Muktamar Tapak Suci 2026: Internasionalisasi Tapak Suci Muhammadiyah, Strategi Membawa Pencak Silat Dunia ke Level Global
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Langkah nyata internasionalisasi Tapak Suci Muhammadiyah semakin terlihat jelas dengan keterlibatan 24 negara peserta Muktamar Tapak Suci yang siap bertanding di Jawa Tengah. Kehadiran para delegasi mancanegara ini menjadi bukti sahih bahwa seni bela diri asli Indonesia telah melampaui batas-batas teritorial. Pada (6 – 9/08/26) mendatang, Kota Semarang akan menjadi saksi sejarah berkumpulnya para pendekar dari berbagai belahan benua.
Rencana besar ini mencuat dalam audiensi strategis antara Pimpinan Wilayah (PW) Tapak Suci Jawa Tengah dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng. Pertemuan tersebut secara khusus membahas kematangan teknis dan visi besar organisasi untuk mendunia. Selain itu, momentum ini mempertegas posisi pencak silat dunia sebagai identitas yang kuat di kancah internasional.
Parade Pendekar di Ikon Kota
Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah pembukaan Muktamar di Simpang Lima pada 7 Agustus 2026. Panitia sengaja memilih lokasi ikonik ini agar masyarakat dapat menyaksikan langsung kepiawaian atlet luar negeri. Oleh karena itu, kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kekuatan fisik dan mental yang unggul.
“Tapak Suci harus menunjukkan bahwa keberadaannya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga telah berkembang di berbagai negara,” ujar Sekretaris PWM Jawa Tengah, Dodok Sartono, dikutip dari muhammadiyahjateng.or.id (10/4/2026).
Suksesi Kepemimpinan dan Sinergi Organisasi
Ketua Umum Tapak Suci Jawa Tengah, H. Wiwoho Aji Santoso, menegaskan bahwa Muktamar ke-16 Tapak Suci memiliki agenda yang sangat krusial. Forum ini menjadi otoritas tertinggi untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja pengurus. Lebih jauh lagi, ajang ini menjadi momentum penting bagi regenerasi kepengurusan Tapak Suci untuk periode mendatang.
Selain fokus pada internal, penyelenggaraan kali ini juga mengedepankan sinergi Muktamar Nasyiatul Aisyiyah. Melalui kolaborasi ini, panitia melakukan pembagian sumber daya manusia dan pendanaan secara kolektif. Strategi tersebut terbukti sangat efektif untuk menjaga efisiensi anggaran tanpa mengurangi kemegahan acara.
Menjaga Warisan untuk Masa Depan
Pusat kegiatan utama sendiri akan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Pihak panitia saat ini terus berkoordinasi intensif dengan rektorat untuk memastikan seluruh logistik peserta internasional terpenuhi. Segala persiapan ini bertujuan agar pesan perdamaian melalui bela diri dapat tersampaikan dengan baik kepada dunia.
Langkah internasionalisasi Tapak Suci Muhammadiyah ini secara tidak langsung ikut melestarikan Warisan Budaya Takbenda UNESCO Pencak Silat. Melalui semangat ini, kita belajar bahwa menjaga tradisi berarti berani memperkenalkannya kepada dunia. Semoga Muktamar ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus membawa budaya Nusantara terbang tinggi di kancah global.
Baca juga :
Tapak Suci Putera Muhammadiyah Semarang Borong 18 Emas di Udinus Cup 2026
Guncang GOR USM! Tapak Suci Semarang Panen Medali dan Sabet Piala Juara Umum
Borong Medali di Seleksi Popda, Tapak Suci Kota Semarang Siap Jadi Tulang Punggung di Porprov