Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Laris Manis! Strategi Branding ‘Mentari Ceria’ Bikin Produk UMKM Ludes Diserbu Pembeli

26 Desember 2025, 19:24 WIB 3 menit baca
paguyuban UMKM

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Kesuksesan bazar pada Milad Muhammadiyah ke-113 lalu menyisakan cerita haru sekaligus membanggakan bagi para pelaku usaha di Kota Semarang. Bertempat di suasana santai Wedangan Setapak Mijen, Rabu (24/12/2025), sekitar 40 pelaku usaha berkumpul untuk mengevaluasi hasil jualan mereka. Pertemuan ini bukan sekadar rapat biasa, melainkan momentum lahirnya semangat baru melalui pembentukan Paguyuban “Mentari Ceria”.

Nama Mentari Ceria kini resmi menjadi payung bagi UMKM PDM Kota Semarang. Melalui wadah ini, para pengusaha kecil dari Semarang Tengah, Timur, Selatan, hingga Barat menyatukan visi. Mereka berkomitmen untuk saling menguatkan, terutama dalam hal branding dan cara melayani pelanggan dengan lebih profesional agar produk mereka semakin dicintai masyarakat.

Strategi Branding dan Pentingnya Mendengar Suara Pelanggan

Ketua LP UMKM PDM Kota Semarang, Dr. Fajar Arifin, M.M., memberikan arahan strategis dalam pertemuan tersebut. Ia menekankan bahwa kunci utama agar usaha bertahan lama adalah inovasi yang tiada henti.

Menurutnya, pelaku UMKM harus memiliki “telinga yang tajam” untuk mendengarkan masukan pelanggan sebagai bahan evaluasi kualitas produk dan cara iklan yang menarik.

Namun, ia juga mengingatkan satu hal penting yang sering terlupakan, yaitu manajemen waktu. Meskipun harus mengejar target, para pelaku usaha wajib menyisihkan waktu untuk istirahat agar kondisi fisik dan mental tetap terjaga.

“Usaha ini harus terus berinovasi dan mengikuti apa kata pelanggan. Tapi di sisi lain, kita juga harus memiliki batasan waktu untuk rehat, minimal satu hari dalam seminggu,” ujar Dr. Fajar Arifin di hadapan para peserta.

Arahan ini menjadi penguatan bagi para pengusaha untuk mulai membangun personal branding yang kuat.

Dengan karakter usaha yang unik dan pelayanan yang ramah, produk-produk binaan Muhammadiyah ini terbukti ludes terjual pada momen-momen besar sebelumnya.

Mentari Ceria Wadah Kolaborasi dan Solusi Kendala Lapangan

Pembentukan Paguyuban Mentari Ceria juga menjadi jawaban atas berbagai kendala teknis yang sering dialami di lapangan.

Salah satu yang mencuat adalah masalah penataan area jualan saat acara besar berlangsung. Ketua Paguyuban terpilih, Yadi Saldi Yana, menyebutkan bahwa kehadiran komunitas ini akan memudahkan koordinasi dan komunikasi antar anggota.

Saat ini, sudah ada 50 orang yang bergabung dalam Mentari Ceria. Untuk memudahkan pengawasan, paguyuban membagi wilayah menjadi tiga koordinator wilayah (Korwil), yakni Mijen, Gajahmungkur, dan Semarang Tengah.

Struktur ini memastikan setiap anggota mendapatkan pendampingan yang merata, baik bagi pemula maupun yang sudah mahir.

“Harapan kami besar sekali karena UMKM ini macam-macam usahanya. Ada yang pemula, ada yang sudah jauh, tapi semuanya masih butuh naungan dan arahan,” ungkap Yadi Saldi Yana dengan penuh harap.

Melalui Mentari Ceria, UMKM PDM Kota Semarang ingin membuktikan bahwa kolaborasi jauh lebih kuat daripada kompetisi. Pertemuan di Mijen ini menutup lembaran evaluasi dengan optimisme tinggi.

Para pelaku usaha pulang membawa strategi baru: bahwa branding yang bagus dimulai dari hati yang senang dan komunitas yang saling mendukung.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: