Strategi Dakwah Komunitas, Tiga Pilar Kunci Perkuat Solidaritas Warga
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Komunitas tidak hanya kumpulan orang. AM Jumai menyampaikan bahwa, komunitas merupakan kekuatan sosial yang mampu memperkokoh kapasitas masyarakat. Hal ini menjadi krusial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ketua LDK PWM Jawa Tengah, AM Jumai, membedah tiga pilar utama jamaah, jam’iyyah, dan jariyah sebagai strategi dakwah komunitas untuk memperkokoh kapasitas sosial masyarakat dalam kegiatan silaturahmi di Hotel Mahima, Semarang, beberapa waktu lalu.
“Kekuatan komunitas dapat dibangun melalui tiga pilar utama, yakni jamaah sebagai kekuatan anggota, jam’iyyah sebagai organisasi atau simpul komunitas, serta jariyah sebagai hasil nyata dari kerja bersama,” ujar AM Jumai saat memberikan ceramah di hadapan Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya Semarang.
Tiga Pilar Strategi Dakwah Komunitas
Pilar-pilar tersebut menjadi landasan utama LDK PWM Jawa Tengah dalam membina masyarakat. AM Jumai menilai nilai-nilai tersebut sangat penting untuk menjaga harmoni sosial. Solidaritas antarwarga akan semakin kuat jika organisasi (jam’iyyah) mampu mengelola anggota (jamaah) dengan baik.
Efek nyata dari kolaborasi ini adalah munculnya ‘jariyah’ atau manfaat luas bagi publik. Pemberdayaan masyarakat tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya sinergi antara struktur organisasi dan aksi nyata di lapangan.
“Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk menjaga harmoni sosial dan memperkuat solidaritas antarwarga,” tegas tokoh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PDM Kota Semarang tersebut.
Implementasi pada Sektor Ekonomi
Ketua Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya Semarang, Dr. Junaidi, mengamini pandangan tersebut. Ia membuktikan bahwa kebersamaan warga perantauan telah membuahkan hasil nyata pada sektor ekonomi. Kolaborasi usaha, termasuk pengembangan bisnis pempek Palembang, menjadi bukti konkret pilar jariyah di Kota Semarang.
AM Jumai terus mendorong agar model pemberdayaan ini terus berkembang. Baginya, Semarang adalah contoh sukses kota harmoni yang mampu menjaga keragaman budaya, etnis, dan suku secara kondusif. Melalui strategi dakwah komunitas yang tepat, keragaman ini justru menjadi modal sosial yang tak ternilai.