Awas Cuaca Ekstrem Makkah! Jemaah Diminta Setop Umrah Sunah dan Hati-hati Minum Oralit Jelang Armuzna
MAKKAH, muhammadiyahsemarangkota.org– Menghadapi cuaca ekstrem Makkah yang kian mengancam fisik, petugas Sektor 4 secara tegas menginstruksikan jemaah Kloter 28 SOC Semarang untuk menghentikan ibadah umrah sunah dan mewaspadai konsumsi oralit demi menjaga stamina menjelang puncak haji di Armuzna.
Instruksi krusial ini disampaikan langsung dalam agenda Visitasi dan Edukasi Integratif Sektor IV Makkah ke penginapan Kloter 28 SOC, Rabu (13/5/2026) kemarin. Panas ekstrem suhu di Tanah Suci memaksa petugas memberikan arahan mitigasi agar jemaah segera menghentikan aktivitas luar ruang yang menguras energi.
“Sektor mengimbau agar jemaah tidak banyak melakukan umrah sunah yang dapat menguras tenaga. Jemaah harus lebih fokus tugas utama haji, yaitu melaksanakan Armuzna dengan sebaik-baiknya,” ujar Ketua Kafilah KBIHU Muhammadiyah, Dr. Mafrukhi dalam pertemuan tersebut.
Teladan Ritme Ibadah Rasulullah
Arahan pembatasan fisik ini mendapat penguatan secara teologis dari Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 28 SOC, Ustadz Drs. H. Nurbini, M.Si. Ia mengingatkan jemaah agar proporsional dan tidak memaksakan diri.
“Selama hidup, Rasulullah melaksanakan haji dua kali dan umrah hanya empat kali,” ujar Ustadz Nurbini.
Kutipan historis ini menjadi pengingat kuat agar jemaah lebih bijak mengatur ritme ibadah demi mencegah kelelahan ekstrem. Pandangan tersebut juga sangat selaras dengan pedoman Muhammadiyah bahwa dalam satu kali perjalanan, jemaah cukup melaksanakan ibadah umrah satu kali.
Ancaman Dehidrasi Jemaah Haji
Selain pembatasan ibadah sunah, tim kesehatan turut memprioritaskan tips sehat haji di tengah forum edukasi tersebut. Cuaca ekstrem Makkah menuntut setiap individu disiplin mengatur asupan cairan.
“Cukupkan hidrasinya, per satu jam minum 200 mililiter air putih. Mengecek dehidrasi yaitu melalui air kencing, jika warna kuning pekat berarti tubuh sedang dehidrasi, segera minum air putih,” ujar Tim Kesehatan Kloter 28 SOC, Siwi.

Siwi juga membagikan trik praktis mengatasi masalah pernapasan karena banyak jemaah mulai mengalami batuk kering. Ia menyarankan jemaah rutin menyemprot masker menggunakan air bersih agar tetap lembab saat beraktivitas di luar hotel.
Perlengkapan Armuzna yang Krusial
Perlindungan fisik area luar tidak luput dari perhatian petugas. Mereka menyoroti risiko sangat fatal jika jemaah abai menjaga keamanan alas kaki pada kondisi cuaca ekstrem Makkah saat ini.
Jemaah wajib mengamankan sandal masing-masing secara mandiri. Kehilangan alas kaki di tengah terik aspal Makkah akan memicu luka bakar parah di telapak kaki. Kondisi medis ini membutuhkan waktu penyembuhan lama dan berisiko mengganggu rukun ibadah.
Menutup sesinya, tim kesehatan memberikan atensi khusus mengenai pemakaian oralit yang jemaah sering kosumsi saat cuaca ekstrem Makkah. “Bagi yang memiliki penyakit diabetes atau hipertensi jangan sering minum oralit, karena hal itu justru bisa berisiko,” ujar Siwi mengingatkan jemaah berkomorbid.
Pantau terus laporan terkini dan terlengkap setiap hari, kabar jemaah haji Muhammadiyah Kloter 28 SOC Semarang, langsung dari Tanah Suci. Hanya di Muhammadiyahsemarangkota.org