Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Muhammadiyah Luncurkan MBC, Produk Investasi Emas Berbasis Syariah

22 September 2026, 18:38 WIB 2 menit baca
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memegang kotak kepingan emas Mentari Bayt Coin bersama jajaran pimpinan dan mitra kerja sama di Grha Suara Muhammadiyah.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. (tengah), menunjukkan produk kepingan emas Mentari Bayt Coin Muhammadiyah saat acara peluncuran resmi di Grha Suara Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026).

YOGYAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org – Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menghadirkan terobosan strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Persyarikatan ini resmi meluncurkan Mentari Bayt Coin (MBC) sebagai wadah penjualan, cicilan, dan tabungan emas berbasis keadilan pada Sabtu (19/9/2026).

Melansir rilis resmi portal muhammadiyah.or.id, peluncuran MBC berlangsung semarak di Grha Suara Muhammadiyah, Yogyakarta. Rangkaian acara tersebut menghadirkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP ’Aisyiyah Salmah Orbayinah, serta jajaran pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Melalui produk investasi emas ini, Muhammadiyah ingin memberikan instrumen keuangan yang aman dan inklusif bagi masyarakat. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa persyarikatan terus konsisten membangun fondasi ekonomi umat yang mandiri.

Oleh karena itu, Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa aktivitas bisnis sebenarnya bukan hal baru bagi warga persyarikatan. Bahkan, pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan telah meneladankan semangat kewirausahaan sejak awal pergerakan.

“Muhammadiyah generasi awal itu tumbuh di pusat-pusat ekonomi pribumi yang kuat. Seperti di Jogja, kemudian ke Klaten, Surakarta, Surabaya, sampai ke Banyuwangi,” ujar Haedar Nashir saat memberikan sambutan.

Menghidupi Amal Usaha Melalui Tabungan Emas

Selanjutnya, Haedar Nashir menjelaskan bahwa penguatan sektor bisnis bertujuan untuk menopang pilar pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. Pasalnya, keunggulan organisasi sangat bergantung pada tingkat kemandirian finansial internal.

“Kita harus bisa menghidupi diri sendiri. Tidak mungkin pendidikan kita, kesehatan kita, sosial kita itu kuat, kalau kita tidak mandiri,” kata Haedar Nashir menegaskan.

Bahkan, kehadiran MBC bakal menjadi instrumen pendanaan jangka panjang bagi percepatan pembangunan berbagai fasilitas publik. Lewat skema angsuran emas, masyarakat dapat berinvestasi sekaligus bergotong royong memakmurkan bangsa.

“Bukan untuk melanggar dia. Tapi untuk umat, untuk masyarakat, untuk bangsa,” tutur Haedar Nashir menambahkan.

Mewujudkan Ajaran Islam Berkemajuan Secara Nyata

Sementara itu, pengurus persyarikatan memandang pengembangan investasi emas ini sebagai bentuk pembaruan dakwah di era modern. Sebab, Islam Berkemajuan harus mewujud dalam tindakan nyata yang memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan warga.

“Bahwa Islam itu agama yang mengurus dunia dan akhirat. Dan untuk sampai ke akhirat kita lewat dunia. Dan untuk dunia ini harus bangun keseimbangan,” ucap Haedar Nashir.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Haedar Nashir langsung menjadi pembeli pertama produk Mentari Bayt Coin tersebut. Akhirnya, peluncuran produk ini berakhir dengan penandatanganan kerja sama bersama empat bank syariah nasional serta peresmian gerai resmi MBC.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: