Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Opini 2 menit baca

Memajukan Kesejahteraan Bangsa: Refleksi 113 Tahun Milad Muhammadiyah

Kiswanto.S.Pd

Guru SMA Muhammadiyah 1 Semarang

Memajukan Kesejahteraan Bangsa: Refleksi 113 Tahun Milad Muhammadiyah

Tanggal 18 November 2025, Milad Muhammadiyah sudah mencapai usia 113 tahun. Usia yang tak hanya sekadar angka, melainkan sebuah langkah panjang perjalanan di mana tinta emas telah digoreskan. Sebuah perjalanan yang telah memberikan kontribusi nyata pada sejarah perkembangan bangsa dan negara Indonesia.

Muhammadiyah telah berikhtiar memposisikan diri sebagai gerakan Islam yang berorientasi pada kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Tema milad Muhammadiyah tahun ini, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa,” bukanlah sekadar tagline seremonial semata. Ia adalah refleksi atas panggilan zaman yang menuntut keberanian berpikir dan keteguhan beramal.

Sejak awal berdiri, organisasi Muhammadiyah telah memposisikan diri sebagai pelopor perubahan sosial melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Program-program ini menunjukkan bahwa kesejahteraan tidak sekadar urusan ekonomi, tetapi juga persoalan nilai, moral, dan kecerdasan. Dalam pandangan Muhammadiyah, kemajuan suatu bangsa perlu didukung oleh manusia yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa sosial.

Relevansi Ijtihad di Tengah Kompleksitas Tantangan

Kini, tantangan yang dihadapi negara kita jauh lebih kompleks. Perubahan sosial yang masif, era digitalisasi, perubahan iklim, hingga ketimpangan sosial menjadi realitas yang harus dihadapi dengan perubahan langkah yang mengikuti perkembangan tersebut.

Namun demikian, ijtihad dan amal salih yang diteladankan oleh para pendiri Muhammadiyah masih tetap relevan. Inilah pentingnya membangkitkan kembali nilai-nilai keilmuan dan keikhlasan dalam berkarya dan mengabdi untuk umat.

Kesejahteraan bangsa sulit tercapai dari sistem yang hanya menguntungkan segelintir orang. Ia tumbuh dari kesadaran kolektif atau sosial. Setiap ilmu yang diamalkan, setiap tenaga yang dikerahkan, dan setiap langkah kaki yang diambil harus memiliki manfaat bagi masyarakat.

Muhammadiyah, melalui amal usaha yang dikelola di semua level dan didukung oleh kader-kadernya, terus membuktikan bahwa dakwah bukan hanya di tempat ibadah. Dakwah juga hadir di ruang kelas, rumah sakit, dan masyarakat yang membutuhkan sentuhan penuh rasa kemanusiaan.

Tugas Generasi Penerus

Bertepatan dengan usia ke-113 tahun ini, semangat itu harus terus dihidupkan oleh generasi muda Muhammadiyah. Mereka bukan sekadar pewaris sejarah, melainkan penulis bab baru peradaban bangsa dan juga anak ideologis Perserikatan.

Dengan berpikir jernih, bekerja ikhlas, dan berkolaborasi antar sektor, mereka dapat menjadi jembatan antara nilai Islam dan tantangan modernitas.

Sampai saat ini, Muhammadiyah telah menunjukkan langkahnya bahwa kesejahteraan hakiki adalah perpaduan antara akal dan nurani, antara ilmu dan iman.

Barakallah! Selamat Milad ke-113 Muhammadiyah. Semoga langkah kecil yang kita ikhtiarkan hari ini menjadi bagian dari perjuangan besar memajukan kesejahteraan bangsa.

Baca juga:

“Memajukan Kesejahteraan Bangsa”: Mandat Teologis Muhammadiyah

Editor: Agung S Bakti
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: