Umat Islam sering bertanya tentang ciri-ciri Dajjal yang sesungguhnya. Para ulama mencatat ratusan hadis Nabi Muhammad SAW yang membahas sosok akhir zaman ini.
Imam Ahmad bin Hanbal misalnya meriwayatkan hingga 209 hadis. Sementara itu, Imam Bukhari memuat 47 hadis dan Imam Muslim merangkum 35 hadis. Berbagai perawi lain juga mencatat hadis tentang Dajjal dengan total mencapai 419 riwayat.
Meskipun penjelasan tentang ciri-ciri Dajjal sangat banyak, sosok ini tetap masuk dalam kategori mutasyabihat atau belum jelas. Oleh karena itu, penafsiran ulama mengenai wujud Dajjal menurut Islam sangat bervariasi. Pada tulisan pertama dari enam seri tulisan soal siapa Dajjal sebenarnya ini, akan dibahas beberapa hal terkait ciri-ciri tersebut dan hal-hal lainnya yang terkait.
Rasulullah SAW sendiri tidak langsung memastikan seseorang memiliki ciri-ciri Dajjal. Beliau sangat berhati-hati dalam menilai hal tersebut. Kisah Ibnu Shayyad menjadi contoh nyata kerumitan dalam menentukan siapa Dajjal sebenarnya. Mari kita perhatikan riwayat sahih berikut:
اِنْطَلَقَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ، يَؤُمَّانِ النَّخْلَ الَّذِي فِيهِ ابْنُ صَيَّادٍ، حَتَّى إِذَا دَخَلَ النَّخْلَ، طَفِقَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَّقِي بِجُذُوعِ النَّخْلِ، وَهُوَ يَخْتِلُ أَنْ يَسْمَعَ مِنِ ابْنِ صَيَّادٍ شَيْئًا قَبْلَ أَنْ يَرَاهُ ابْنُ صَيَّادٍ، وَهُوَ فِي قَطِيفَةٍ لَهُ يُزَمْزِمُ فِيهَا، فَرَأَتْهُ أُمُّهُ فَقَالَتْ: يَا صَافِ -وَهُوَ اسْمُ ابْنِ صَيَّادٍ- هَذَا مُحَمَّدٌ، فَسَكَتَ ابْنُ صَيَّادٍ. فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَوْ تَرَكْتُمُوهُ بَيَّنَ
Artinya:
Ketika beliau masuk ke dalam kebun, Nabi SAW berjalan sambil bersembunyi di balik batang-batang kurma untuk mendengarkan sesuatu dari Ibnu Shayyad sebelum Ibnu Shayyad melihat beliau. Saat itu Ibnu Shayyad sedang berada di dalam selimut beludru sambil menggumamkan sesuatu. Ibunya melihat Nabi SAW lalu berkata: ‘Wahai Shafi’ (nama Ibnu Shayyad), ini Muhammad!’ Ibnu Shayyad pun terdiam. Maka Nabi SAW bersabda: ‘Seandainya kalian membiarkannya, niscaya keadaannya akan jelas (apakah dia Dajjal atau bukan (HR Bukhari: 2444).
Hadis tentang Dajjal ini menunjukkan sikap kehati-hatian Nabi SAW. Nabi tidak memastikan secara akurat apakah Ibnu Shayyad memiliki ciri-ciri Dajjal atau bukan. Akibatnya, umat Islam juga tidak mendapat kepastian mutlak mengenai status pria tersebut.
Lebih dari Satu Sosok Pembohong
Menariknya, Nabi SAW menyebut sosok yang membawa ciri-ciri Dajjal bukan hanya satu orang. Beliau menegaskan bahwa mereka bisa muncul dalam jumlah banyak. Perhatikan peringatan Rasulullah SAW dalam hadis ini:
َعَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ، قَرِيبٌ مِنْ ثَلاَثِينَ، كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ
Artinya:
Tidak akan tiba hari kiamat sehingga dibangkitkan para dajjal-dajjal yang pendusta. Jumlah mereka mendekati tiga puluh orang, semuanya mengaku bahwa mereka adalah utusan Allah (HR Bukhari: 3340, 6588, Muslim: 8, 5205, Turmuzi: 2144, Abu Dawud: 3772, Ahmad: 6930, 7790, 9518, 10445).
Kapan waktu tanda kiamat ini terjadi? Nabi SAW tidak menjelaskannya secara rinci kapan kiamat tiba.
Al-Qur’an memang menyebut hari kiamat semakin dekat. Namun, setelah lebih dari 1438 tahun berlalu, bumi masih tetap utuh dan segar. Kita harus memahami persoalan kiamat secara global (ijmalan) sebagai takdir Allah SWT.
Kita bisa menafsirkan kemunculan ciri-ciri Dajjal sebagai lahirnya para rasul palsu. Sejarah mencatat nama-nama pembohong yang mengaku mendapat wahyu, seperti Mirza Ghulam Ahmad, Lia Eden, dan Musaddeq. Mereka mewakili sifat Dajjal pembohong yang menyesatkan umat.
Karakteristik Dajjal di Era Modern
Karakter pendusta merupakan ciri-ciri Dajjal utama yang paling melekat. Hadis lain bahkan menyebut rincian jumlah mereka secara spesifik:
قَالَ فِي أُمَتِي كَذَابُوْنَ وَدَجَالُوْنَ سَبْعَةُ وَعِشْرُوْنَ مِنْهُمْ أَرْبَعُ نِسْوَةٍ وَإِنِي خَاتَمُ النَبِيِيْنَ لَا نَبِيَ بَعْدِي
Artinya:
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda: Dalam ummatku ada para pendusta dan dajjal sebanyak duapuluh tujuh, diantara mereka ada empat orang wanita, aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi setelahku (HR Ahmad: 22269).
Rasulullah SAW tidak merinci kapan dan di mana 27 sosok ini muncul. Oleh karena itu, kita bisa memaknai sosok tersebut melalui ciri-ciri Dajjal yang berupa karakter buruk para pemimpin. Para tokoh Muslim Timur Tengah pada 1960-an misalnya, pernah melabeli Leonid Brezhnev, tokoh komunis Uni Soviet, sebagai Dajjal karena sifat-sifatnya.
Di era demokrasi saat ini, kita sering menjumpai tokoh atau pemimpin yang gemar menebar janji manis. Mereka sangat lantang mengobral janji kesejahteraan rakyat saat masa kampanye pemilu. Kenyataannya, janji-janji tersebut hanya menjadi omong kosong belaka.
Mereka justru melakukan korupsi secara membabi buta setelah berhasil menduduki jabatan. Para pemimpin pembohong inilah yang hakikatnya menjadi representasi kaum Dajjal (dajjâliyyûn) karena memiliki ciri-ciri Dajjal di masa kini. Jadi, waspadalah terhadap para pemimpin yang gemar menipu rakyat.
Baca juga seri lengkap artikel Dajjal:
Mengenal Ciri-ciri Dajjal Menurut Hadis dan Maknanya di Era Modern
Siapa Dajjal Sebenarnya? Membedah Ciri Dajjal Menurut Islam Lewat Fakta Sejarah
Siapa Sebenarnya Dajjal? Inilah Bentuk Aslinya yang Paling Ditakuti Sepanjang Sejarah Manusia
Siapa Sebenarnya Dajjal? Kenali Tanda Nyata Kemunculan Dajjal yang Kerap Diabaikan Umat
Siapa Sebenarnya Dajjal? Kenali Fitnah Surga Dajjal dan Rahasia Surat Al-Kahfi
Siapa Sebenarnya Dajjal? Mengungkap Kekejaman Dajjal dan Rahasia Keteguhan Iman Umat
Siapa Sebenarnya Dajjal? Mengungkap Kematian Dajjal di Akhir Zaman dan Turunnya Nabi Isa
Siapa Sebenarnya Dajjal? Waspada Sosok Pemimpin Sesat yang Lebih Menakutkan