Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Tabligh 7 menit baca

Siapa Dajjal Sebenarnya? Membedah Ciri Dajjal Menurut Islam Lewat Fakta Sejarah

Drs. H. Danusiri, M.Ag.

Komisi Dakwah MUI Kota Semarang, Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan Unimus

Siapa Dajjal Sebenarnya? Membedah Ciri Dajjal Menurut Islam Lewat Fakta Sejarah
Sebuah ilustrasi potret editorial konseptual yang memvisualisasikan ciri Dajjal menurut hadis dalam konteks modern.

Diskusi mengenai ciri Dajjal menurut Islam selalu menarik perhatian umat yang waspada terhadap fitnah akhir zaman. Jika pada tulisan Dajjal seri pertama (baca di sini) telah memaparkan secara umum wujud dan kemunculan sang pembohong besar, tulisan seri kedua ini akan mengupas sebuah fakta sejarah yang jauh lebih spesifik. Kita akan menelusuri kisah pertemuan langsung antara Rasulullah dengan seorang pemuda misterius bernama Ibnu Shayyad.

Pembahasan ini juga menyajikan sudut pandang baru yang membongkar makna simbolik di balik cacat fisik Dajjal yang sangat relevan dengan kehidupan modern.

Ketidakjelasan identitas asli Dajjal sebenarnya sudah memicu tanda tanya sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kita bisa menemukan catatan historis ini di dalam riwayat hadis sahih Muslim nomor 2931.

Pertemuan Rasulullah dengan Ibnu Shayyad

Hadis sahih tersebut merekam interaksi langsung Nabi dengan sosok Ibnu Shayyad.

أَأَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ انْطَلَقَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فِي رَهْطٍ قِبَلَ ابْنِ صَيَّادٍ حَتَّى وَجَدَهُ يَلْعَبُ مَعَ الصِّبْيَانِ عِنْدَ أُطُمِ بَنِي مَغَالَةَ وَقَدْ قَارَبَ ابْنُ صَيَّادٍ يَوْمَئِذٍ الْحُلُمَ فَلَمْ يَشْعُرْ حَتَّى ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ظَهْرَهُ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لاِبْنِ صَيَّادٍ ‏”‏ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ ‏”‏ ‏.‏ فَنَظَرَ إِلَيْهِ ابْنُ صَيَّادٍ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ الأُمِّيِّينَ ‏.‏ فَقَالَ ابْنُ صَيَّادٍ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَرَفَضَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَقَالَ ‏”‏ آمَنْتُ بِاللَّهِ وَبِرُسُلِهِ ‏”‏ ‏.‏ ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏”‏ مَاذَا تَرَى ‏”‏ ‏.‏ قَالَ ابْنُ صَيَّادٍ يَأْتِينِي صَادِقٌ وَكَاذِبٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏”‏ خُلِّطَ عَلَيْكَ الأَمْرُ ‏”‏ ‏.‏ ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏”‏ إِنِّي قَدْ خَبَأْتُ لَكَ خَبِيئًا ‏”‏ ‏.‏ فَقَالَ ابْنُ صَيَّادٍ ‏”‏ هُوَ الدُّخُّ ‏”‏ ‏.‏ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏”‏ اخْسَأْ فَلَنْ تَعْدُوَ قَدْرَكَ ‏”‏

Umar bin Khattab pernah pergi mendampingi Rasulullah bersama sekelompok sahabat. Mereka sengaja berjalan mendatangi Ibnu Shayyad secara langsung. Rombongan ini mendapati pemuda itu sedang asyik bermain bersama anak-anak di dekat benteng Bani Maghalah. Ibnu Shayyad pada waktu itu hampir memasuki usia baligh.

Pemuda ini sama sekali tidak menyadari kedatangan Nabi Muhammad ke tempat permainannya. Rasulullah kemudian menepuk punggung pemuda itu menggunakan tangan beliau. Nabi langsung melontarkan sebuah pertanyaan tajam, “Apakah engkau bersaksi bahwa aku adalah Rasulullah?”

Ibnu Shayyad menatap wajah Nabi lalu menjawab pertanyaan itu dengan nada angkuh. Ia menyatakan bersaksi bahwa Nabi adalah rasul bagi kaum ummiy. Namun, pemuda ini justru berbalik menantang dan meminta Rasulullah mengakui dirinya sebagai utusan Allah. Nabi menolak keras tantangan tersebut sambil menegaskan bahwa beliau hanya beriman kepada Allah dan para rasul-Nya.

Rasulullah kemudian menguji kesombongan Ibnu Shayyad dengan sebuah tebakan gaib. Beliau menyembunyikan sebuah kata dalam pikiran lalu meminta Ibnu Shayyad menebaknya. Ibnu Shayyad menjawab bahwa Nabi menyembunyikan Ad-dukh (asap). Nabi merespons secara tegas dan menyuruh pemuda itu menyingkir karena ia tidak akan pernah melampaui kedudukannya.

Makna Simbolik dan Ciri Fisik

Umar bin Khattab merasa sangat geram mendengar kelancangan lisan Ibnu Shayyad. Sahabat pemberani ini langsung memohon izin untuk memenggal kepala sang pemuda. Rasulullah mencegah niat Umar dengan memberikan jawaban yang sangat bijaksana.

إِنْ يَكُنْهُ فَلَنْ تُسَلَّطَ عَلَيْهِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْهُ فَلاَ خَيْرَ لَكَ فِي قَتْلِهِ

Nabi bersabda, “Jika dia benar Dajjal, engkau tidak akan mampu menguasainya; dan jika bukan, maka tidak ada kebaikan dalam membunuhnya.”

Para nabi terdahulu selalu mengingatkan umatnya tentang bahaya besar fitnah penyesat ini. Mitologi Yunani bahkan mencatat kisah serupa mengenai dewa bermata satu bernama Cyclops.

Nabi Muhammad kemudian menyempurnakan peringatan masa lalu itu dengan menjabarkan ciri dajjal menurut Islam secara terperinci. Beliau menyebutkan bahwa sosok perusak ini memiliki fisik yang cacat, yakni bermata satu (a’waru).

مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ مَنْ كَرِهَ عَمَلَهُ أَوْ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ ‏

Rasulullah melanjutkan penjelasannya tentang tanda khusus di wajah sang pembohong. Beliau bersabda, “Tertulis di antara kedua matanya kata ‘kafir’, dan setiap orang beriman akan dapat membacanya.” Tanda huruf kaf, fa’, dan ra’ ini menjadi petunjuk mutlak bagi mukmin dari berbagai tingkat pendidikan.

Ibnu Shayyad kebetulan memiliki bentuk mata yang sangat tidak wajar. Satu matanya menjorok ke dalam dan mata sebelahnya menonjol keluar. Ia juga berani mengangkat dirinya sendiri sebagai seorang Rasul. Kondisi cacat fisik dan kesombongan ini sempat membuat Umar bin Khattab amat yakin bahwa Ibnu Shayyad adalah Dajjal sebenarnya.

Namun, Rasulullah tetap mengedepankan sikap kehati-hatian yang tinggi. Beliau melihat secara langsung tidak ada tulisan ejaan kafir secara fisik di dahi pemuda itu. Fakta historis ini secara tersirat menegaskan bahwa sosok Dajjal belum muncul pada masa tersebut.

Ancaman Sifat Dajjal di Era Modern

Kita bisa menangkap pesan mendalam dari ciri dajjal menurut Islam melalui pendekatan rasional. Metafora sosok bermata satu secara kuat menggambarkan cara pandang yang buta terhadap kebenaran rohani. Orang dengan karakter ini hanya memandang dan mengejar kenikmatan duniawi secara rakus.

Mereka dengan berani menolak dan mengingkari eksistensi kehidupan akhirat yang abadi. Simbol kekufuran mereka tampak begitu nyata seolah tertulis menonjol di wajahnya. Kelompok ini sering kali merendahkan konsep malaikat, setan, surga, dan neraka sebagai cerita fiksi belaka.

Banyak ideologi modern saat ini mengadopsi sifat serakah kaum Dajjaliyun. Paham materialisme, komunisme, kapitalisme, dan sosialisme mengukur pencapaian murni dari tumpukan materi. Para penganut ideologi tersebut menanamkan keyakinan bahwa realitas sejati hanyalah akumulasi harta dan kekayaan.

Tanda kebangkrutan spiritual para pemuja duniawi ini sangat mudah kita kenali. Mereka sering menggunakan kekuatan militer atau simbol kekuasaan ateisme untuk meruntuhkan nilai agama. Fasilitas mewah dan kemegahan yang mereka bangun semata-mata demi memuaskan hasrat ketamakan duniawi. Kita wajib mempertebal iman dan mengutamakan nilai ukhrawi agar selamat dari cengkeraman ideologi merusak ini.

Baca juga seri lengkap artikel Dajjal:

Mengenal Ciri-ciri Dajjal Menurut Hadis dan Maknanya di Era Modern

Siapa Sebenarnya Dajjal? Inilah Bentuk Aslinya yang Paling Ditakuti Sepanjang Sejarah Manusia

Siapa Sebenarnya Dajjal? Kenali Tanda Nyata Kemunculan Dajjal yang Kerap Diabaikan Umat

Siapa Sebenarnya Dajjal? Kenali Fitnah Surga Dajjal dan Rahasia Surat Al-Kahfi

Siapa Sebenarnya Dajjal? Mengungkap Kekejaman Dajjal dan Rahasia Keteguhan Iman Umat

Siapa Sebenarnya Dajjal? Mengungkap Kematian Dajjal di Akhir Zaman dan Turunnya Nabi Isa

Siapa Sebenarnya Dajjal? Waspada Sosok Pemimpin Sesat yang Lebih Menakutkan

Editor: Agung S Bakti
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: