Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Dua Dai Inspiratif Semarang yang Guncang Rakornas LDK Muhammadiyah 2026

30 Januari 2026, 23:16 WIB 3 menit baca
Penyerahan penghargaan Dai Inspiratif kepada AM Jumai oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam acara Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 di Semarang.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, menyerahkan penghargaan Dai Inspiratif kepada Dr. H. AM Jumai pada pembukaan Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 di UNIMUS, Semarang.

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Kota Semarang patut berbangga setelah dua putra terbaiknya resmi menyandang gelar Dai Inspiratif nasional pada ajang Rakornas Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah 2026 melalui inovasi dakwah yang luar biasa.

Apresiasi ini menjadi puncak dari dedikasi panjang mereka dalam menggerakkan Dakwah Komunitas Muhammadiyah di ibu kota Jawa Tengah. Riuh bangga menyelimuti Aula Gedung GKB 2 UNIMUS saat kedua tokoh tersebut menerima penghargaan tertinggi di panggung nasional.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir. Kehadiran Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, juga mempertegas betapa pentingnya peran para penggerak umat dari Semarang ini bagi kemajuan bangsa.

AM Jumai: Pelopor Dakwah Kultural Lewat Seni Wayang

Dr. H. AM Jumai, S.E., M.M., sukses membuktikan bahwa syiar agama bisa tampil segar dan merangkul kearifan lokal. Sebagai motor penggerak LDK di Jawa Tengah, ia secara konsisten menggunakan media budaya untuk menyapa masyarakat akar rumput.

Terobosan paling ikonik dari sosok Dai Inspiratif ini adalah penyelenggaraan Safari Pentas Wayang di puluhan titik. Melalui media wayang kulit, ia menyelipkan pesan-pesan keislaman secara halus dan menghibur tanpa membuat warga merasa tergurui.

“Kami ingin Islam hadir sebagai solusi yang ramah bagi semua kalangan. Seni budaya menjadi jembatan hati agar pesan-pesan kebaikan tersampaikan tanpa sekat,” ungkap AM Jumai dengan penuh semangat.

Berkat dedikasi ini, LDK Jawa Tengah meraih predikat wilayah terbaik se-Indonesia dalam perhelatan Rakornas LDK Muhammadiyah 2026. Strategi inovatif Jumai kini menjadi rujukan nasional bagi para penggerak dakwah di berbagai daerah lainnya.

Azhar Combo: Ikon Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Filantropi

Selanjutnya, Semarang juga menghadirkan sosok Azhar Combo yang fokus pada penguatan kemandirian jamaah. Sebagai saudagar sukses, ia menunjukkan bahwa Pemberdayaan Ekonomi Umat adalah fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan dakwah.

Langkah nyatanya terlihat dari pembangunan Masjid Ukhuwah Islamiyah yang mengadopsi kemegahan arsitektur Masjid Nabawi. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang menghidupkan suasana rukun antarwarga.

Setiap pekan, sosok Dai Inspiratif ini rutin menggelar pengajian yang dibalut dengan tradisi sarapan bersama. Aktivitas ini berhasil mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat perkotaan.

Gelar yang ia terima pada Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 menjadi bukti bahwa peran pengusaha sangat krusial dalam syiar Islam. Kontribusi Azhar membuktikan bahwa sinergi antara harta dan iman mampu menciptakan transformasi sosial yang nyata.

Refleksi Masa Depan Dakwah Komunitas

Keberhasilan dua tokoh Semarang ini meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam syiar agama. Sinergi antara jalur budaya dan kekuatan ekonomi menciptakan ekosistem dakwah yang sangat kokoh dan mandiri.

Prestasi di ajang Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 ini diharapkan mampu memicu lahirnya para dai hebat lainnya. Semoga spirit dari Kota Semarang ini terus mengalir dan memberikan solusi bagi berbagai problematika bangsa melalui Dakwah Komunitas Muhammadiyah.

Baca juga :

Sapa Lorong Gelap, Ketua PWM Jateng Jadi Tokoh Penggerak Dakwah Terbaik

Cahaya di Lorong Gelap: Apresiasi Pejuang Dakwah Komunitas 2026

Strategi Abad Kedua: Dakwah Komunitas Muhammadiyah Sasar Daerah 3T dan Kaum Marginal

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: