Rayakan Hari Guru Anti-Mainstream Dari Tumpeng hingga Impersonate
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Di tengah suasana peringatan Hari Guru yang biasanya penuh upacara formal, SMK Muhammadiyah 1 Semarang memilih jalur berbeda. Sekolah ini merayakan Hari Guru Nasional dengan cara yang hangat, kreatif, dan sepenuh hati lewat rangkaian acara yang melibatkan langsung para siswa.
Momen paling mencuri perhatian di peringatan Hari Guru Nasional 2025 di SMK Muhammadiyah 1 Semarang bukan hanya tumpeng ataupun sketsa wajah guru. Justru aksi para siswa yang meng-impersonate guru-guru mereka lengkap dengan gaya bicara, ekspresi khas, hingga pakaian adat dan profesi yang membuat seluruh sekolah pecah oleh tawa dan haru pada Senin, (25/11/2025).
Sketsa Wajah & Tumpeng yang Bikin Guru Terharu
Pagi dimulai dengan persembahan tumpeng dari siswa kepada bapak-ibu guru sebagai simbol penghormatan.
Setelah itu, suasana berubah makin syahdu ketika siswa dari kelas seni mulai memamerkan karya 28 sketsa wajah guru. Setiap garis yang ditorehkan seolah menjadi cara siswa mengabadikan sosok guru yang selama ini mereka hormati.
Uni Widyawati selaku ketua panitia menjelaskan bahwa tahun ini panitia mencoba menghadirkan sesuatu yang benar-benar berbeda.
“Kami ingin Hari Guru kali ini punya warna baru. Ada tumpeng, ada sketsa wajah, dan yang paling mencuri perhatian tentu impersonate guru. Ini belum pernah kami lakukan sebelumnya,” ujarnya.
Puncak Acara yang Paling Dinanti
Bagian paling meriah sekaligus menggemaskan adalah ketika siswa-siswa tampil menirukan gaya para guru mereka. Ada yang menirukan cara jalan, cara mengajar, hingga kalimat-kalimat khas yang sering guru ucapkan di kelas.
Kreativitas mereka makin terasa ketika mereka tampil dengan pakaian adat dan pakaian profesi yang mereka modifikasi menyerupai guru idolanya di sekolah.
Tepuk tangan dan tawa pecah tanpa henti, tapi di balik itu ada rasa bangga yang sulit disembunyikan.
Kepala sekolah, Lukman, tidak bisa menyembunyikan rasa harunya melihat totalitas siswa.
“Selamat Hari Guru 2025 untuk seluruh guru di Indonesia, di desa maupun di kota. Indonesia tidak akan maju tanpa guru. Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa yang tidak pernah berhenti memberi makna,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa peran guru tetap menjadi fondasi utama pendidikan.
“Guru harus terus termotivasi untuk mendidik dengan hati dan melayani dengan sepenuh jiwa. Pendidikan yang baik adalah hasil sinergi antara sekolah, siswa, dan orang tua,” tambahnya.
Uni Widyawati juga berharap momentum ini terus menjadi pemantik semangat para pendidik.
“Kami ingin semua guru kembali semangat. Mengajar itu bukan hanya tugas, tapi panggilan jiwa,” katanya.
Antusiasme siswa yang begitu besar mulai dari menyiapkan tumpeng, menggambar sketsa hingga memerankan guru menjadi bukti bahwa guru tidak hanya dihormati, tetapi juga dicintai.
Kreativitas mereka membuat peringatan Hari Guru di sekolah ini terasa hidup, penuh warna, dan meninggalkan kenangan manis bagi semua yang hadir.