Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Stop Cemas! Ini Panduan Parenting Hadapi Gempuran Digital pada Gen Alpha

14 Desember 2025, 10:14 WIB 3 menit baca
Stop Cemas! Ini Panduan Parenting Hadapi Gempuran Digital pada Gen Alpha

MIJEN, muhammadiyahsemarangkota.org-Kecemasan orang tua terkait penggunaan gawai pada anak akhirnya terjawab. Melalui forum edukatif, pakar parenting memaparkan panduan konkret dan praktis untuk mengenali karakteristik unik Gen Alpha, serta kiat menanamkan regulasi emosi, empati, dan fondasi spiritualitas sebagai benteng moral di dunia maya.

Menanggapi tingginya keresahan tersebut, antusiasme terlihat jelas di Aula SD Muhammadiyah Plus Semarang, Sabtu (13/12/2025). Sebanyak 150 orang tua/wali murid memadati ruangan untuk mengikuti Seminar Parenting bertajuk “Jurus Jitu Membangun Emotional dan Spiritual Intelligence (EQ dan SQ) pada Gen Alpha di Era Digital.” Acara yang diprakarsai Komite Sekolah ini menjadi respons cepat atas kegelisahan kolektif orang tua modern.

Kebutuhan akan Benteng Moral Digital

Tujuan utama seminar ini sangat mendesak: membekali orang tua dengan strategi efektif dalam mendampingi anak-anak Gen Alpha. Pertemuan ini bukanlah seremoni biasa, melainkan upaya konkret untuk menghadapi tantangan perkembangan emosional dan spiritual anak di tengah gempuran teknologi digital yang kian tak terbendung.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Semarang, Wahyu Haspri Nur Taryanti, mengapresiasi langkah cepat Komite Sekolah merespons kebutuhan ini. Ia berharap forum tersebut dapat memberikan pencerahan konkret bagi pola asuh di rumah.

EQ dan SQ: Kunci Sukses di Luar Akademik

Lantas, strategi praktis seperti apa yang harus diterapkan?

Hadir sebagai narasumber utama, Psikolog Fathurokhman S.Psi, M.I.Kom, M.Psi, membedah realitas yang dihadapi anak-anak masa kini. Fathurokhman menegaskan bahwa kecerdasan intelektual (IQ) saja tidak cukup. Ia menekankan posisi EQ dan SQ sebagai kunci utama kesuksesan anak di masa depan, terutama ketika interaksi sosial makin terkikis oleh layar gawai.

Dalam paparannya, Fathurokhman tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga mengajak orang tua mengenali karakteristik unik Gen Alpha. Ia kemudian memberikan panduan konkret untuk menanamkan empati, regulasi emosi, dan ketahanan mental. Solusi paling vital yang ia soroti adalah pentingnya membangun fondasi spiritualitas yang kokoh sebagai benteng moral anak di dunia maya.

“Kita harus menciptakan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan bonding keluarga,” tegas Fathurokhman, memberikan solusi praktis atas kegelisahan orang tua dalam menyeimbangkan dunia virtual dan realitas.

Kesadaran Kolektif dan Sinergi

Antusiasme tinggi para peserta membuktikan adanya kesadaran kolektif. Ketua Komite Sekolah, Diah Nilam, menyatakan kepuasannya melihat respons positif dari para wali murid.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat tinggi. Ini menunjukkan kepedulian para orang tua terhadap perkembangan holistik anak-anak mereka. Komite Sekolah akan terus berupaya menjadi mitra sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif seperti ini,” ujar Diah Nilam.

Tingginya kebutuhan akan panduan parenting yang relevan dengan zaman terekam jelas saat sesi tanya jawab. Para orang tua berebut mengajukan pertanyaan seputar interaksi anak dengan gawai, menunjukkan betapa vitalnya panduan praktis yang telah disampaikan dalam seminar tersebut.

Baca juga : Hadapi Era 5.0, Guru Muhammadiyah Didorong ‘Lari’ Kejar Ketertinggalan Teknologi dari Siswa

Kontributor: Kiki Romansyah
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: