Mobil Dinas Ringsek Berat, Begini Kondisi Korban Kecelakaan KOKAM Semarang Terkini
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Sorot lampu malam memperlihatkan bagian depan minibus hitam berpelat nomor H 1429 YQ yang ringsek berat tak berbentuk. Pecahan kaca depan menyisakan lubang menganga di sisi kiri. Sementara itu, lipatan kap mesin menampakkan deretan radiator dan selang yang mencuat keluar.
Mobil dinas milik Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang) tersebut baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Tol Batang–Weleri saat mengantar delegasi Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kota Semarang menuju agenda Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Kabupaten Brebes. Kini, warga persyarikatan memusatkan perhatian penuh pada kondisi korban kecelakaan KOKAM Semarang yang berada di dalam kabin kendaraan itu.
Sebagaimana laporan berita sebelumnya, telah terjadi kecelakaan Tol Gringsing di ruas jalur Batang–Weleri, Kabupaten Kendal. Insiden ini berlangsung pada Sabtu malam (17/10/2026) sekitar pukul 19.40 WIB. Ketika itu, minibus Isuzu Panther yang membawa lima personel KOKAM Kota Semarang menabrak bagian belakang sebuah truk di depannya. Komandan KOKAM PDM Kota Semarang, Yayan, langsung mengonfirmasi peristiwa nahas yang menimpa rekan-rekannya tersebut sesaat setelah kejadian.
“Infonya sih nabrak. Teman-teman nabrak truk dalam perjalanan kecelakaan di Kendal,” ujar Yayan pada Sabtu malam
Tiga Personel Masih Jalani Perawatan
Mengingat bodi depan mobil dinas mengalami kerusakan berat, kelima personel di dalamnya pun menderita cedera fisik. Sejak Sabtu malam, jajaran pengurus Muhammadiyah dan KOKAM setempat langsung bergerak cepat mengawal penanganan medis pertama bagi para korban di rumah sakit terdekat.
Ahad (18/10/2026) pagi ini, redaksi muhammadiyahsemarangkota.org menghubungi para korban secara langsung melalui sambungan telepon guna memantau kondisi korban kecelakaan KOKAM Semarang terkini. Dari total lima personel dalam rombongan tersebut, tiga orang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Roemani Semarang. Adapun dua personel lainnya sudah kembali ke rumah.
Ketiga personel yang masih mendapat penanganan tim medis rumah sakit adalah Triyono, Dedy, dan Mustofa DS. Triyono rawat inap di bangsal Sulaiman kamar nomor 505, sementara Dedy dan Mustofa di ruang Ayub nomor 207.
Benturan keras pada bodi depan minibus membuat ketiganya menderita cedera tulang dan dada sehingga memerlukan observasi dokter lebih lanjut.
Melalui sambungan telepon dari ruang perawatan, Dedy menceritakan cedera pada dirinya beserta dua rekannya. “Saya bersama Ndan Triyono patah tulang tangan sebelah kiri. Ndan Mustofa dadanya kena setir,” tutur Dedy.
Dua Personel Tiba di Rumah Selepas Subuh
Di sisi lain, kabar lega datang dari dua personel KOKAM Kota Semarang lainnya, yakni Warsudi dan Anis Pandu. Karena keduanya hanya mengalami luka ringan, tim medis telah mengizinkan mereka pulang ke rumah masing-masing untuk menjalani masa pemulihan bersama keluarga.
Ketika menerima panggilan telepon dari redaksi, Anis Pandu mengabarkan bahwa dirinya telah tiba di kediamannya di kawasan Tembalang, Kota Semarang. Kendati sudah berada di rumah, ia mengakui kondisi fisiknya masih lelah dan membutuhkan waktu istirahat pascainsiden semalam.
“Alhamdulillah sudah pulang di rumah sekitar pukul 5 pagi tadi, ba’da subuh. Cuman masih terbata-bata dan masih butuh istirahat. Mohon doa,” ungkap Anis Pandu.
Wujud mobil dinas PDM Kota Semarang yang ringsek berat memang menyisakan gambaran betapa dahsyatnya guncangan dalam kecelakaan Tol Gringsing di jalur Batang–Weleri malam itu. Meski demikian, keselamatan kelima personel KOKAM Kota Semarang menghadirkan rasa syukur mendalam bagi keluarga besar Muhammadiyah.
Kini, doa dan dukungan moril terus mengalir agar kondisi korban kecelakaan KOKAM Semarang—baik tiga personel yang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun dua personel yang beristirahat di rumah—segera pulih seutuhnya.