Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bukan Sekadar Piknik, Inovasi ‘Pesantren Lansia On The Road’ Masjid At Taqwa Ngaliyan Curi Perhatian

5 September 2026, 11:26 WIB • 2 menit baca
Rombongan 92 jemaah Pesantren Lansia Masjid At Taqwa Ngaliyan tersenyum memegang spanduk rihlah dengan latar belakang kemegahan arsitektur Masjid Al-Aqsha Klaten.
Sebanyak 92 jemaah Pesantren Lansia On The Road dari Masjid At Taqwa Ngaliyan berfoto bersama membentangkan spanduk rihlah di halaman Masjid Al-Aqsha, Klaten, pada Sabtu (5/9/2026).

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Sebanyak 92 jemaah lanjut usia dari Masjid At Taqwa Wates, Ngaliyan, Kota Semarang, menjalani program inovatif bertajuk ‘Pesantren Lansia On The Road’ ke Yogyakarta pada Sabtu (5/9/2026). Rombongan besar yang terdiri dari 40 jemaah putra dan 52 jemaah putri ini menempuh perjalanan menggunakan dua armada bus pariwisata. Inisiatif yang menggabungkan konsep tadabur alam dan wisata religi tersebut menjadi terobosan baru takmir masjid dalam memakmurkan jemaah di luar lingkungan tempat ibadah.

Konsep rihlah ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman spiritual yang menyegarkan bagi para jemaah. Ketua Takmir Masjid At Taqwa Wates Ngaliyan, Prof. Dr. Ahwan Fanani, M.Ag., menjelaskan bahwa program ini sengaja mengubah rutinitas pengajian konvensional.

“Sebenarnya memindahkan pesantren lansia yang biasanya di masjid menjadi punya nuansa tadabur dan tamasya,” ujar Prof. Ahwan.

Seluruh 95 peserta memulai perjalanan dari Semarang sejak pukul 06.00 WIB. Rombongan dari dua bus tersebut singgah di Masjid Al-Aqsha, Klaten, untuk menunaikan salat Dhuha bersama. Agenda kemudian berlanjut dengan pengajian di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan kunjungan sejarah ke Museum Muhammadiyah.

Menguatkan Ukhuwah dan Peradaban

Prof. Ahwan menegaskan perjalanan ini sarat akan nilai edukasi dan ibadah. Rute perjalanan sengaja disusun agar puluhan lansia tersebut dapat melihat berbagai fenomena kebaikan di muka bumi.

“Ada masjid kita salat dhuha di sana. Masjid lagi kita pengajian, museum perjuangan, ya kan. Baru kemudian melihat fenomena pemberian Allah yaitu berupa pemandangan matahari tenggelam,” kata Prof. Ahwan.

Selain berwisata, takmir masjid membawa sejumlah misi strategis dalam rihlah ini. Misi utama berfokus pada penguatan ikatan persaudaraan antarpeserta.

“menguatkan dari silaturahmi jamaah masjid At Taqwa wabil khusus ibu-ibu lansia agar ikatan selama ini semakin kuat ukhuwahnya,” ujar Prof. Ahwan.

Layanan Inovatif Takmir Masjid

Langkah strategis ini sekaligus menjadi bukti bahwa fungsi masjid terus berkembang secara dinamis. Takmir membuktikan diri mampu mengurus kegiatan berskala besar di luar batas bangunan fisik masjid.

“Menjadi cara bagi takmir juga untuk bisa menyediakan layanan yang tidak hanya di masjid. Tetapi juga di luar masjid yang menjadi bagian dari pengembangan kemakmuran masjid,” kata Prof. Ahwan.

Rombongan wisata religi ini juga akan menunaikan salat Ashar di Masjid Jogokariyan, sebuah masjid percontohan dengan manajemen yang unggul.

Menjelang malam, para jemaah direncanakan akan menikmati keindahan alam di Heha View, Gunung Kidul, sebelum rombongan kembali bertolak ke Semarang dengan membawa semangat persaudaraan yang baru.

Kontributor: Lukman Al Hakim
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: