Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Ingatkan Jemaah, Khotib Ini Tegaskan Harga Surga Mahal dan Butuh Perjuangan!

27 Mei 2026, 16:35 WIB 3 menit baca
Ustaz Rosyid Ridho menyampaikan khotbah Iduladha di atas mimbar Masjid Al-Muhajirin Karangayu Semarang di hadapan ratusan jemaah yang duduk menyimak dengan khusyuk.
Ustaz Rosyid Ridho, S.Pd. saat memberikan pesan khotbah Iduladha di hadapan ratusan jemaah Masjid Al-Muhajirin Karangayu, Semarang, Rabu (27/5/2026). Ia menegaskan bahwa harga surga mahal sehingga membutuhkan perjuangan dan ketakwaan yang konsisten.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Meraih surga ternyata tidak bisa dengan cara bersantai. Oleh karena itu, ratusan jemaah di Semarang mendadak terenyak saat mendengarkan khotbah Iduladha. Ustaz Rosyid Ridho, S.Pd., secara lantang menegaskan bahwa harga surga mahal. Pesan menohok ini langsung menggetarkan batin jemaah Masjid Al-Muhajirin Karangayu pada Rabu pagi (27/5/2026).

Sejak pukul 06.00 WIB, masyarakat sekitar sudah memadati seluruh area utama masjid. Menariknya, suasana Salat Iduladha 1447 Hijriah kali ini terasa jauh lebih khusyuk. Jemaah menyimak dengan saksama rangkaian tiga pesan penting dari sang khatib. Kehadiran figur Rosyid Ridho sukses membawa atmosfer refleksi spiritual yang sangat mendalam.

Dalam mimbar suci tersebut, Rosyid Ridho membagikan pesan khotbah Iduladha yang sangat krusial. Pasalnya, esensi kurban tidak boleh menguap begitu saja sebagai rutinitas tahunan semata. Melalui pengingat ini, khatib mengajak umat Muslim untuk menata kembali niat hidup mereka di dunia.

Rahasia Berkurban dengan Landasan Ikhlas Tanpa Berharap Pujian

Sebagai poin pertama, khatib menekankan pentingnya mentasarufkan nikmat titipan sesuai kehendak Allah SWT. Sebab, bersyukur yang sejati tidak boleh berhenti sampai di ucapan lisan saja. Kondisi tersebut menuntut tindakan nyata berupa kerelaan membagikan harta kepada sesama manusia yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Rosyid Ridho menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan perwujudan konkret dari rasa syukur. Namun demikian, panitia maupun pekurban wajib menjaga kesucian hati dari penyakit ria. Oleh sebab itu, landasan keikhlasan yang penuh menjadi harga mati agar pahala kurban diterima.

“Momentum penyembelihan hewan kurban tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan harus didasari oleh keikhlasan yang penuh agar bernilai pahala di sisi-Nya,” tutur Ustaz Rosyid Ridho di tengah pemaparannya.

Tanpa adanya keikhlasan, ritual penyembelihan hewan kurban hanya akan menjadi acara bagi-bagi daging biasa. Artinya, jemaah harus memfokuskan pikiran hanya untuk mengharap rida Sang Pencipta. Langkah batin inilah yang akan mengubah sekeranjang daging menjadi kendaraan takwa yang menyelamatkan manusia.

Tarikan Napas Terakhir Menuju Perjuangan Konsisten Meraih Surga Allah

Memasuki bagian penutup, suasana masjid berubah semakin hening saat khatib membahas tujuan akhir mukmin. Pasalnya, Rosyid Ridho kembali mengingatkan jemaah bahwa harga surga mahal. Akibatnya, manusia tidak akan bisa meraih tempat mulia tersebut jika bersikap malas-malasan.

Untuk memenangkan surga, umat Islam memerlukan perjuangan nyata serta ketakwaan yang konsisten. Selain itu, pengorbanan di jalan Allah juga menjadi batu ujian yang wajib dilewati. Oleh karena itu, momentum Iduladha harus menjadi bahan bakar baru untuk meningkatkan ibadah harian.

“Jannah Allah itu mahal dan tidak bisa didapatkan dengan santai. Diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh, ketakwaan yang konsisten, serta pengorbanan di jalan Allah untuk bisa meraihnya,” tegas Ustaz Rosyid Ridho secara lantang.

Kontributor: Tim media masjid al muhajirin
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: