Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Tabligh 7 menit baca

Siapa Sebenarnya Dajjal? Mengungkap Kekejaman Dajjal dan Rahasia Keteguhan Iman Umat

Drs. H. Danusiri, M.Ag.

Komisi Dakwah MUI Kota Semarang, Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan Unimus

Siapa Sebenarnya Dajjal?  Mengungkap Kekejaman Dajjal dan Rahasia Keteguhan Iman Umat
Ilustrasi konseptual keteguhan iman seorang mukmin di tengah puncak fitnah akhir zaman. Kekejaman Dajjal merupakan personifikasi dari kebrutalan pemimpin zalim yang anti-Islam dan menindas umat. Namun, seberat apa pun siksaan fisik tersebut, seorang mukmin sejati akan tetap mempertahankan tauhidnya demi meraih kebahagiaan hakiki di surga.

Melanjutkan sedikit pembahasan sebelumnya mengenai Siapa Sebenarnya Dajjal? Kenali Fitnah Surga Dajjal dan Rahasia Surat Al-Kahfi, tulisan seri keenam Dajjal ini membongkar kekejaman Dajjal yang luar biasa.

Pembahasan mengenai sosok Dajjal seolah tiada habisnya karena terdapat 419 hadis dari 14 kitab induk yang mengulasnya secara mendalam. Narasi-narasi tersebut menampilkan banyak sekali varian mengenai profil fisik dan postur tubuhnya.

Istilah Dajjal sendiri bisa merujuk pada satu orang tunggal maupun merujuk pada kelompok (dajjalûn). Selain itu, kata Dajjal juga bisa bermakna figur atau karakter pemimpin ateis yang menindas rakyat dengan berbagai cara secara sangat kejam.

Siksaan Brutal Dajjal terhadap Orang Beriman

Kekejaman Dajjal tampak sangat jelas melalui sebuah hadis panjang yang menceritakan pertemuannya dengan seorang mukmin. Orang beriman tersebut percaya sepenuhnya bahwa Dajjal merupakan pembohong besar yang mengaku sebagai Tuhan.

Saat bertemu langsung, ia berani mengingkari klaim tersebut dan menegaskan bahwa ia hanya bertuhan kepada Allah. Nabi Muhammad SAW mengisahkan siksaan yang menimpa mukmin tersebut.

فَيَقُولُ خُذُووهُ وَشُجُّوهُ فَيُوسَعُ ظَهْرُهُ وَبَطْنُهُ ضَرْبًا قَالَ فَيَقُولُ أَوَ مَا تُؤْمِنُ بِي قَالَ فَيَقُولُ أَنْتَ الْمَسِيحُ الْكَذَّابُ قَالَ فَيُؤؤْمَرُ بِهِ فَيُؤْشَرُ بِالْمِئْشَارِ مِنْ مَفْرِقِهِ حَتَّى يُفَرَّقَ بَيْنَ رِجْلَيْهِ قَالَ ثُمَّ يَمْشِي الدَّجَّالُ بَيْنَ الْقِطْعَتَيْنِ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ قُمْ فَيَسْتَوِي قَائِمًا قَالَ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ أَتُؤْمِنُ بِي فَيَقُولُ مَا ازْدَدْتُ فِيكَ إِلَّا بَصِيرَةً قَالَ ثُمَّ يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّهُ لَا يَفْعَلُ بَعْدِي بِأَحَدٍ مِنْ النَّاسِ قَالَ فَيَأْخُذُهُ الدَّجَّالُ لِيَذْبَحَهُ فَيُجْعَلَ مَا بَيْنَ رَقَبَتِهِ إِلَى تَرْقُوَتتِهِ نُحَاسًا فَلَا يَسْتَطِيعُ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ فَيَأْخُذُ بِيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ فَيَقْذِفُ بِهِ فَيَحْسِبُ النَّاسُ أَنَّمَا قَذَفَهُ إِلَى النَّارِ وَإِنَّمَا أُلْقِيَ فِي الْجَنَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا أَعْظَمُ النَّاسِ شَهَادَةً عِنْدَ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dajjal memerintahkan anak buahnya untuk menyiksa tubuh orang mukmin itu. Maka sekujur punggung dan perut orang mukmin itu penuh dengan pukulan anak buah Dajjal. Selanjutnya Dajjal bertanya, “Apa kamu tak mau beriman padaku?”. Mukmin itu menjawab tegas, “Kau adalah al-Masih pendusta!”. Mendengar jawaban itu, Dajjal memerintahkan anak buahnya untuk menggergaji orang mukmin tersebut dari ujung kepala hingga pertengahan antara kedua kakinya.

Setelah itu, Dajjal berjalan di antara dua potongan tubuh tersebut dan berkata, “Berdirilah,” dan tubuh itu pun kembali berdiri. Dajjal kembali bertanya, “Apa kau beriman padaku?”. Orang mukmin itu membalas bahwa kini ia semakin mengetahui bahwa sosok di hadapannya benar-benar Dajjal. Dajjal kemudian menyembelihnya lalu memberi leher dan tulang selangkanya dengan perak. Namun, Dajjal tidak mampu memaksa mukmin tersebut mengikuti kepercayaannya karena imannya sangat kuat. Kemudian, kedua tangan dan kaki mukmin itu diambil lalu dilemparkan. Manusia yang lain mengira mukmin itu dilempar ke neraka, padahal sejatinya ia masuk surga (HR Muslim: 5230).

Takwil Rasional Karakter Pemimpin Dzalim

Kita tidak mungkin memaknai hadis ini secara tekstual murni. Narasi teks hadis tersebut tampak irasional. Bagaimana mungkin seseorang yang sudah digergaji dari ujung kepala hingga selangkangan dan terbelah menjadi dua masih bisa berdiri tegak? Bagaimana mungkin ia masih bisa menjawab pertanyaan Dajjal? Oleh karena itu, kita memerlukan takwil rasional terhadap hadis sahih ini yang tetap berada di dalam koridor syar’i.

Hadis ini sejatinya menyampaikan pesan metaforis yang mendalam. Dajjal merupakan personifikasi dari sifat kafir dan sombong, layaknya sosok Fir’aun dan Namrud yang juga terang-terangan mengaku sebagai tuhan.

Siksaan mengerikan itu menggambarkan betapa kejamnya pemimpin zalim dan anti-Islam. Mereka tidak pernah puas merundung (membuli), mendiskriminasi, dan mempersekusi kaum muslimin secara bertubi-tubi dan brutal.

Karakter kekejaman Dajjal itu sangat mirip dengan sifat kafir harbi, yakni musuh yang memerangi Islam dan umatnya. Di era sekarang, kita bisa melihat karakter dajjaliyun ini pada pemimpin negara adidaya. Mereka memaksa setiap negara tunduk kepada kehendak mereka.

Keteguhan Iman dan Pesan Husnul Khatimah

Meskipun menghadapi siksaan mematikan, mukmin dalam hadis tersebut tetap hidup dalam keimanannya. Pada akhirnya, ia dilempar ke dalam neraka Dajjal.

Namun, hakikat dari neraka Dajjal tersebut adalah surga yang sejati bagi sang mukmin. Orang yang menjaga keteguhan imannya (istiqamah) hingga embusan napas terakhir akan meraih gelar husnul khatimah. Allah SWT menjanjikan ganjaran surga bagi mereka.

Al-Qur’an secara tegas mengamanatkan kepada seluruh manusia agar senantiasa menjaga tauhid. Bagaimanapun keadaannya dan seberat apa pun penderitaannya, umat Islam pantang mati dalam keadaan kafir. Kita wajib meninggal dalam keadaan beriman dan memeluk Islam. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim – (QS Ali Imran: 102).

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan memeluk agama Islam – (QS al-Baqarah: 132).

Kesimpulannya, kengerian siksaan Dajjal adalah gambaran utuh tentang kebrutalan pemimpin zalim yang membenci syariat Islam. Pendekatan takwil hadis Dajjal ini menegaskan bahwa kekejaman Dajjal akan menjadi ujian terberat dalam sejarah manusia. Oleh karena itu, jadikanlah perlindungan dari fitnah akhir zaman sebagai doa utama kita sehari-hari, agar Allah SWT senantiasa menjaga tauhid kita hingga ajal tiba dan mengaruniakan derajat husnul khatimah.

Baca juga seri lengkap artikel Dajjal:

Mengenal Ciri-ciri Dajjal Menurut Hadis dan Maknanya di Era Modern

Siapa Dajjal Sebenarnya? Membedah Ciri Dajjal Menurut Islam Lewat Fakta Sejarah

Siapa Sebenarnya Dajjal? Inilah Bentuk Aslinya yang Paling Ditakuti Sepanjang Sejarah Manusia

Siapa Sebenarnya Dajjal? Kenali Tanda Nyata Kemunculan Dajjal yang Kerap Diabaikan Umat

Siapa Sebenarnya Dajjal? Kenali Fitnah Surga Dajjal dan Rahasia Surat Al-Kahfi

Siapa Sebenarnya Dajjal? Mengungkap Kematian Dajjal di Akhir Zaman dan Turunnya Nabi Isa

Siapa Sebenarnya Dajjal? Waspada Sosok Pemimpin Sesat yang Lebih Menakutkan

Editor: Agung S Bakti
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: