Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Tabligh 7 menit baca

Shalat Dhuha: Amalan Ringan Pembuka Pintu Rezeki dan Setara Sedekah Seluruh Sendi

Redaktur

Shalat Dhuha: Amalan Ringan Pembuka Pintu Rezeki dan Setara Sedekah Seluruh Sendi
Screenshot

Di tengah kesibukan pagi, seringkali kita lupa ada satu amalan ringan yang menyimpan keutamaan luar biasa. Shalat Dhuha, ibadah sunnah yang kita kerjakan saat matahari mulai meninggi, tak hanya menenangkan jiwa tapi juga memiliki janji pahala setara sedekah untuk setiap ruas tulang kita.

Lebih dari itu, Shalat ini mendapat julukan “shalatnya orang-orang yang kembali pada Allah” (Shalat Awwabin). Dengan demikian, ia menjadi oase spiritual sebelum kita tenggelam dalam aktivitas harian.

Untuk membantu Anda memahami lebih lanjut, kami menyarikan panduan lengkap Shalat Dhuha ini dari buku Tuntunan Shalat-Shalat Tathawwu’ terbitan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Tahun 2015.

Waktu Pelaksanaan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah shalat yang kita kerjakan pada saat matahari meninggi kira-kira sepenggalah, sampai sebelum waktu Dhuhur. Penting untuk diketahui, waktu terbaiknya bisa Anda pahami melalui hadits riwayat Zaid bin Arqam:

ﺧَﺮَج َ رَﺳ ُ ﻮل ُ اﷲِ ﺻ َ ﻠﻰ َّ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳ َ ﻠَّﻢَ ﻋﻠﻰ َ َ أَﻫْﻞ ِ ُﺒَﺎءَ وَﻫُﻢْ ﻳُﺼ َ ﻠُّﻮن َ اﻀ ُّ ﺤﻰ َ َﻘَﺎل َ ﺻ َ ﻼ َ ةُ اﻷ ْ َوَّاِﻴﻦ َ إِذَا رَِﻀ َ ﺖ ْ اﻟْﻔِﺼ َ ﺎل ُ ﻣِﻦ ْ اﻀ ُّ ﺤﻰ َ

“Nabi saw. keluar menuju tempat ahli Quba’; pada saat itu mereka sedang mengerjakan shalat Dhuha. Beliau lalu bersabda:”Ini adalah shalatnya orang-orang yang kembali pada Allah, yakni di waktu anak-anak unta telah bangkit karena kepanasan waktu Dhuha”

 Tata Cara dan Jumlah Raka’at

Secara umum, kita mengerjakan Shalat Dhuha 2 raka’at, 4 raka’at, 8 raka’at atau semampunya. Pelaksanaannya sama seperti shalat sunnah lainnya, dengan salam di setiap dua raka’at. Adapun jumlah raka’at ini didasarkan pada riwayat-riwayat berikut:

Hal ini berdasar pada riwayat-riwayat berikut:

1. Minimal Dua Raka’at

Berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah RA, kita menemukan anjuran ini:

أَوْﺻ َ ﺎﻧﻲ ِ ﺧَﻠِﻴﻠﻲ ِ ﺻ َ ﻠﻰ َّ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳ َ ﻠَّﻢَ ﺑِﺜَﻼ َ ث ٍ ﺑِﺼ ِ ﻴَﺎم ِ ﺛَﻼ َ ﺛَﺔِ َﻳَّﺎم ٍ ﻣِﻦ ْ ﻛﻞ ُ ِّ ﺷ َ ﻬْﺮٍ وَرَْﻌَﺘﻲ َ ْ اﻀ ُّ ﺤﻰ َ وَأَن ْ أُوﺗِﺮَ َﺒْﻞ َ أَن ْ أَرْﻗُﺪَ

“Telah berwasiat kepadaku Rasulullah saw. tiga perkara, puasa tiga hari tiap bulan, dua raka’at dhuha dan agar aku mengerjakan witir sebelum tidur”.

Selain itu, dua raka’at ini sudah mencukupi sebagai sedekah, seperti dalam hadits riwayat Abu Dzar al Ghiffari:

وَﻳﺠ ُ ْﺰِئُ ﻣِﻦ ْ ذَِﻚ َ رَْﻌَﺘَﺎن ِ ﻳَﺮْﻛَﻌُﻬُﻤَﺎ ﻣِﻦ ْ اﻀ ُّ ﺤﻰ َ

“…Dari segala itu akan memadailah dua raka’at shalat dhuha”.

