Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bikin Haru, Ini Alasan Jemaah Haji Semarang Tolak Jasa Pendorong Kursi Roda di Makkah

11 Mei 2026, 09:00 WIB • 3 menit baca
Sekelompok jemaah haji wanita lansia dari Semarang duduk di kursi roda dalam barisan, mengenakan pakaian ihram putih dan tersenyum, dengan petugas berdiri di belakang mereka pada malam hari.
Jemaah Haji Semarang Kloter 28 SOC dari kelompok risiko tinggi (risti) bersiap di kursi roda untuk melaksanakan ibadah umrah wajib di Makkah, Ahad (10/5/26) waktu setempat. Beberapa petugas TPIHI dan panitia dari KBIHU Muhammadiyah terlihat mendampingi mereka. Foto ini menunjukkan sebagian dari 18 jemaah berkursi roda yang ibadahnya akan didorong dan dibimbing langsung oleh petugas serta sesama anggota rombongan tanpa menggunakan jasa dorong komersial. (Foto: Dok. TPIHI Kloter 28 SOC)

MAKKAH, muhammadiyahsemarangkota.org– Demi menjaga kekhusyukan doa, para petugas dan anggota rombongan jemaah haji Semarang Kloter 28 SOC rela bahu-membahu mendorong sendiri 20 kursi roda lansia saat umrah wajib, Ahad (10/5/2026). Mereka secara khusus sepakat menolak layanan jasa pendorong komersial di Masjidil Haram karena sebuah alasan spiritual yang mendalam.

Sebelumnya, para jemaah berhasil menjaga ketat berbagai pantangan ihram sejak keberangkatan dari Madinah pada Sabtu malam. Setibanya di Makkah, mereka langsung membagi pelaksanaan umrah wajib menjadi dua gelombang. Strategi ini terbukti efektif untuk menjaga stamina dan mengoptimalkan kekhusyukan, terutama bagi jemaah risiko tinggi (risti).

Ketua Kafilah KBIHU Muhammadiyah Kloter 28 SOC, Dr. Mafrukhi, menjelaskan skenario pembagian waktu tersebut. “Pelaksanaan umroh dibagi 2 tahap, yang sehat dan yang pakai kursi roda,” ujar Mafrukhi dalam laporannya pada Ahad (10/5/2026) tengah malam waktu Indonesia.

Gelombang pertama berisi jemaah haji Semarang yang bugar secara fisik. Mereka bergerak dari hotel di Roudhoh menuju Terminal Sib Amir sejak pukul 07.00 pagi waktu setempat. Proses tawaf dan sa’i sebanyak tujuh putaran berjalan lancar. Petugas kemudian menutup rangkaian ibadah ini dengan membimbing proses tahalul atau memotong rambut para jemaah.

Sekelompok jemaah haji Indonesia dari depan, mengenakan ihram, dipimpin seorang pria memegang buku doa di dalam koridor Masjidil Haram, Makkah.
Ustadz Nurbini (depan, memegang buku doa) memimpin barisan jemaah haji Muhammadiyah Semarang Kloter 28 SOC gelombang pertama umrah wajib di Masjidil Haram, Makkah, Ahad (10/5/26) pagi waktu setempat. Gelombang pertama berisi jemaah haji Semarang yang bugar secara fisik. (Foto: Dok. KBIHU Muhammadiyah Semarang)

Tolak Jasa Berbayar demi Kekhusyukan Doa

Sementara itu, panitia memberikan perlakuan khusus yang penuh empati kepada jemaah haji Semarang gelombang kedua. Mereka menjadwalkan 20 jemaah haji yang membutuhkan kursi roda untuk menjalani umrah wajib pada sore hari atau selepas Isya.Pemilihan waktu malam hari ini sangat tepat untuk menghindari cuaca terik dan kepadatan massa di area Masjidil Haram.

Menariknya, rombongan sepakat menolak tawaran layanan pendorong komersial yang banyak tersedia di sana. Para petugas dan sesama anggota jemaah haji Semarang memilih turun tangan langsung. Mereka saling bahu-membahu mendorong kursi roda lansia melintasi pelataran suci. Keputusan mandiri ini lahir dari komitmen kuat untuk menjaga kualitas ibadah.

“Jemaah haji Semarang didorong oleh petugas dan jamaah dari rombongan. Tidak menggunakan jasa dorong dari Masjidil Haram karena mereka hanya mendorong tanpa disertai manasik dan doanya,” tegas Mafrukhi menyoroti alasan utama penolakan tersebut.

Langkah solidaritas ini memastikan setiap jemaah haji tetap melantunkan doa dengan benar selama tawaf dan sa’i.

Pada akhirnya, semua rangkaian ibadah berjalan sesuai rencana. Pengurus memastikan seluruh anggota kafilah mengambil skema haji tamatu. Skema penyelenggaraan ini mewajibkan seluruh jemaah,termasuk jemaah haji Semarang, untuk membayar dam nusuk di kemudian hari.

Pantau terus laporan terkini dan terlengkap setiap hari, kabar jemaah haji Muhammadiyah Kloter 28 SOC Semarang, langsung dari Tanah Suci. Hanya di Muhammadiyahsemarangkota.org

Kontributor: KBIHU Muhammadiyah Semarang
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: