Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Mengapa Setiap Niat dan Langkah Manusia Pasti Diperhitungkan?

30 September 2026, 10:24 WIB • 2 menit baca
Suasana pengajian majelis taklim di dalam ruang kelas sekolah yang dihadiri jamaah ibu-ibu 'Aisyiyah dan penceramah di depan meja.
Suasana hangat dan khidmat Pengajian 'Aisyiyah Ranting Bulu Lor Semarang saat membedah makna surat al mu'min ayat 15-17 bersama Ustadz KH. Gunarto Muchsin.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org — Kehidupan manusia sering kali terjebak dalam rasa aman yang semu tatkala berhasil menyembunyikan keburukan dari pandangan sesama. Padahal, tidak ada satu pun ruang gelap di semesta ini yang luput dari pengawasan dan pengetahuan Allah Yang Mahatinggi.

Peringatan tajam tersebut menjadi pokok bahasan utama Ustadz KH. Gunarto Muchsin saat membedah kandungan Surah Al-Mu’min ayat 15–17 dalam Pengajian ‘Aisyiyah Ranting Bulu Lor di Semarang. Penceramah menegaskan bahwa hakikat kekuasaan Allah pemilik ‘Arsy meliputi seluruh gerak-gerik harian manusia tanpa terkecuali.

Kesadaran akan pengawasan mutlak ini menuntut setiap individu untuk lebih mawas diri dalam bertindak. Kepastian datangnya hari perhitungan menjadi alasan utama mengapa tidak ada dosa yang layak disepelekan.

“Tidak ada yang tersembunyi bagi Allah. Semua perbuatan manusia akan diketahui dan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya,” tegas Ustadz Gunarto di hadapan jamaah.

Menguak Kepastian Hari Pembalasan yang Mahacepat

Selanjutnya, pengajian ini mengurai bagaimana keadilan di hari kiamat akan bekerja secara presisi dan objektif. Setiap manusia bakal menerima balasan yang setimpal atas apa yang telah mereka tanam selama menjalani kehidupan di dunia.

Kebaikan sekecil apa pun pasti membuahkan ganjaran kemuliaan, sebagaimana keburukan akan mendatangkan konsekuensi hukumnya sendiri. Al-Qur’an secara tegas menggambarkan bahwa perhitungan amal (sari’ul hisab) berlangsung sangat cepat tanpa ada satu pihak pun yang dirugikan.

Kecepatan perhitungan tersebut memberikan gambaran betapa ringkasnya kesempatan hidup yang dimiliki manusia saat ini. Memperbanyak amal kebajikan serta menjauhi hal-hal yang terlarang menjadi satu-satunya benteng penyelamat sebelum masa beramal itu usai.

Meningkatkan Kualitas Hidup Lewat Keteguhan Iman

Sementara itu, pemahaman mendalam terhadap firman Allah ini idealnya mengubah pola pikir warga dalam beragama. Kehadiran ibu-ibu ‘Aisyiyah dalam mengkaji kitab suci membuktikan bahwa belajar agama bukan sekadar tradisi rutin, melainkan sarana mengasah keheningan jiwa.

Keyakinan akan kebenaran firman Ilahi mendasari lahirnya dorongan untuk terus memperbaiki kualitas akhlak di tengah masyarakat. Keimanan yang terasah dengan baik akan memantulkan perilaku yang jujur, penuh empati, dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, kesadaran akan hari perhitungan harus hadir dalam setiap helai napas dan pengambilan keputusan sehari-hari. Meyakini kebenaran firman Allah menjadi langkah awal untuk membangun tatanan hidup yang lebih beradab dan penuh berkah.

Kontributor: Tim Media PCM Semarang Utara
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: