Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Batik, Peci, dan Janji Suci: Potret Wajah Baru Penjaga Masjid At-Taqwa

17 Januari 2026, 10:25 WIB 3 menit baca
Belasan pemuda pengurus Remaja Masjid At-Taqwa Ngaliyan berdiri berjejer mengenakan batik saat pelantikan dalam peringatan Isra Mi’raj 2026.
Wajah baru penjaga cahaya: Belasan pemuda resmi dilantik sebagai pengurus Remaja Masjid At-Taqwa dalam rangkaian peringatan Isra Mi’raj 2026 di Ngaliyan, Semarang.

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Belasan pemuda berdiri tegap di bawah pendar lampu neon dan spanduk vinil lebar bertuliskan ‘Pengajian Umum’. Mereka tidak memakai seragam mewah, melainkan batik dengan corak beragam mulai dari parang hingga megamendung. Keragaman motif ini justru mencerminkan kekayaan karakter mereka. Namun, pada Jumat malam (16/01/26), perbedaan itu lebur di atas karpet hijau Masjid At-Taqwa Wates Ngaliyan. Mereka menangkupkan tangan dengan sopan sambil menatap lurus ke depan. Para pemuda ini siap menerima amanah baru tepat pada momentum peringatan Isra Mi’raj 2026.

Kehangatan di Balik Pintu Masjid

Hujan deras mengguyur wilayah Ngaliyan Semarang, hari ini. Meski begitu, cuaca dingin tak mampu menembus kehangatan di dalam ruang utama masjid. Ratusan warga duduk rapat memenuhi saf. Bapak-bapak berkopiah hitam terlihat bersila takzim. Di lantai, kotak snack dan botol air mineral berjejer rapi menemani malam panjang para jamaah.

Suasana terasa semakin khidmat saat Ust. Asep Jauharudin S.Ag. naik ke podium. Ia mengenakan sorban kaffiyeh yang melingkar di leher. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan dengan nada bicara yang sangat tenang. Sesekali beliau menyeruput teh hangat untuk membasahi kerongkongan. Jeda-jeda kalimatnya membuat pesan dakwah tersebut meresap dalam ke hati jamaah yang menyimak dengan saksama.

Garda Terdepan dan Inklusivitas Generasi

Prof. Ahwan Fanani, M.Ag. menilai momen pelantikan pengurus remaja masjid ini sebagai langkah yang sangat krusial. Beliau menegaskan bahwa Remaja Masjid bukan sekadar pelengkap organisasi. Sebaliknya, mereka adalah garda terdepan atau “sayap penggerak” untuk menjangkau kaum muda. “Masjid harus mampu mewadahi seluruh usia dan merangkul semua elemen, terutama pemuda,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Menariknya, suasana di saf belakang terasa jauh lebih cair. Para ibu menyimak materi dengan takzim, sementara sekelompok remaja putri duduk santai. Beberapa dari mereka bahkan melempar senyum peace ke arah kamera dengan ceria. Inilah potret nyata masjid yang inklusif. Masjid kini menjadi tempat yang nyaman bagi Gen Z, bukan lagi tempat yang kaku atau menakutkan.

Visi 2030: Membajak Kesunyian

Ketua terpilih periode hingga 2030, Dzaka Ilmi, menunjukkan bahasa tubuh yang sangat sigap. Ia menegaskan tekadnya agar amanah ini tidak berhenti di atas kertas saja. “Kami menolak masjid ini hanya menjadi museum bagi orang tua,” ujarnya secara visioner. Ia ingin masjid “berisik” oleh diskusi anak muda serta aktivitas positif lainnya. Ia pun telah menyiapkan berbagai kegiatan remaja masjid yang menarik sebagai salah satu cara memakmurkan masjid bagi generasi masa depan.

Gema Semangat Bung Karno

Malam itu mencapai puncak emosionalnya melalui pembacaan teks pidato Isra Mi’raj inspiratif. Lukman Al-Hakim sebagai salah satu anggota remaja masjid juga memiliki semangat juang yang tinggi, dengan api semangat yang membara. Ia mengadaptasi kutipan legendaris Sang Proklamator, Bung Karno. “Beri aku 15 pemuda, maka akan kami guncangkan Masjid At-Taqwa dengan semangat luar biasa,” serunya dengan lantang. Meskipun jumlah personel yang hadir malam itu hanya tiga belas orang, getaran semangat mereka tetap terasa nyata di seluruh ruangan.

Saat doa penutup berkumandang, hujan di luar mulai mereda. Alam seolah memberi restu pada nama-nama yang baru saja dilantik. Mereka kini resmi menjadi penjaga cahaya di Masjid At-Taqwa. Para pemuda ini siap mengubah ekspektasi menjadi realita bagi masa depan wilayah Wates.

Baca juga :

Refleksi Isra Mi’raj 2026: Dr. Aang Kunaepi Kupas Rahasia Kepemimpinan Langit

Siasat Dakwah Milenial dalam Muhasabah Akhir Tahun AMM Semarang

Kontributor: Ariel Eka Pratama
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: