Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Resik – Resik Omah Ibadah : At Taqwa Bandarharjo jadi Aksi Nyata HUT Semarang

25 April 2026, 22:48 WIB 3 menit baca
Warga Bandarharjo gotong royong membersihkan taman Masjid At Taqwa, memotong dahan pohon dalam rangka menyambut HUT ke-479 Kota Semarang.
Teks yang akan muncul di bawah gambar di halaman publik. Keterangan: Sinergi warga Bandarharjo saat membersihkan area taman dan memotong dahan pohon di halaman Masjid At Taqwa, Jumat (25/4/2026). Aksi gotong royong ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Hari Jadi ke-479 Kota Semarang. (Foto: Dok. Kelurahan Bandarharjo)

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org Menyambut Hari Jadi Kota Semarang, warga Bandarharjo menggelar aksi Resik-Resik Omah Ibadah di Masjid At Taqwa Bandarharjo untuk memperkuat tradisi gotong royong. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (25/4/2026) ini mengubah suasana rumah ibadah menjadi jauh lebih segar dan bercahaya.

Sejak pukul tujuh pagi, puluhan orang sudah berkumpul di halaman Masjid At Taqwa Bandarharjo. Mereka membawa berbagai perlengkapan, mulai dari sapu lidi hingga mesin penyedot debu. Aksi ini merupakan wujud cinta masyarakat dalam menyongsong momen spesial Hari Jadi Kota Semarang yang ke-479.

Menghidupkan Kembali Semangat Guyub

Lurah Bandarharjo, Sayoko, memimpin langsung jalannya pembersihan di lapangan. Ia terlihat sangat antusias menggerakkan barisan staf kelurahan dan tokoh masyarakat setempat. Menurutnya, agenda ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar membersihkan lantai atau kaca.

“Kegiatan ini menjadi ikhtiar kita bersama untuk merawat kebersamaan warga. Masjid yang bersih tentu membuat jemaah lebih nyaman saat beribadah,” ujar Sayoko di tengah kegiatannya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa gotong royong warga adalah fondasi utama untuk menjaga lingkungan agar tetap sehat. Kehadiran elemen Karang Taruna, PKK, hingga pengurus LPMK membuktikan bahwa semangat kepedulian masih mengakar kuat di wilayah Semarang Utara.

Sinergi Lintas Generasi

Pemandangan menarik terlihat saat para remaja masjid bahu-membahu dengan warga senior. Anak-anak muda fokus menyikat area tempat wudhu, sementara kaum bapak membersihkan dinding dan kipas angin. Di sudut lain, ibu-ibu PKK sibuk mencuci mukena dan menata sajadah agar kembali harum.

Ketua Takmir Masjid, Bambang Sutrisno, S.E., merasa sangat tersentuh dengan kekompakan ini. Ia menilai gerakan Resik-Resik Omah Ibadah sangat efektif untuk menangkal dampak negatif era digitalisasi yang cenderung membuat orang menjadi individualis.

“Hari ini anak muda mengenal para sesepuh lewat kerja bakti. Nilai kerukunan umat terasa sangat nyata di sini. Inilah masjid kita, tanggung jawab kita bersama,” ungkap Bambang dengan bangga.

Kado untuk Kota Semarang

Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, S.E., M.M., turut hadir dan mengapresiasi totalitas warga. Sambil menyapu halaman, ia menyebut bahwa Bandarharjo selalu menjadi contoh nyata bagi wilayah lain dalam hal kerukunan antarwarga.

Gerakan ini memang menjadi program serentak Pemerintah Kota Semarang di 16 kecamatan. Khusus untuk wilayah utara, aksi bersih-bersih ini menyasar sembilan kelurahan, termasuk masjid, gereja, hingga klenteng.

Harapannya, semangat Resik-Resik Omah Ibadah tidak berhenti sampai di sini saja. Melalui budaya bersih yang berkelanjutan, warga ingin memastikan bahwa Semarang tetap menjadi kota yang religius, nyaman, dan penuh keberkahan bagi siapa saja.

Baca juga :

Bersih Hati, Bersih Masjid: Aksi PRM Bringin Sambut Ramadan di Ngaliyan

Bahagia Itu Membersihkan Rumah Allah: Kisah Inspiratif Relawan BBM PRM Bringin

Kontributor: Humas Masjid At Taqwa Bandarharjo
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: