Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

IMM Semarang Latih Kader Tekuni Riset, Targetkan Publikasi Ilmiah Sejak Dini

8 November 2025, 20:10 WIB • 3 menit baca
IMM Semarang Latih Kader Tekuni Riset, Targetkan Publikasi Ilmiah Sejak Dini

TEMBALANG, muhammadiyahsemarangkota.org– Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Semarang melalui Lembaga Pengembangan Intelektual Kader (LPIK) secara serius mendorong puluhan kadernya dari berbagai disiplin ilmu untuk terjun ke dunia riset dan publikasi ilmiah. Upaya ini dikemas dalam Madrasah Riset 2025 yang menargetkan luaran konkret berupa publikasi karya ilmiah (publish paper) dari para peserta.

Madrasah Riset tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang (PC) IMM Kota Semarang pada Sabtu (8/11/2025) di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Dengan tema “Mengasah Kepekaan Kader Terhadap Realitas Sosial Melalui Riset,” kegiatan ini diikuti oleh puluhan kader, termasuk mahasiswa semester awal, menunjukkan tingginya antusiasme dalam memperkuat tradisi intelektual organisasi.

Ketua LPIK IMM Kota Semarang, Rafi Darajatunnisa, yang juga Ketua Pelaksana, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk membekali kader dengan kemampuan analisis tajam terhadap fenomena sosial. Program ini digelar di bawah naungan Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK).

Kolaborasi Lintas Disiplin Jadi Kunci

Keunikan acara ini terletak pada kolaborasi lintas disiplin ilmu yang dihadirkan dalam sesi pemateri. LPIK IMM mengundang dua narasumber dari rumpun keilmuan yang berbeda untuk memberikan wawasan menyeluruh mengenai metodologi penelitian. Narasumber pertama adalah Maula Hudaya, S.Hub.Int., M.A., seorang Dosen Hubungan Internasional Universitas Diponegoro yang mewakili ranah sosial-humaniora (soshum). Sementara itu, narasumber kedua adalah Ns. Satriya Pranata, M.Kep., Ph.D., Dosen Keperawatan Medikal Bedah, yang mewakili ranah sains-teknologi (saintek).

Maula Hudaya menekankan pentingnya kader untuk tidak berhenti pada pemahaman teoretis semata. “Pesertanya antusias. Harapannya, kader tidak berhenti di teoritis saja, tapi juga ranah publish (publikasi),” tegasnya, mengapresiasi semangat belajar para peserta.

Senada dengan Maula, Ns. Satriya Pranata memuji inisiatif LPIK yang telah menumbuhkan perhatian pada dunia riset sejak dini di kalangan mahasiswa. Ia berharap program semacam ini tidak berhenti sebagai kegiatan formalitas. “Sebenarnya riset tidak sulit. Bahkan, dinamika berorganisasi pun bisa jadi tulisan,” ujarnya, memberikan motivasi kepada peserta.

FGD dan Target Publikasi

Sebagai tindak lanjut, setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Dalam sesi ini, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan rumpun keilmuan mereka, mencakup kelompok kesehatan, pendidikan, sosial politik, agama, ekonomi, dan teknologi.

Pembagian kelompok ini dirancang sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret dan terstruktur. Tujuannya sangat jelas: untuk menghasilkan luaran berupa publish paper dari hasil riset awal para peserta, memastikan pengetahuan yang didapat segera diimplementasikan.

Dampak positif dari program ini langsung dirasakan oleh peserta. Fikriyah Brillianty, kader dari PK IMM Avveroes Poltekes Kemenkes Semarang, mengaku mendapatkan pencerahan. “Acara ini bagus sekali karena benar-benar membuka wawasan saya bahwa riset itu tidak sulit jika mau belajar. Semoga acara ini terus berlanjut,” ungkapnya.

Testimoni serupa datang dari Sulthan Noor Imbawinata dari PK IMM Sayf Battar UIN Walisongo. Ia berharap program LPIK ini dapat berkembang di berbagai daerah, “Sehingga kepekaan kader dapat terasah melalui riset,” pungkasnya.

Madrasah Riset 2025 ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi lahirnya peneliti-peneliti muda yang peka terhadap isu-isu sosial dan mampu memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan bagi kemajuan bangsa.

Baca juga:

PC IMM Kota Semarang Sukses Gelar Pelatihan Instruktur Dasar Nasional

Kontributor: Diah Khoirunnafi'ah, Afida Nur Aulia
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: