Atasi Krisis Kader Dakwah, Wisuda Sekolah Tabligh Semarang Lahirkan Dai Muda Kompeten
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Pimpinan Daerah Muhammadiyah merespons kelangkaan kader dakwah dengan menggelar Wisuda Sekolah Tabligh Semarang untuk mencetak penceramah muda yang adaptif. Sebanyak 54 lulusan resmi dilepas untuk memenuhi kebutuhan mubalig yang kompeten di tengah masyarakat.
Prosesi Wisuda Ke-1 Sekolah Tabligh tersebut berlangsung di Hotel Muria, Jalan Dr. Cipto No. 73, Semarang, Sabtu (17/10/2026). Langkah ini menjadi pijakan penting Muhammadiyah dalam memperkuat syiar agama di tingkat akar rumput.
Pengaderan Digital dan Pembekalan AI
Ketua PDM Kota Semarang, KH Fachrur Rozi, menyoroti jumlah kader dakwah saat ini yang belum sebanding dengan kebutuhan di lapangan. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa penceramah masa kini tidak boleh hanya berfokus pada kegiatan di atas mimbar.
“Sekolah Tabligh hadir untuk menjawab kebutuhan kader dakwah Muhammadiyah yang belum sebanding dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Fachrur Rozi. Ia juga menambahkan, “Mubalig perlu membaur dengan lingkungan tempat tinggal, terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan, serta menyesuaikan cara berkomunikasi dengan kondisi audiens.”
Selain pembekalan materi ketarjihan, para alumni digembleng selama empat hingga enam bulan dengan pemanfaatan teknologi modern. Langkah inovatif ini mencakup penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk menyusun materi kajian hingga pengelolaan media sosial.
Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Semarang, Aang Kunaepi, menjelaskan bahwa pengaderan digital ini sangat krusial di tengah maraknya konten keagamaan di media sosial. Sebab, tidak semua informasi yang tular di ruang publik memberikan pencerahan kepada masyarakat.
“Banyak yang viral tapi tidak berdasar. Maka kemudian di sinilah peran mubalig Muhammadiyah menjadi penting untuk meluruskan, mencerdaskan, dan juga menggembirakan,” tutur Aang Kunaepi.
Guna menjaga kualitas dakwah, pengaderan ini menitikberatkan pada tiga aspek utama, yaitu kompetensi profesional, kepribadian, dan sosial. Melalui kombinasi tiga aspek tersebut, para lulusan diharapkan mampu menjadi teladan nyata di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Daftar Wisudawan Terbaik dan Pengabdian Masyarakat
Pada puncak acara, panitia menyerahkan penghargaan khusus kepada sepuluh wisudawan dengan nilai tertinggi. Mereka adalah Zulfa Azha Habiburrahman, Zaenab Lailatul Badriyah, S.Ag., Hanif Amalia Hilmy, Muhammad Eden Lukmanul Hakim, S.Pd., Muhammad Mustofa, S.Pd., Dina Fanny Firila, S.Pd., M.Pd., Swanindiya Laras Kinanthi, S.Pd., Rona Nabilah, Irvan Fadly Nurmaulana, S.H.I., dan Hafidz Mahyudin.
Panitia juga memberikan apresiasi kepada Taufiqurrahman sebagai peserta paling disiplin yang tidak pernah absen sepanjang program.
Selanjutnya, seluruh alumni akan bergabung dalam Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Kota Semarang untuk mendampingi kegiatan keagamaan warga secara langsung. Melalui pengabdian ini, para dai muda kompeten siap menghadirkan dakwah Islam yang mencerahkan dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.