Ketika kita membicarakan makanan favorit Rasulullah SAW, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada kurma. Narasi tentang keutamaan kurma memang begitu kuat, hingga terkadang kita lupa bahwa ada makanan lain yang tak kalah istimewa, yang juga disukai Nabi dan memiliki kisah abadi dalam sejarah Islam: Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch).
Istimewanya lagi, labu kuning sangat mudah tumbuh subur di Indonesia, berbanding terbalik dengan kurma yang harus diimpor. Kekayaan gizi dan khasiatnya yang melimpah menjadikan buah ini lebih dari sekadar makanan biasa, melainkan cermin sunah yang patut kita teladani.
Keistimewaan Labu dalam Quran dan Sunah Nabi
Kisah tentang labu kuning tertulis abadi dalam Al-Qur’an, memberikan bobot spiritual yang dalam bagi buah ini. Dalam surat Ash Shaaffaat, ayat 146, Allah berfirman:
وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَّقْطِيْنٍ
Ayat ini berarti: “Dan Kami tumbuhkan untuknya sebatang pohon labu.”
Ayat ini merupakan bagian dari kisah Nabi Yunus a.s.. Setelah dimuntahkan dari perut ikan ke daratan yang tandus dalam keadaan sakit dan lemah, Allah SWT menumbuhkan pohon dari jenis labu sebagai makanan yang segar, lezat, dan bergizi. Makanan inilah yang membantu memulihkan kekuatan dan kesehatan Nabi Yunus a.s. secara berangsur.
Dukungan lain datang dari sunah Nabi Muhammad SAW, yang menunjukkan bahwa labu adalah makanan yang beliau sukai. Anas bin Malik r.a. meriwayatkan secara utuh:
إِنَّ خَيَّاطًا دَعَا رَسُوْلَ اللهِ n لِطَعَامٍ صَنَعَهُ، قَالَ أَنَسٌ: فَذَهَبْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ n إِلَى ذَلِكَ الطَّعَامِ، فَقَرََّبَ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ n خُبْزًا مِنْ شَعِيْرٍ وَمَرَقًا فِيْهِ دُبَّاءٌ وَقَدِيْدٌ. قَالَ أَنَسٌ: فَرَأَيْتُ رَسُـوْلَ اللهِ n يَتَتَبَّعُ الدُّبَّاءَ مِنْ حَوْلِ القَصْعَةِ، فَلَمْ أَزَلْ أُحِبُّ الدُّبَّاءَ مِنْ يَوْمِئِذٍ. قَالَ ثُمَامَةُ عَنْ أَنَسٍ: فَجَعَلْتُ أَجْمَعُ الدُّبَّاءَ بَيْنَ يَدَيْهِ
Artinya:
“Seorang tukang jahit mengundang Rasulullah ﷺ untuk menikmati hidangan makan yang disajikannya. Maka aku mendatangi undangan makan itu bersama Rasulullah. Dia pun menghidangkan di hadapan Rasulullah roti gandum serta kuah berisi labu dan daging. Lalu aku melihat Rasulullah menjumputi labu dari pinggiran pinggan. Maka sejak hari itu aku selalu menyukai labu.” Tsumamah mengatakan dari Anas, “Maka kukumpulkan labu itu di hadapan beliau.” (HR Al-Bukhari no. 5439).
Kekuatan Gizi Labu Kuning
Labu kuning (Cucurbita moschata Durch) adalah salah satu jenis buah yang memiliki kandungan karotenoid yang tinggi. Tanaman menjalar ini termasuk dalam keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae), serumpun dengan melon, blewah, dan semangka.
Di Indonesia, ia dikenal dengan berbagai nama daerah seperti labu parang (Jawa Barat) dan Labu (Jawa Tengah). Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan yang rumit, sehingga dapat diproduksi dalam skala besar.
Labu kuning juga memiliki daya simpan yang lama dibandingkan buah lain. Rahasia daya simpannya terletak pada kulit buahnya yang sangat tebal dan keras, yang berfungsi sebagai penghalang laju respirasi maupun penguapan (evaporasi).
Secara ilmiah, buah ini adalah sumber energi yang mengagumkan. Daging buahnya yang kuning mengandung karbohidrat tinggi, dan kaya akan provitamin A, E, dan C, serta mineral penting seperti Ca, Fe, dan Na. Labu juga mengandung inulin dan serat pangan yang sangat diperlukan untuk pemeliharaan kesehatan.
Manfaat Kesehatan dan Potensi Olahan Lokal
Berkat kandungan gizinya, mengonsumsi buah lokal ini memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan. Labu kuning mengandung antioksidan kuat seperti alpha-karoten, beta-karoten, dan beta-cryptoxanthin, serta vitamin C, vitamin E, dan fenol yang bekerja sebagai penangkal radikal bebas. Kandungan nutrisi seperti vitamin C, provitamin A, Vitamin E, zat besi, dan asam folat juga berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Kesehatan organ vital pun terjamin. Kandungan provitamin A dalam labu bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata.
Selain itu, labu kuning tinggi potasium, vitamin C, dan serat, yang sangat dikaitkan dengan manfaat menjaga kesehatan jantung.
Bagi yang peduli dengan berat badan, buah ini sangat ideal karena rendah kalori namun tinggi serat. Secara komprehensif, labu kuning memiliki sifat anti bakteri, anti obesitas, anti diabet, dan anti kanker.
Mengingat kekayaan manfaatnya, kita bisa memanfaatkan seluruh bagian buah. Daging buahnya dapat diolah menjadi berbagai produk olahan makanan seperti sayur, kolak, dodol, selai, kue, hingga sup labu kuning instan.
Bahkan bijinya, bagian yang juga bernilai gizi penting, dapat digunakan sebagai bahan kuaci.
Jadikan Labu Kuning Sunah Gaya Hidup
Labu kuning adalah warisan makanan yang istimewa. Ia mengajarkan kita bahwa keberkahan dan kesehatan tidak selalu ditemukan pada makanan yang mahal atau sulit dijangkau, tetapi pada kesederhanaan yang telah dicontohkan oleh Nabi.
Di saat kita sibuk mencari “makanan super” dari luar negeri, labu kuning—dengan segala khasiatnya yang teruji oleh sunah dan sains—tumbuh melimpah dan siap menjadi pahlawan gizi lokal.
Mari kita teladani sunah Rasulullah SAW bukan hanya dengan membaca, tetapi dengan mengamalkan. Jadikan labu kuning sebagai bagian rutin dari menu harian Anda, dan rasakan manfaat kesehatannya.
Labu kuning adalah bukti nyata bahwa kearifan pangan lokal adalah kunci menuju hidup yang sehat dan berkah!
Baca juga:
Cegah Diabetes, Prof. Nurrahman Unimus Kembangkan Sup Labu Kuning Instan