Allah SWT selalu mengingatkan manusia tentang bahaya tipu daya iblis di dunia. Makhluk ini memosisikan dirinya sebagai musuh yang nyata bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an untuk mewaspadai ancaman tersebut secara serius.
وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ الشَّيْطٰنُۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Dan janganlah sekali-kali kamu dipalingkan oleh setan. Sesungguhnya ia merupakan musuh yang nyata bagimu – (QS az-Zukhruf [43]: 62).
Seluruh aktivitas setan semata-mata bertujuan untuk menyesatkan umat manusia. Makhluk ini berusaha keras menguasai manusia agar selalu mengikuti perintah dan kemauannya. Sebagai bentuk kasih sayang, Allah SWT memberikan peringatan tegas melalui firman-Nya.
وَّلَاُضِلَّـنَّهُمۡ وَلَاُمَنِّيَنَّهُمۡ وَلَاٰمُرَنَّهُمۡ فَلَيُبَـتِّكُنَّ اٰذَانَ الۡاَنۡعَامِ وَلَاٰمُرَنَّهُمۡ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلۡقَ اللّٰهِؕ وَمَنۡ يَّتَّخِذِ الشَّيۡطٰنَ وَلِيًّا مِّنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ فَقَدۡ خَسِرَ خُسۡرَانًا مُّبِيۡنًا ؕ ١١٩
Dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata – (QS an-Nisa’ [4]: 119).
Berdasarkan ayat tersebut, manusia memang sering kali menjadi sasaran empuk. Iblis terus bermanuver untuk menjadikan manusia sebagai budaknya setiap waktu. Kita wajib membentengi diri dari godaan setan ini melalui keimanan yang kuat.
Strategi Licik dan Tipu Daya Iblis
Nabi Muhammad SAW juga membagikan informasi penting terkait karakteristik dan sikap iblis. Sejak penciptaan Nabi Adam AS, iblis senantiasa mencari titik lemah umat manusia. Berikut adalah sabda Rasulullah SAW mengenai peristiwa tersebut.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ آدَمَ تَرَكَهُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدَعَهُ فَجَعَلَ إِبْلِيسُ يُطِيفُ بِهِ يَنْظُرُ إِلَيْهِ فَلَمَّا رَآهُ أَجْوَفَ عَرَفَ أَنَّهُ خَلْقٌ لَا يَتَمَ الَكُ
Rasulullah Shallallahu’alaihi waSallam bersabda, Tatkala Allah mencipta Adam, Dia meninggalkannya dengan sekehendak-Nya, iblis kemudian datang mengitarinya seraya mengamatinya, dan ketika ia melihat bahwa Adam adalah makhluk yang memiliki rongga ia mengerti bahwa Adam adalah makhluk yang tidak bisa mengendalikan diri – (HR. Ahmad 12081, 12912, 13028, 13168).
Hadis ini menyingkap beberapa rahasia penting tentang tipu daya iblis. Pertama, makhluk ini selalu memperbarui strategi dan pengetahuannya tentang kelemahan kita. Kedua, iblis meneliti setiap bayi yang lahir secara komprehensif tanpa terkecuali.
Ketiga, iblis sama sekali tidak menilai manusia dari ukuran fisiknya. Setan memandang manusia sebagai makhluk berongga yang sangat rentan. Akibatnya, mereka merasa leluasa untuk keluar masuk ke dalam relung hati manusia.
Akhirnya, iblis menyimpulkan bahwa manusia sangat sulit mengendalikan hawa nafsunya. Kesimpulan ini menjadi modal utama mereka untuk menyesatkan umat manusia dari jalan kebenaran. Mereka secara terang-terangan meminta izin kepada Allah SWT untuk melancarkan misinya.
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ إِبْلِيسَ قَالَ لِرَبِّهِ بِعِزَّتِكَ وَجَلَالِكَ لَا أَبْرَحُ أُغْوِي بَنِي آدَمَ مَا دَامَتْ الْأَرْوَاحُ فِيهِمْ فَقَالَ اللَّهُ فَبِعِزَّتِي وَجَلَالِي لَا أَبْرَحُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُونِي
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Iblis berkata kepada Rabbnya: Demi kemuliaan dan keagungan-Mu wahai Rabb, aku akan senantiasa menggelincirkan anak cucu Adam selama ruh mereka masih ada di dalam jasad-jasad mereka, lalu Allah berfirman: Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku akan senantiasa mengampuni mereka selama mereka meminta ampun kepada-Ku (HR. Ahmad 10814, 10940, 11304).
Hadis tersebut membuktikan besarnya kekuasaan sekaligus kasih sayang Allah SWT. Allah SWT memang membiarkan iblis melancarkan godaan setan kepada manusia. Namun, Allah SWT juga menjanjikan ampunan luas bagi hamba-Nya yang mau bertaubat.
Cara Mengatasi Godaan Setan di Era Modern
Terkadang, tipu daya iblis gagal meruntuhkan pertahanan tauhid umat Islam. Saat menemui jalan buntu, mereka tidak pernah menyerah begitu saja. Iblis segera menggelar pertemuan khusus bersama para pengikut setianya untuk menyusun strategi baru.
قَالَ إِبْلِيسُ لِأَوْلِيَائِهِ مِنْ أَيِّ شَيْءٍ تَأْتُونَ بَنِي آدَمَ فَقَالُوا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ قَالَ فَهَلْ تَأْتُونَهُمْ مِنْ قِبَلِ الِاسْتِغْفَارِ قَالُوا هَيْهَاتَ ذَاكَ شَيْءٌ قُرِنَ بِالتَّوْحِيدِ قَالَ لَأَبُثَّنَّ فِيهِمْ شَيْئًا لَا يَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ مِنْهُ قَالَ فَبَثَّ فِيهِمْ الْأَهْوَاءَ
Iblis berkata kepada pengikutnya, Dari sisi mana saja kalian datang (menggoda) manusia? Mereka menjawab, dari segala arah. Ia bertanya lagi, apakah kalian akan datang (menggoda) mereka dari arah istighfar? Mereka menjawab, tidak mungkin, karena hal itu sangat berkaitan dengan tauhid. Ia berkata, Aku akan sebarkan sesuatu diantara mereka hingga mereka tidak beristighfar kepada Allah. Dia (al ‘Auza’i) berkata, lalu iblis menyebarkan (keinginan mengikuti) hawa nafsu kepada mereka – HR ad-Darimi: 310).
Riwayat di atas memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Setan merasa sangat kesulitan menembus kuatnya benteng istighfar umat manusia. Sebagai jalan pintas, iblis memilih menyebarkan jerat hawa nafsu ke dalam relung hati manusia.
Saat ini, implementasi jebakan hawa nafsu tersebut terasa sangat nyata. Manusia sering kali terlena saat menikmati hiburan di media sosial. Banyak orang menghabiskan waktunya membaca kabar hoaks alih-alih berzikir mengingat Allah SWT. Situasi kelalaian ini merupakan wujud tipu daya iblis yang sangat halus.
Sebagai kesimpulannya, kita harus bijaksana membatasi diri dari hal-hal yang melalaikan. Kita perlu memperbanyak tafakur, mengingat Allah (dzikrullah), dan terus beramal saleh. Langkah-langkah preventif ini terbukti ampuh sebagai cara mengatasi godaan setan dalam kehidupan sehari-hari.