Pada seri sebelumnya kita mengupas tuntas brutalnya kekejaman Dajjal. Dajjal sangat kejam menindas umat beriman. Namun, penderitaan umat ini pasti memiliki akhir. Al-Qur’an menegaskan kebenaran pasti menghancurkan kebatilan. Seri ini menelusuri akhir tragis kematian Dajjal. Nabi Isa akhir zaman akan turun membawa kedamaian. Kita juga akan menakar korelasi kisah Dajjal dengan prediksi sains.
Kisah dan sejarah memiliki perbedaan mendasar. Kisah berfokus menceritakan peristiwa melalui aktivitas pelaku. Selain itu, penceritaannya juga sangat menekankan pesan moral. Contohnya riwayat para Nabi dalam Al-Qur’an. Sebaliknya, sejarah mencatat fakta secara ketat. Sejarah mencatat pelaku, aktivitas, serta waktu dan tempat kejadian secara faktual.
Pertarungan Dajjal melawan Nabi Isa akhir zaman merupakan kisah dramatis-eskatologis. Kisah Dajjal ini membahas alam gaib dan keakhiratan. Cerita ini menguraikan tokoh yang mengalami tragedi. Penjelasan di dalamnya juga menunjukkan kelompok yang berakhir bahagia.
Al-Qur’an Surah Al-Isra’ ayat 81 menjadi landasan teori kisah ini, bahwa yang buruk dihapus oleh yang baik, yang salah diluruskan oleh yang benar, dan yang batil dihancurkan oleh yang haq. Ayat yang dimaksud adalah:
قُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ەۗ اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ
“Dan katakanlah, kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu pasti lenyap – (QS al-Isra’: 81″)
Kematian Dajjal di Pintu Ludd
Banyak hadis menerangkan proses kematian Dajjal secara eksplisit. Nabi Isa bin Maryam akan turun ke bumi memimpin umat beriman. Mengenai kematian dajjal disebutkan dalam hadis berikut:
… فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَؤُمُّهُمْ، فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ اللَّهِ، ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ، فَلَوْ تَرَكَهُ لَذَابَ حَتَّى يَهْلِكَ، وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللَّهُ بِيَدِهِ، فَيُرِيهِمْ دَمَهُ فِي حَرْبَتِهِ
‘Isa bin Maryam shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi imam bagi mereka. Apabila musuh Allah (Dajjal) melihatnya, niscaya ia meleleh seperti garam yang larut di dalam air. Seandainya dia (‘Isa) membiarkannya, niscaya ia meleleh dan binasa, namun Allah membunuhnya dengan tangan Nabi ‘Isa. Lalu Nabi ‘Isa memperlihatkan kepada mereka darahnya di tombaknya (HR Muslim:5157).
Dajjal sebenarnya bisa binasa dengan sendirinya. Namun, Allah menakdirkan Nabi Isa membunuh Dajjal langsung. Pertarungan akhir yang mengantar kematian Dajjal ini terjadi di pintu Ludd. Disebutkan bahwa dajjal terbunuh:
يَقْتُلُ ابْنُ مَرْيَمُ الدَجَالَ بِبَابِ لُدّ
Ibnu Maryam membunuh dajjal di pintu Ludd (HR: Muslim 5228, suatu kawasan di Palestina, kata Nabi – HR Abu Dawud: 23327)”
Hembusan Angin Syam dan Kedamaian Singkat
Pasca kematian Dajjal, umat manusia merasakan masa kedamaian. Setelah Dajjal terbunuh, Nabi menggambarkan:
ثُمَّ يَمْكُثُ النَّاسُ سَبْعَ سِنِينَ لَيْسَ بَيْنَ اثْنَيْنِ عَدَاوَةٌ
Setelah itu selama tujuh tahun, manusia tinggal dan tidak ada permusuhan di antara dua orang pun – (HR Muslim: 2940)
Hadis lain menyebut durasi yang berbeda mengenai masa ini. Tetapi hadis berikut menyebutnya lain:
ثُمَّ يَمْكُثَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ فِى الأَرْضِ أَرْبَعِينَ سَنَةً إِمَاماً عَدْلاً وَحَكَماً مُقْسِطاً
Kemudian ‘Isa ‘alaihissalam tinggal di bumi selama empat puluh tahun dan menjadi imam yang adil dan hakim yang adil – (HR Bukhari: 2070)
Terlepas dari perbedaan angka, masa damai ini terbilang singkat. Setelah masa damai berakhir, Allah mengirimkan angin Syam. Rakyat di bawah kepemimpinan Nabi ‘Isa, sebagaimana gambaran Nabi:
ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّأْمِ فَلاَ يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ أَحَدٌ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيمَانٍ إِلاَّ قَبَضَتْهُ
“(Kemudian Allah mengirim angin sejuk dari arah Syam lalu tidak tersisa seorang yang dihatinya ada kebaikan atau keimanan seberat biji sawi pun yang tersisa kecuali mencabut nyawanya – HR Muslim: 168)”
Tiupan misterius tersebut memastikan orang beriman wafat dalam keadaan husnul khatimah. Setelahnya, bumi hanya berisi orang-orang kafir dan jahat. Orang beriman tidak akan menyaksikan kengerian kiamat.
Kiamat Menurut Sains dan Kesimpulan
Narasi dramatis kiamat ini sejalan dengan ilmu pengetahuan sains. Manusia memang sulit memastikan waktu kiamat secara presisi. Ilmuwan memiliki prediksi kiamat menurut sains. Mereka memperkirakan bumi musnah 1 hingga 1,3 miliar tahun lagi.
Suhu Matahari akan meningkat secara drastis. Panas ini membuat seluruh air lautan menguap. Bumi lalu kosong melompong seperti planet Yupiter atau Mars saat ini.
Planet tempat tinggal kita ini kemudian benar-benar hancur sekitar 5 hingga 7,5 miliar tahun mendatang. Bintang raksasa merah Matahari akhirnya menyerap material bumi ke dalamnya.
Umat Islam tidak perlu memikirkan narasi kiamat ini terlalu dalam. Mengimani turunnya Nabi Isa tidak termasuk rukun iman wajib. Kita cukup mengimani kisah Dajjal ini secara global.
Prediksi panjangnya usia bumi memberi umat manusia sebuah kelonggaran. Kita masih punya banyak waktu luang untuk terus berbuat baik. Mari kita fokus beriman dan memperbanyak amal saleh sekarang juga.
Baca juga seri lengkap artikel Dajjal:
Mengenal Ciri-ciri Dajjal Menurut Hadis dan Maknanya di Era Modern
Siapa Dajjal Sebenarnya? Membedah Ciri Dajjal Menurut Islam Lewat Fakta Sejarah
Siapa Sebenarnya Dajjal? Inilah Bentuk Aslinya yang Paling Ditakuti Sepanjang Sejarah Manusia
Siapa Sebenarnya Dajjal? Kenali Tanda Nyata Kemunculan Dajjal yang Kerap Diabaikan Umat
Siapa Sebenarnya Dajjal? Kenali Fitnah Surga Dajjal dan Rahasia Surat Al-Kahfi
Siapa Sebenarnya Dajjal? Mengungkap Kekejaman Dajjal dan Rahasia Keteguhan Iman Umat
Siapa Sebenarnya Dajjal? Waspada Sosok Pemimpin Sesat yang Lebih Menakutkan