Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Tabligh 4 menit baca

Solusi Islam Mengatasi Masalah Kesehatan Mental Gen Z

Drs. H. Danusiri, M.Ag.

Komisi Dakwah MUI Kota Semarang, Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan Unimus

Solusi Islam Mengatasi Masalah Kesehatan Mental Gen Z
Berzikir dengan tasbih: Salah satu terapi religius yang dianjurkan Islam untuk mengatasi kecemasan dan overthinking pada Generasi Z, seperti yang diilustrasikan oleh pemuda ini di kamarnya yang damai.

Generasi Z lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Publik mengenal mereka sebagai generasi asli digital yang sangat kreatif. Mereka tumbuh dan mahir menggunakan teknologi internet. Namun, ancaman gangguan kesehatan mental Gen Z terus meningkat belakangan ini. Berbagai survei membuktikan generasi ini rentan mengalami overthinking dan kecemasan tingkat tinggi.

Pemicu Utama Kerentanan Psikologis

Mengapa masalah kesehatan mental Gen Z begitu marak saat ini? Tentu saja, kita bisa melihat beberapa pemicu utamanya. Pertama, anak muda terlalu sering membuka media sosial. Akibatnya, mereka merasa harus selalu mengikuti tren terbaru. Oleh karena itu, waktu interaksi sosial mereka di dunia nyata menurun drastis.

Selain itu, pemuda sekarang sering melihat berita negatif setiap hari. Contohnya, informasi krisis iklim, kekerasan, atau isu politik bertebaran di layar ponsel mereka. Fakta ini membuat mereka memandang realitas dunia dengan sangat pesimis. Bahkan, kecemasan makin menjadi saat mereka menghadapi ketidakpastian masa depan. Perkembangan Artificial Intelligence (AI) jelas mengancam banyak lapangan kerja.

Selanjutnya, durasi pemakaian internet rata-rata mencapai lebih dari 10 jam sehari. Karena itu, waktu tidur anak muda sangat terbatas. Kondisi ini langsung memicu perasaan terisolasi dari lingkungan sekitar. Jika kita terus membiarkan siklus ini, beban psikologis generasi penerus pasti semakin berat. Oleh sebab itu, kita wajib menemukan solusi yang tepat.

Terapi Religius sebagai Solusi Utama

Islam selalu menawarkan solusi paripurna bagi umatnya. Untuk menyikapi masalah ini, agama kita menyarankan penerapan terapi religius. Praktik ini berfokus penuh pada penguatan dimensi batin manusia.

Banyak tokoh besar menemukan kedamaian karena mereka rajin berzikir dan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam hal ini, Islam memberikan dua resep utama untuk merawat kesehatan mental Gen Z.

Pertama, kita harus menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong utama. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

(Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar – QS. al-Baqarah: 153).

Melalui shalat, kita bisa mencurahkan segala keluh kesah langsung kepada Sang Pencipta. Sementara itu, sikap sabar menuntut kita untuk terus berusaha keras. Jadi, sabar bukan berarti pasrah tanpa tindakan. Sebaliknya, sabar mendorong kita berani mencoba dan segera bangkit dari kegagalan.

Kekuatan Zikir Menenangkan Hati

Kedua, umat Islam wajib memperbanyak amalan zikir. Zikir berarti mengingat Allah secara lisan maupun dalam hati sanubari. Mengenai hal ini, Allah SWT mengingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

(Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang – QS. al-Ahzab: 41-42).

Lebih lanjut, zikir terbukti sangat efektif menenangkan pikiran yang kalut. Al-Qur’an secara tegas menjelaskan manfaat luar biasa dari amalan ini:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوب

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram – QS. ar-Ra’d: 28).

Sebagai contoh, Rasulullah SAW mengajarkan kita melafalkan kalimat yang baik secara berulang. Kita bisa merutinkan bacaan: Subḩânallâh walḩamdulillâh walâ ilâha illallâhu Huwallâhu Akbar. Menghayati kalimat ini pasti menumbuhkan rasa optimis yang kuat. Hasilnya, kita menyadari kehormatan dan potensi unggul kita sebagai hamba Allah.

Kesimpulannya, upaya menjaga kesehatan mental Gen Z membutuhkan kesadaran spiritual dari dalam diri.

Wahai anak muda, kalian memiliki kekuatan batin yang luar biasa untuk bangkit. Oleh karena itu, jangan biarkan rasa cemas menghancurkan harapan masa depan kalian. Segeralah bersujud dan lantunkan zikir untuk mengelola stres tersebut. Dengan demikian, kalian pasti tumbuh menjadi pribadi tangguh dan selalu optimis menyongsong masa depan. Insya Allah.

Baca juga:

Jangan Paksa Mikir Saat Hati Kalut! Atasi Masalah Lewat Kekuatan Dzikir

Kulturisasi Zikir

Editor: Agung S Bakti
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: