Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Detik-Detik Mengharukan Ziarah Wada, Tangis Jemaah Pecah Sebelum Tinggalkan Madinah

9 Mei 2026, 13:44 WIB • 2 menit baca
Wajah-wajah jemaah haji asal Semarang yang sedang berdesakan di tengah lautan manusia saat mendekati area makam Rasulullah di dalam Masjid Nabawi untuk Ziarah Wada.
Kepadatan jemaah terlihat jelas saat rombongan Kloter 28 SOC Semarang berdesakan mendekati area makam Rasulullah SAW di dalam Masjid Nabawi, Sabtu (7/5/2026). Tingginya volume jemaah yang hendak berpamitan membuat petugas Askar harus menerapkan sistem rekayasa buka-tutup. (Foto: Dok. TPIHI Kloter 28 SOC)

MADINAH, muhammadiyahsemarangkota.org– Suasana haru dan derai air mata menyelimuti jemaah haji Kloter 28 SOC saat melakukan Ziarah Wada di makam Rasulullah SAW, Madinah, Sabtu (7/5/2026) pagi. Kepadatan luar biasa di Masjid Nabawi memaksa Askar menerapkan sistem buka-tutup bagi para jemaah yang hendak berpamitan sebelum bertolak ke Makkah.

Kepadatan jemaah dari berbagai penjuru dunia terlihat nyata sejak Subuh. Ribuan orang berdesakan memadati area dalam Masjid Nabawi. Situasi pelik ini membuat petugas keamanan bertindak ekstra mengatur arus pergerakan manusia.

“Pagi hari ini sangat padat, sehingga Askar harus melakukan buka tutup untuk masuk ke pintu Babussalam menuju makam Rasulullah,” ujar petugas TPIHI Kloter 28 SOC, Drs. H. Nurbini, MSI, kepada muhammadiyahsemarangkota.org, Sabtu (7/5/2026), pukul 10:44 WIB.

Derai Air Mata Perpisahan

Rombongan jemaah haji Semarang ini memulai pergerakan tepat pukul 05.15 waktu setempat atau 09;15 WIB. Para jemaah laki-laki sebelumnya berkumpul rapi di pelataran pintu 330. Mereka kemudian berjalan perlahan membelah lautan jemaah lain.

Rombongan jemaah haji laki-laki Kloter 28 SOC Semarang berjalan beriringan melintasi pelataran Masjid Nabawi menuju makam Rasulullah untuk melaksanakan Ziarah Wada.
Rombongan jemaah haji Kloter 28 SOC asal Kota Semarang berjalan beriringan melintasi pelataran Masjid Nabawi menuju makam Rasulullah SAW untuk melaksanakan Ziarah Wada ba’da Subuh, Sabtu (7/5/2026). (Foto: Dok. TPIHI Kloter 28 SOC)

Momen perpisahan ini memantik emosi mendalam bagi para tamu Allah. Air mata mereka tumpah saat melantunkan salam perpisahan di dekat pusara Nabi.

“Suasana haru dialami oleh jemaah. Banyak yang menangis terharu atau bersedih karena harus meninggalkan Kota Madinah dan Masjid Nabawi ini,” kata Nurbini menceritakan kondisi di lapangan.

Persiapan Menuju Makkah

Pelaksanaan Ziarah Wada pada pagi hari bukan tanpa alasan strategis. Tim pembimbing menyesuaikan jadwal ketat pergerakan jemaah haji 2026.

“Ziarah wada sengaja kita lakukan pagi ini karena nanti siang, paling lambat pukul dua (pukul 18:00 WIB, red.), jemaah harus sudah bergerak meninggalkan Kota Madinah,” tuturnya menambahkan.

Setelah ziarah, jemaah langsung kembali ke hotel untuk bersiap. Mereka mendapat imbauan untuk segera mandi ihram. Rombongan juga mulai memakai wangi-wangian pada badan, menyesuaikan aturan syariat sebelum mengenakan pakaian ihram.

Menjelang waktu Zuhur, jemaah membawa koper kabin turun menuju bus. Mereka kemudian kembali ke masjid untuk melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara jamak. Setelah itu, rombongan akan mengambil miqat di Bir Ali sebelum menempuh perjalanan panjang menuju Kota Makkah.

Pantau terus laporan terkini dan terlengkap setiap hari, kabar jemaah haji Muhammadiyah Kloter 28 SOC Semarang, langsung dari Tanah Suci. Hanya di Muhammadiyahsemarangkota.org

Kontributor: KBIHU Muhammadiyah Semarang
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: