Saat Wamen Dikdasmen dan Aktivis Mahasiswa Satu Meja Garap RUU Sisdiknas
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Wisma Perdamaian kembali menjadi pusat perhatian saat Wamen Dikdasmen, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A, memaparkan visi besar pendidikan nasional pada Rabu (15/4/2026) malam. Di hadapan puluhan aktivis mahasiswa, ia membocorkan rencana transformasi besar yakni kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun.
Momen krusial ini berlangsung dalam rangkaian jamuan makan malam Darul Arqam Paripurna atau DAP IMM. Agenda ini merupakan jenjang perkaderan tertinggi untuk mencetak pimpinan nasional masa depan. Kehadiran tokoh-tokoh penting di sini memberikan sinyal kuat akan pentingnya kolaborasi antara aktivis dan pengambil kebijakan.
Dr. Fajar Riza Ul Haq hadir memberikan sambutan hangat bersama jajaran staf ahli kementerian. Tampak hadir pula pimpinan wilayah hingga daerah Muhammadiyah-Aisyiyah yang turut mengawal jalannya proses kaderisasi nasional tersebut. Sinergi ini mempertegas bahwa transformasi pendidikan membutuhkan dukungan dari para calon pemimpin bangsa.
Transformasi Menuju Wajib Belajar 13 Tahun
Langkah berani pemerintah ini ternyata sudah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Saat ini, kementerian tengah bekerja keras melakukan penyesuaian pada RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) agar kebijakan ini memiliki payung hukum yang kuat.
Transformasi ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara signifikan dan merata. Dr. Fajar Riza Ul Haq juga mengajak mahasiswa terlibat aktif menjaga keadaban publik melalui pendidikan kewargaan. Baginya, mahasiswa memiliki peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi yang sehat.
Sinergi Kader Paripurna dan Visi Negara
Visi kementerian tersebut seolah menemukan pasangannya dalam semangat Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza. Ia mendorong lulusan DAP IMM agar berani keluar dari zona internal dan terjun langsung membimbing masyarakat.
Sinergi ini menjadi sinyal bahwa gerakan mahasiswa siap mengakselerasi kemajuan Indonesia melalui sektor pendidikan. Kepekaan sosial menjadi modal utama bagi para pimpinan masa depan yang sedang menempuh tempaan di forum ini.
“Kader harus progresif dan mampu membimbing masyarakat meraih kesejahteraan, bukan hanya hadir sebagai penonton,” tegas Riyan Betra Delza.
Revisi UU Sisdiknas kini menjadi penentu legalitas kebijakan bersejarah yang akan mengubah wajah pendidikan Indonesia. Dr. Fajar Riza Ul Haq optimis bahwa kolaborasi pemerintah dan mahasiswa akan melahirkan sistem pendidikan yang lebih beradab.
Indonesia kini menanti babak baru pendidikan nasional melalui aturan yang sedang digarap bersama para calon pimpinan masa depan ini. Harapannya, hasil dari forum strategis ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa secara luas.
Baca Juga :
Darul Arqom Paripurna: Jurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cetak Pemimpin Nasional