Tips Istiqamah Beribadah: Menggali Keutamaan Bulan Syawal
BREBES, muhammadiyahsemarangkota.org – Melalui Kajian Ahad Pagi, umat diajak mendalami Keutamaan Bulan Syawal agar tetap konsisten dalam kebaikan dan tidak menjadi “Muslim musiman” setelah Ramadhan usai.
Ramadhan baru saja berlalu, namun semangat beribadah harus tetap menyala di hati setiap Muslim. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Brebes pada Ahad pagi (05/04/26) di halaman kantor PDM Kabupaten Brebes. Pengajian ini diselenggarakan untuk mengingatkan umat bahwa Syawal adalah gerbang awal menuju konsistensi.
Dalam momen tersebut, Dr. Aang Kunaepi, M.Ag., menjelaskan bahwa Keutamaan Bulan Syawal terletak pada fungsinya sebagai fase internalisasi nilai-nilai takwa ke dalam kehidupan nyata. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ibadah seseorang justru terlihat dari bagaimana orang tersebut menjaga kualitas imannya setelah bulan suci berakhir.
Memperluas Wawasan Keislaman Modern
Dunia hari ini penuh dengan distraksi digital yang sering kali melalaikan manusia dari mengingat Allah. Oleh karena itu, umat memerlukan Wawasan Keislaman Modern sebagai perisai spiritual agar tetap fokus pada tujuan akhirat.
Dr. Aang menekankan bahwa menuntut ilmu secara rutin adalah kunci untuk menjaga Keberkahan Hidup. Melalui pengajian yang konsisten, seseorang dapat memperbaiki kualitas ibadah serta menghindari praktik yang tidak sesuai dengan syariat.
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga,” ujar sosok akademisi tersebut saat mengutip hadis riwayat Muslim.
Integrasi Akhlak dalam Pendidikan Berkemajuan
Sebagai bagian dari gerakan Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah, kajian ini juga menyoroti peran penting akhlak. Ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW diutus terutama untuk menyempurnakan perilaku manusia menjadi lebih mulia.
“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara konsisten, meskipun sedikit,” tambahnya saat menjelaskan Keutamaan Bulan Syawal yang mencakup puasa enam hari sebagai simbol ketaatan sepanjang tahun.
Membangun Integritas dalam Silaturahmi
Momentum Syawal juga identik dengan jalinan kasih sayang antarsesama. Namun, penceramah berpesan agar umat mengutamakan Integritas dalam Silaturahmi. Hal ini berarti setiap individu harus menjalin hubungan yang tulus, jujur, dan berorientasi pada rida Allah, bukan sekadar basa-basi seremonial.
Selain itu, silaturahmi yang benar terbukti secara syariat mampu melapangkan pintu rezeki dan memperpanjang usia seseorang. Dengan menjadikan akhlak sebagai tujuan utama, setiap Muslim akan mampu memberikan dampak positif yang luas bagi lingkungan sosialnya.
Baca juga :
Kabar Lainnya
Belajar Ihsan dalam Islam: Rahasia Abu Bakar Tetap Sedekah Meski Difitnah
Tradisi Syawal Muhammadiyah, Inilah Makna Menghapus Jeda Menyelami Rasa