Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Memukau di PIKREG II, Inilah Kisah Perjuangan Paduan Suara PCA Ngaliyan Tembus Panggung Regional

10 Oktober 2026, 14:19 WIB • 3 menit baca
Anggota Paduan Suara PCA Ngaliyan tampil penuh penghayatan menyanyikan Mars Muhammadiyah dalam seremoni pembukaan PIKREG II LHKP PWM Jawa Tengah di Semarang.
Penampilan penuh penghayatan Paduan Suara PCA Ngaliyan saat membawakan Mars Muhammadiyah pada acara pembukaan Pelatihan Ideologi Kepemimpinan Regional II (PIKREG II) LHKP PWM Jawa Tengah di Ballroom Hotel Grasia Semarang, Sabtu (10/10/2026).

SEMARANG, Jatengdata.com – Lantunan syahdu lagu “Tanah Airku” hingga gemuruh “Mars Muhammadiyah” menggema menyelimuti Ballroom Hotel Grasia Semarang, Sabtu (10/10/2026). Belasan ibu-ibu berbalut seragam hijau paduan batik tampil penuh pesona dan percaya diri. Mereka sukses menyita perhatian ratusan tokoh dalam acara Pelatihan Ideologi Kepemimpinan Regional II (PIKREG II). Menariknya, jalinan cerita dedikasi yang memantik inspirasi mewarnai harmoni emas Paduan Suara Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Ngaliyan ini.

Kehadiran grup vokal ini tentu saja memiliki alasan yang kuat. Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah secara khusus mengundang mereka untuk mengisi seremoni pembukaan.

Penampilan apik ini sekaligus mengukuhkan reputasi mereka sebagai peraih Juara 1 lomba paduan suara Aisyiyah tingkat Kota Semarang. Lebih dari itu, grup ini menyajikan kolaborasi solid dari berbagai ranting.

Koordinator Paduan Suara PCA Ngaliyan, Asnely, secara lugas membeberkan formasi tim kebanggaan mereka. “Personil paduan suara ini ada 15 orang. Mereka berasal dari Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Ngaliyan, PRA Kalipancur, PRA Wonosari, PRA Wates, PRA Bringin, dan guru TK ABA 54,” ungkap Asnely.

Latihan Mendadak di Tengah Kesibukan Keluarga

Lebih lanjut, Asnely menceritakan proses panjang di balik layar panggung. Para anggota sejatinya memegang peran ganda sebagai ibu rumah tangga dengan seabrek rutinitas domestik. Mereka harus senantiasa cerdik mengatur ritme antara mengurus keluarga dan mematangkan olah vokal. Dinamika ini praktis membuat mereka jarang memiliki jadwal latihan yang kaku.

Strategi adaptif akhirnya menjadi kunci utama menjaga kekompakan mereka. “Tidak begitu rutin juga latihannya. Karena waktu kita juga terbagi buat keluarga. Di saat dibutuhkan, tim harus siap latihan mendadak,” papar wanita yang juga memegang amanah sebagai Ketua Olahraga dan Kesenian PCA Ngaliyan ini.

Pada momen krusial pembukaan PIKREG II Semarang tersebut, Paduan Suara PCA Ngaliyan sukses membawakan tiga lagu. Mereka melantunkan Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Tanah Airku.

Puncak kekhidmatan sangat terasa saat mereka membawakan Mars Muhammadiyah. Gerakan tangan penuh penghayatan mengiringi lirik ikrar ketaatan, “Ya Allah Tuhan Rabbiku, Muhammad Junjunganku,”.

Tak ayal, sajian ini membakar semangat nasionalisme dan ideologi religius para peserta pelatihan LHKP PWM Jawa Tengah.

Target Menembus Kancah Nasional

Meskipun sukses merengkuh gelar juara di tingkat Kota Semarang, mereka rupanya enggan cepat berpuas diri. Paduan Suara PCA Ngaliyan terbukti memiliki visi jangka panjang yang sangat progresif namun tetap realistis. Mereka secara mantap membidik panggung-panggung yang lebih prestisius pada masa mendatang di tingkat yang lebih tinggi.

Asnely merespons santai sekaligus optimis terkait rentetan pencapaian mereka saat ini. “Perasaan saya biasa biasa saja. Kita masih terus belajar untuk lebih baik lagi. Kalau bisa kita terus bisa menjulang sampai tingkat nasional,” tuturnya.

Sebagai pamungkas, Asnely menegaskan komitmen pantang menyerah timnya untuk terus merawat eksistensi. “Harapan tetap harus dipertahankan tim paduan suara ini. Dengan segala konsekwensinya. Waktu,tenaga dan dana sekalipun.”

Refleksi mendalam ini membuktikan bahwa Paduan Suara PCA Ngaliyan bukan sekadar kelompok penyanyi biasa. Mereka menampilkan wujud nyata kegigihan perempuan Aisyiyah dalam mensyiarkan narasi kebaikan melalui harmoni nada, yang tak lekang oleh waktu dan keterbatasan.

Kontributor: Tim MPI PDM
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: