Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Muhammadiyah Jamin Penuh Administrasi Perawatan Korban Kecelakaan KOKAM Semarang

18 Oktober 2026, 18:54 WIB • 4 menit baca
Ketua PDM Kota Semarang Dr. K.H. Fachrur Rozi, M.Ag. membesuk korban kecelakaan KOKAM Semarang Dedy di RS Roemani Semarang dan menjamin penuh administrasi perawatan
JAMIN PENUH PERAWATAN: Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. K.H. Fachrur Rozi, M.Ag. (berkemeja putih dan berpeci hitam), membesuk salah satu korban kecelakaan KOKAM Semarang, Dedi Iskandar, di ruang perawatan RS Roemani Semarang, Ahad pagi (18/10/2026). (Foto: Istimewa).

SEMARANG, Jatengdata.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang menjamin penuh penyelesaian seluruh urusan administrasi perawatan bagi para korban kecelakaan personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Semarang. Langkah nyata ini membebaskan para personel beserta keluarga dari beban pikiran biaya medis pascainsiden kecelakaan Tol Gringsing, Kabupaten Kendal, pada Sabtu malam (17/10/2026). Dengan demikian, para kader yang menjalani perawatan di RS Roemani Semarang dapat memusatkan perhatian sepenuhnya pada proses pemulihan.

Ketua PDM Kota Semarang, Dr. K.H. Fachrur Rozi, M.Ag., menyampaikan langsung komitmen tersebut usai membesuk para personel di RS Roemani Semarang, Ahad pagi (18/10/2026). Sebelumnya, Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Dr. AM Jumai, juga telah menjenguk para korban guna memastikan penanganan medis berjalan optimal.

Dalam kunjungan itu, Kiai Fachrur Rozi menyatakan rasa keprihatinan mendalam atas musibah tersebut. Ia juga sekaligus mendoakan agar para personel segera pulih kembali seperti sedia kala.

Muhammadiyah Beri Perhatian Penuh kepada Korban

Lebih lanjut, Kiai Fachrur Rozi berpesan kepada para korban kecelakaan KOKAM Semarang dan pihak keluarga yang mendampingi di rumah sakit milik Muhammadiyah tersebut agar fokus sepenuhnya pada penyembuhan fisik. Pihaknya menegaskan bahwa pimpinan Muhammadiyah di tingkat daerah bersama pihak Rumah Sakit Roemani dan Lazismu mengambil alih seluruh pengurusan administrasi perawatan para kader yang mengalami musibah saat menjalankan tugas.

“Hal-hal yang terkait dengan administrasi Insyaallah PDM dan rumah sakit serta Lazismu yang akan meng-handle-nya. Ini bagian dari bentuk tanggung jawab kami sebagai pimpinan kepada kader yang sedang mengalami musibah dalam melaksanakan tugas,” ujar kiai kondang Semarang itu., Ahad (18/10/2026).

Selain memberikan jaminan perawatan, jajaran pimpinan PDM Kota Semarang turut memompa moril para personel di tepi ranjang perawatan. Mengenakan kemeja putih dan peci hitam, Kiai Fachrur Rozi menyapa hangat Dedi Iskandar yang duduk bersandar dengan balutan perban serta selang infus di lengan kirinya. Ia berharap para personel segera sehat walafiat dan kembali beraktivitas tanpa kehilangan motivasi pengabdian.

“Jangan sampai musibah ini menjadi peluntur semangat perjuangan. Justru ini akan menambah semangat perjuangan kita bareng-bareng ya, kader-kader Muhammadiyah terutama yang ada di KOKAM. Terus semangat,” tutur dosen Fakultas Dakwah UIN Walisongo itu.

Kronologi Lengkap Kecelakaan KOKAM Semarang

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, musibah ini menimpa lima personel KOKAM yang menumpangi mobil dinas minibus PDM Kota Semarang berpelat nomor H 1429 YQ. Saat itu, rombongan sedang menempuh perjalanan dari Semarang menuju Kabupaten Brebes guna menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) KOKAM Jawa Tengah. Namun, benturan keras dengan truk di jalan tol itu membuat bagian depan minibus ringsek berat. Lima orang personel di dalamnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan penuturan sopir minibus, Mustofa, insiden kecelakaan Tol Gringsing di ruas jalur Batang–Weleri tersebut berlangsung pada Sabtu malam (17/10/2026) sekitar pukul 19.40 WIB. Ketika ia memacu kendaraan pada malam hari, Mustofa merasakan kantuk berat. Namun rombongan tidak memiliki sopir pengganti dalam perjalanan tersebut. Di samping itu, kondisi jalan tol yang gelap serta adanya kabut asap turut membatasi jarak pandang pengemudi.

Akibat situasi tersebut, Mustofa sempat membanting setir ke arah kanan terlebih dahulu. Sesaat kemudian, ia membanting kemudi ke sisi kiri hingga minibus menabrak bagian belakang truk. Lalu kendaraan kembali oleng ke arah kanan.

Ketika benturan keras itu berlangsung, Mustofa memegang kemudi di kursi sopir, Sedangkan Dedy duduk di kursi samping sopir. Adapun Triyono menempati kursi baris kedua tepat di belakang pengemudi.

Observasi Medis dan Tindakan Operasi Sore Ini

Posisi duduk di barisan depan dan belakang sopir membuat ketiga korban kecelakaan KOKAM Semarang tersebut menerima dampak benturan paling kuat. Sang pengemudi, Mustofa, mengalami cedera pada bagian dada karena menghantam setir kemudi saat tabrakan terjadi. Oleh sebab itu, tim dokter RS Roemani Semarang kini terus mengobservasi kondisi organ dalam Mustofa secara intensif.

Sementara itu, Dedy menderita patah tulang lengan kiri bagian bawah. Adapun Triyono mengalami patah tulang lengan kiri bagian atas.

Sesuai informasi medis yang diterima Kiai Fachrur Rozi saat menjenguk para korban, tim dokter menjalankan tindakan operasi patah tulang bagi Dedy dan Triyono pada Ahad sore ini (18/10/2026). Sementara dua personel lainnya yang mengalami luka ringan, yakni Warsudi dan Anis Pandu, telah kembali ke rumah masing-masing sejak waktu Ahad subuh tadi.

Jaminan penuh atas seluruh administrasi perawatan oleh Muhammadiyah melalui sinergi PDM Kota Semarang, RS Roemani Semarang, dan Lazismu membuktikan nyata kepedulian pimpinan terhadap kadernya. Kendati musibah kecelakaan Tol Gringsing menyisakan ujian fisik yang berat, para personel mendapatkan perlindungan menyeluruh selama masa penyembuhan.

Kini, keluarga besar persyarikatan terus melangitkan doa agar tindakan operasi sore ini berjalan lancar. Sehingga seluruh korban kecelakaan KOKAM Semarang segera pulih seutuhnya.

Kontributor: Yaskur Hisyam, Tri Anisah
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: