam aksi ini, Supadi bersama Budi Raharjo membagikan sekitar 800 bibit cabai kepada warga. Mereka juga menyertakan masing-masing 20 bibit kumis kucing dan pegagan. Tanaman tersebut merupakan bagian dari program Tanaman Herbal Keluarga (TOGA).
Supadi, yang juga menjabat Ketua PRM Kalipancur, menjelaskan manfaat program ini. Menurutnya, budidaya cabai di rumah adalah langkah cerdas menghadapi fluktuasi harga pangan. Selain itu, ia mengajak warga mengenal manfaat kesehatan dari kumis kucing dan pegagan.
“Kami ingin menumbuhkan semangat menanam untuk mendukung pangan keluarga. Selain sayuran, kami menyediakan tanaman herbal untuk menjaga kesehatan anggota keluarga secara mandiri,” jelas Supadi dengan antusias.
Langkah Menuju Kemandirian
Melalui pembagian bibit ini, penyelenggara sukses mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kedaulatan pangan. Fokus utamanya bermula dari unit terkecil, yaitu keluarga. Harapannya, setiap pot yang tumbuh di rumah warga akan menjadi simbol kemandirian masyarakat luas, mulai dari Semarang hingga Salatiga.
Baca juga :
Dakwah Hijau PRM Kalipancur: Gerakkan Kemandirian Pangan Lokal Melalui Budidaya Bibit Mandiri
Urban Farming Regeneratif: Ubah Sampah Dapur Jadi “Emas Hijau”