2. Empat Raka’at (atau Lebih)

Berdasarkan hadits riwayat Mu’adzah dari ‘Aisyah RA, kita mengetahui bahwa :

ََّﻬَﺎ ﺳ َ ﺄَﻟَﺖ ْ ﻋﺎ َ ِﺸ َ ﺔَ رَﺿﻲِ َ اﷲُ َﻨْﻬَﺎ َﻢْ ﻛﺎ َ nَ رَﺳ ُ ﻮل ُ اﷲِ ﺻ َ ﻠﻰ َّ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳ َ ﻠَّﻢَ ﻳُﺼ َ ﻠﻲ ِّ ﺻ َ ﻼ َ ةَ اﻀ ُّ ﺤﻰ َ ﻗَﺎﻟَﺖ ْ أَرَْﻊ َ رََﻌَﺎت ٍ وََﺰِﺪ ُ ﻣَﺎ ﺷ َ ﺎءَ

“Bahwasanya ia pernah bertanya kepada ‘Aisyah RA:”Berapa raka’at Rasulullah mengerjakan shalat Dhuha?”. Ia menjawab:”Empat raka’at dan adakalanya menambah sesukanya”.

3. Delapan Raka’at

Berdasarkan hadits riwayat Ummi Hani Puteri Abu Thalib beliau menjelaskan bahwa:

أَن َّ رَﺳ ُ ﻮل َ اﷲِ ﺻ َ ﻠﻰ َّ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳ َ ﻠَّﻢَ ﻳَﻮْمَ اﻟْﻔَﺘْﺢ ِ ﺻ َ ﻠﻰ َّ ﺳ ُ ﺒْﺤ َ ﺔَ اﻀ ُّ ﺤﻰ َ َﻤَﺎﻧﻲ ِ َ رََﻌَﺎت ٍ ُ ﺴ َ ﻠِّﻢُ ﻣِﻦ ْ ﻛﻞ ُ ِّ رَْﻌَﺘَﻴﻦ ْ ِ

“Bahwa Rasulullah saw. pada hari penaklukan kota Makkah mengerjakan shalat Dhuha delapan raka’at dengan salam tiap dua raka’at”.

Bahkan, dalam riwayat lain dari Ummi Hani, ia menambahkan
:

ﻓَﺼ َ ﻠﻰ َّ َﻤَﺎﻧﻲ ِ رََﻌَﺎت ٍ ﻣَﺎ رَأَْﺘُﻪُ ﺻ َ ﻠﻰ َّ ﺻ َ ﻼ َ ةً َﻂ ُّ أَﺧ َ ﻒ َّ ﻣِﻨْﻬَﺎ َ ﻴﺮ ْ َ َﻧَّﻪُ ﻛﺎ َ ن َ ﻳُﺘِﻢُّ اﺮُّ وَاﺴ ُّ ﺠ ُ ﻮدَ

“…lalu shalat delapan raka’at:”Belum pernah aku lihat beliau shalat secepat itu, meskipun cukup tertib ruku’ dan sujudnya”.

Hukum Mengerjakan Shalat Dhuha Berjama’ah

Seringkali muncul pertanyaan, bolehkah kita mengerjakan Shalat Dhuha dengan berjama’ah? Jawabannya adalah ya. Hal ini berdasarkan hadits riwayat dari ‘Itban bin Malik:

…َﻘَﺎمَ رَﺳ ُ ﻮل ُ اﷲِ ﺻ َ ﻠﻰ َّ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳ َ ﻠَّﻢَ وَﺻ َ ﻔَﻔْﻨَﺎ ﺧَﻠْﻔَﻪُ ﻓَﺼ َ ﻠﻰ َّ ﺑِﻨَﺎ رَْﻌَﺘَﻴﻦ ْ ِ

“…Rasulullah shallallahu ‹alaihi wasallam kemudian berdiri dan kami membuat shaf di belakangnya, lalu beliau shalat dua raka›at bersama kami”

 5 Keutamaan Dahsyat Shalat Dhuha yang Wajib Anda Tahu

Berikut adalah lima keutamaan luar biasa bagi yang rutin mengamalkan Shalat Dhuha:

1. Bernilai Sedekah bagi Seluruh Ruas Tulang

Setiap pagi, kita memiliki kewajiban bersedekah untuk 360 ruas tulang kita. Cukup dengan dua raka’at Dhuha, kita memenuhi kewajiban itu.

…وَﻳﺠ ُ ْﺰِئُ ﻣِﻦ ْ ذَِﻚ َ رَْﻌَﺘَﺎن ِ ﻳَﺮْﻛَﻌُﻬُﻤَﺎ ﻣِﻦ ْ اﻀ ُّ ﺤﻰ َ

“…Dari segala itu akan memadailah dua raka’at shalat dhuha”.

Dalam hadits riwayat Buraidah, Rasulullah saw. bersabda:

ﻓَﺈِن ْ َﻢْ َﻘْﺪ ِ رْ ﻓَﺮَْﻌَﺘَﺎ اﻀ ُّ ﺤﻰ َ ﺗﺠ ُ ْﺰِئُ َﻨْﻚ

“…atau sekiranya mampu sukuplah diganti dengan mengerjakan dua raka’at shalat Dhuha”.

2. Pahala Setara Haji dan Umrah (Jika Dirangkai Dzikir Pagi)

Kita mendapatkan pahala ini jika melaksanakannya berangkaian dengan shalat Shubuh berjamaah, lalu berdzikir hingga matahari terbit.

ﻣَﻦ ْ ﺻ َ ﻠﻰ َّ اﻟْﻐَﺪ َ اةَ ﻓﻰ ِ ﺟﻤ َ َﺎﻋَﺔٍ ُﻢَّ َﻌَﺪ َ ﻳَﺬْﻛُﺮُ اﷲ َّ َ ﺣَﺘﻰ َّ َﻄ ْ ﻠُﻊَ اﺸ َّ ﻤْﺲ ُ ُﻢَّ ﺻ َ ﻠﻰ َّ رَْﻌَﺘَﻴﻦ ْ ِ ﻛﺎ َ ﻧَﺖ ْ ﻟﻪ َ ُ ﻛَﺄَﺟْﺮِ ﺣَ ﺠ َّ ﺔٍ وَُﻤْﺮَةٍ… ﺗَﺎﻣَّﺔٍ ﺗَﺎﻣَّﺔٍ ﺗَﺎﻣَّﺔٍ

“Barang siapa yang shalat subuh berjama›ah kemudian duduk berdzikir sampai matahari terbit yang dilanjutkan dengan shalat dua raka›at, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah… Sempurna, sempurna, sempurna.”

Shalat ini ada yang menamakan Shalat Isyroq atau Syuruq atau Thulu’, karena pelaksanaannya berkaitan dengan waktu matahari terbit.

3. Allah Mencukupi Kebutuhannya di Sore Hari

Allah SWT berjanji akan mencukupi kebutuhan hamba-Nya yang mengawali hari dengan 4 raka’at Dhuha.

إِن َّ اﷲ َّ َ ﻋَﺰَّ وَﺟ َﻞ َّ ، ﻗَﺎل َ : …اْﻦ َ آدَمَ ارْﻛَﻊْ ﻟﻰ ِ ﻣِﻦ ْ أَوَّل ِ اﻟﻨَّﻬَﺎرِ أَرَْﻊَ رََﻌَﺎت ٍ أَْﻔِﻚ َ آﺧ ِ ﺮَهُ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman:”Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat raka’at pada permulaan siang, niscaya akan kucukupi kebutuhanmu pada sore harinya”.

4. Allah Menyelamatkan dari Api Neraka

Apabila seseorang selesai shalat shubuh lalu meneruskan dengan berdzikir kepada Allah sampai terbit matahari, kemudian melaksanakan dua raka’at shalat Dhuha, Allah akan menyelamatkannya dari api neraka.

ﻣﻦ ﺻﻠﻰ اﻟﻔﺠﺮ ﺛﻢ ﻗﻌﺪ ﻓﻲ ﻣﺠﻠﺴﻪ ﻳﺬﻜﺮ اﷲ ﺣﺘﻰ ﺗﻄﻠﻊ اﺸﻤﺲ ، ﺛﻢ ﻗﺎم ﻓﺼﻠﻰ رﻌﺘﻴﻦ ﺣﺮﻣﻪ اﷲ ﻋﻠﻰ اﻟﻨﺎر أن ﺗﻠﻔﺤﻪ أو ﺗﻄﻌﻤﻪ

“Barang siapa mengerjakan shalat shubuh, lalu duduk ditempatnya untuk berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian mengerjakan shalat (dhuha) dua raka’at, maka Allah akan mengharamkan baginya neraka untuk menyentuh atau memakannya”.

5. Tergolong Sebagai Orang yang Bertaubat (Awwabin)

Seperti tersebut dalam hadits Zaid bin Arqam di awal, Shalat Dhuha di waktu yang tepat (saat anak unta kepanasan) mendapat sebutan “Shalat Awwabin”.

…ﺻ َ ﻼ َ ةُ اﻷ ْ َوَّاِﻴﻦ َ إِذَا رَِﻀ َ ﺖ ْ اﻟْﻔِﺼ َ ﺎل ُ ﻣِﻦ ْ اﻀ ُّ ﺤﻰ َ

”Ini adalah shalatnya orang-orang yang kembali pada Allah (Awwabin), yakni di waktu anak-anak unta telah bangkit karena kepanasan waktu Dhuha”.

Baca juga : Menghidupkan Malam: Panduan Lengkap Shalat Lail Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah

Editor: Adib Abyan Alb
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: