Pelatihan AI Majelis Tabligh PDM Semarang: Lahirkan Penulis Konten Dakwah Digital Produktif
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang berhasil menyelenggarakan pelatihan AI untuk dakwah digital yang inovatif pada Sabtu (12/7/2025). Bertempat di lantai 5 Gedung PDM Kota Semarang, kegiatan ini membekali 45 peserta dari majelis, lembaga, ortom dan PCM se-Kota Semarang dalam memanfaatkan teknologi AI (artificial intelligence) atau kecerdasan buatan untuk membuat buku dan artikel dakwah secara efisien.
Dr. Kasmui, pakar AI dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang menjadi pemateri utama, menyampaikan bahwa teknologi AI kini menjadi alat bantu yang sangat potensial bagi para dai. “Kemampuan AI sekarang ini sudah melingkupi berbagai sumber referensi yang ada, sehingga kita bisa membuat tema-tema dakwah yang menarik dan relevan dengan cepat,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan bantuan AI, para dai dapat menyusun artikel, naskah khutbah, ceramah, konten website bahkan buku secara lebih komprehensif, rinci, dan detail.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik intensif. Sesi pagi diarahkan untuk praktik penggunaan AI, khususnya Gemini dan ChatGPT, guna menyusun lima artikel dakwah per orang. Kemudian, di sesi siang, peserta ditantang untuk langsung mencoba membuat buku dakwah hingga 200 halaman lebih dengan kombinasi tools NotebookLM dan Gemini.
Dr. Kasmui menekankan pentingnya persiapan dan penguasaan prompt engineering. “Kunci di sini adalah text prompt yang baik. Kalau text prompt-nya tepat, maka hasil dari jurnal, buku, atau artikel yang kita buat akan menghasilkan output yang tepat,” ujarnya.
Ia juga merekomendasikan tools seperti NotebookLM dan Gemini dengan fitur deep research untuk hasil yang lebih terarah dan berbasis referensi kuat. Namun, ia mengingatkan bahwa kualitas tulisan jauh lebih penting daripada sekadar jumlah halaman.

Sementara itu, Dr. Aang Kunaepi, Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Semarang sekaligus penanggung jawab kegiatan, menyoroti urgensi pelatihan ini di era digital. “Sangat berperan sekali terkait dengan AI karena memang di era digital ini kebutuhan terhadap AI ini bagi setiap mubaligh sangat dibutuhkan,” kata Dr. Aang. Menurutnya, di abad ke-21, mubaligh harus memiliki literasi digital, termasuk penguasaan AI, sebagai kompetensi yang sangat urgen.
Menanggapi potensi penyalahgunaan AI, Dr. Aang menegaskan pentingnya karakter dan prinsip agama. “Setiap warga Muhammadiyah, terutama mubaligh Muhammadiyah, di dalam penggunaan teknologi termasuk AI, tentu tidak lantas ditelan mentah-mentah. Harus tetap dikroscek kebenarannya, validasinya, keabsahannya,” pesannya, menekankan prinsip tabayyun dalam memverifikasi informasi.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua PDM Drs. Sukamdo dan turut dihadiri Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Hadi Santoso, S.T., M.Si. Diharapkan, dengan penguasaan teknologi AI ini, para peserta dapat semakin produktif dalam menghasilkan konten-konten Islami yang berkualitas, relevan, dan mampu menjangkau khalayak luas di era digital.