Dakwah Hijau PRM Kalipancur: Gerakkan Kemandirian Pangan Lokal Melalui Budidaya Bibit Mandiri
KENDAL, muhammadiyahsemarangkota.org – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kalipancur terus memperkuat kiprahnya di tengah masyarakat melalui aksi sosial nyata. Sejak tahun lalu, ranting Muhammadiyah ini aktif menyemai bibit tanaman produktif seperti cabai tomat dan terong. Langkah ini merupakan bagian dari syiar dakwah untuk mewujudkan Kemandirian Pangan Lokal yang bermula dari rumah tangga.
Semangat berbagi ini kembali terlihat pada Senin (02/02/26) di Balai Desa Meteseh, Boja. Melalui kolaborasi dengan program KKN Universitas Ivet Semarang, PRM Kalipancur membagikan 400 bibit cabai didistribusikan kepada 8 dusun di Desa Meteseh, sehingga setiap dusun menerima 50 bibit untuk ditanam di pekarangan rumah warga. Inisiatif tersebut hadir sebagai solusi praktis untuk memperkuat ketahanan pangan mandiri masyarakat setempat.
Inisiatif Ranting untuk Pemberdayaan Umat
Ketua PRM Kalipancur, Supadidan di dampingi oleh Slamet salah satu pimpinan ranting, turut mengawal langsung proses pembagian bibit tersebut. Baginya, aktivitas penyemaian bibit bukan sekadar hobi, melainkan instrumen dakwah untuk menghidupkan organisasi. Dengan membagikan bibit secara gratis, PRM Kalipancur ingin membuktikan bahwa Muhammadiyah peduli pada urusan dapur jemaah.
Selain itu, Supadi menilai kolaborasi dengan mahasiswa KKN memberikan dampak ganda. Program ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami realitas sosial secara langsung. Mereka belajar mengidentifikasi masalah sekaligus menawarkan solusi yang bermanfaat bagi warga desa.
“Acara ini sangat bagus karena memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri. Mereka belajar menawarkan manfaat menanam sayur di rumah sebagai solusi nyata,” ungkap Supadi.
Pembimbimbing KKN Universitas Ivet Semarang, Dr. Tri Leksono Prihandoko, S.Kom., M.Pd.Kons., turut memperkuat dukungan moral pada acara ini. Kehadiran beliau menjadi simbol sinergi kuat antara akademisi dan penggerak organisasi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat Desa Meteseh.
Sinergi dan Dukungan Antar-Ranting
Selanjutnya, PRM Bringin juga turut hadir memberikan dukungan di lapangan. Tim dari PRM Bringin mendampingi proses distribusi agar pembagian bibit tanaman produktif berjalan lancar. Kerja sama antar-ranting ini memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan secara tepat sasaran.
Pemerintah Desa Meteseh melalui Sekretaris Desa (Carik) menyambut hangat inisiatif ini. Ia merasa sangat terbantu dengan kehadiran bibit-bibit unggul tersebut bagi warganya. Selain itu, Ia berharap mahasiswa Universitas Ivet bersedia berkunjung kembali ke desanya pada masa mendatang.
Sebagai penutup, Ketua PRM Bringin, H. Mustain, menegaskan kesiapan organisasi dalam mendukung gerakan pangan secara berkelanjutan. Ia berkomitmen untuk terus konsisten melakukan aksi penyemaian bibit tanaman.
“Kami selalu siap mendukung distribusi bibit tanaman untuk masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bagian dari upaya kami meningkatkan ketahanan pangan melalui penyemaian mandiri,” tutur H. Mustain.
Aksi PRM Kalipancur ini membuktikan bahwa dakwah bisa menyentuh aspek paling mendasar dalam hidup. Menanam bibit hari ini adalah cara terbaik untuk menjaga Kemandirian Pangan Lokal di masa depan.
Baca juga :
Terobosan Masjid: Manfaatkan Limbah Organik dan Tanaman Liar Untuk Pangan Bergizi