Mandiri Tanpa Kontraktor, Bisnis Modern Muhammadiyah Bangun Menara Rp48 Miliar
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Kiprah nyata Muhammadiyah dalam menggerakkan roda ekonomi mandiri kembali mencuri perhatian publik nasional. Usai meresmikan Ibrahim Tower, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir langsung meluncur ke Kantor PWM Jawa Tengah pada Rabu (20/5/2026). Kunjungan ini secara khusus menyoroti proyek raksasa pembangunan PWM Tower setinggi 12 lantai yang sedang berjalan.
Bukan sebatas pembangunan gedung biasa, mega proyek ini menjadi simbol kekuatan baru dari lini bisnis modern Muhammadiyah. Menariknya, pimpinan wilayah sama sekali tidak menggunakan jasa perusahaan kontraktor luar dalam proyek ini. Mereka memilih sistem swakelola penuh dengan mengandalkan PT Sinar Muhindo Konstruksi, sebuah Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) lokal.
Langkah berani tersebut langsung mendapat suntikan pujian dan apresiasi setinggi-tingginya dari Haedar Nashir. Ketum PP Muhammadiyah ini mengaku bangga melihat perkembangan unit usaha pengembang milik perserikatan yang kian profesional. Keberhasilan ini terbukti mampu merebut pengakuan luas dari berbagai pihak, baik di internal organisasi maupun publik nasional.
“Ini merupakan satu kebanggaan bukan hanya bagi Muhammadiyah Jawa Tengah, tetapi juga bagi nasional. Saya berharap Sinarmu sebagai lembaga yang maju, profesional, dan modern bisa terus melayani semua pihak,” ujar Haedar Nashir penuh kebanggaan.
Gandeng Vendor Subkon Lewat Jalur Lelang Terbuka
Direktur Utama PT Sinar Muhindo Konstruksi, Dedi Achyadi, S.T., menguraikan langsung cetak biru dari pembangunan menara megah tersebut. Dedi menjelaskan bahwa pihak panitia merupakan kolaborasi apik antara PT Sinar Muhindo dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Mereka menargetkan seluruh proses konstruksi akan rampung total pada September 2027 mendatang.
Guna menekan efisiensi anggaran, tim arsitek menerapkan sistem swakelola tanpa keterlibatan pihak ketiga. Manajemen PT Sinar Muhindo Konstruksi akan mengelola proyek secara langsung dan melelang tiap posisi pekerjaan kepada masing-masing vendor sub-kontraktor (subkon). Pola transparan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan bisnis perserikatan sudah setara dengan korporasi profesional.
Gedung 12 lantai ini nantinya akan berfungsi sebagai pusat peradaban baru bagi syiar Islam di Jawa Tengah. Menara ini siap menampung Kantor PWM Jateng, PT Sinar Muhindo, Biro Arahmah, Majelis Dikdasmen, hingga ASB. Kehadiran gedung baru ini diharapkan mampu mempermudah koordinasi antar-lembaga demi melahirkan program-program kemaslahatan yang jauh lebih progresif.
“InsyaAllah 2027 di bulan September akan selesai. Ini akan kita bangun dengan swakelola, di mana tidak ada kontraktor di sini, melainkan langsung kita lelangkan ke masing-masing vendor subkon,” ungkap Dedi Achyadi optimis.
Targetkan Dana Patungan dari Jaringan AUM dan Dermawan
Selain mendirikan menara baru setinggi 12 lantai, PT Sinar Muhindo Konstruksi juga siap merombak total gedung lama setinggi 5 lantai. Dedi membocorkan bahwa pengerjaan rehab total tersebut akan mengubah wajah bangunan menjadi lebih modern dan futuristik. Desain fasad terbaru yang mewah bahkan sudah terpasang rapi di lantai dua pemondokan untuk mengunggah semangat jemaah.
Tentu saja, mega proyek yang memakan biaya fantastis senilai Rp48 Miliar ini membutuhkan solidaritas keuangan yang kuat. Manajemen menggalang dana tersebut secara mandiri melalui sokongan penuh dari jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Jawa Tengah. Unit Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) potensial seperti Sinarmu dan ASB juga ikut ambil bagian menjadi penyokong dana utama.
Tidak berhenti di situ, panitia pembangunan juga membuka pintu lebar-lebar bagi para dermawan yang ingin menginvestasikan hartanya untuk akhirat. Dedi pun mengetuk hati seluruh warga perserikatan untuk ikut memberikan doa restu dan dukungan terbaik. Kerja keras ini menjadi bukti sahih bahwa kemandirian ekonomi umat mampu melahirkan mahakarya fisik tanpa bergantung pada pihak luar.
“Kami mengetuk pintu hati para dermawan dan warga Muhammadiyah untuk ikut menyukseskan pembangunan ini demi kejayaan dakwah kita bersama,” pungkas Dedi menutup wawancara.