Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Estafet Kepemimpinan IMM UNNES: Siapkan Mahasiswa Jadi Pemimpin Masa Depan

7 Maret 2026, 14:21 WIB 2 menit baca
Prosesi pelantikan pengurus baru IMM UNNES periode 2026-2027 di Masjid At-Taqwa Patemon Semarang.
Suasana khidmat pelantikan pengurus baru IMM UNNES periode 2026-2027 yang berlangsung di Masjid At-Taqwa Patemon, Gunungpati, Sabtu (7/3).

GUNUNGPATI, muhammadiyahsemarangkota.org – Mahasiswa bukan sekadar peserta pendidikan formal di bangku kuliah. Lebih dari itu, mereka adalah agen perubahan yang membawa solusi bagi persoalan masyarakat. Semangat inilah yang melandasi prosesi pelantikan pengurus baru Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Negeri Semarang (UNNES) periode 2026-2027.

Acara yang berlangsung khidmat di Masjid At-Taqwa Patemon, Sabtu pagi (7/3), menjadi pijakan awal bagi gerakan dakwah mahasiswa. Sebagai Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, IMM kembali menegaskan perannya dalam membentuk kader yang kritis, berintegritas, dan peduli pada isu sosial.

Momentum Penguatan Gerakan Mahasiswa

Suasana sejuk khas dataran tinggi Gunungpati menyelimuti prosesi pelantikan tersebut. Para kader, alumni, serta jajaran Pimpinan Cabang (PC) IMM Kota Semarang turut hadir memberikan dukungan penuh.

Di tengah kompetisi kehidupan kampus yang ketat, momen ini memiliki makna besar. Para kader memandang pelantikan ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat kontribusi mahasiswa Muhammadiyah bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, regenerasi ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan penguatan fondasi gerakan.

Nahkoda Baru Dua Komisariat IMM UNNES

Dalam prosesi tersebut, dua komisariat IMM UNNES resmi memperkenalkan pemimpin barunya. Izzudin Al-Qossam kini menjabat sebagai Ketua Umum PK IMM HAMKA. Sementara itu, Arif Satria Tama resmi menahkodai PK IMM HOS Tjokroaminoto.

Keduanya mengemban tugas besar untuk menghadirkan energi baru dalam organisasi. Selain itu, mereka harus mampu memperkuat kolaborasi antar-kader. Tradisi IMM menekankan bahwa kepemimpinan mahasiswa harus memadukan intelektualitas dengan integritas moral yang kuat.

Dukungan Pembina: Melahirkan Cendekiawan Berpribadi

Pembina IMM UNNES, Dr. Cahyo Seftyono, S.Sos., M.A, hadir memberikan arahan strategis bagi para pengurus. Ia berpesan agar IMM UNNES terus melahirkan kader unggul yang mampu menggerakkan aksi nyata untuk bangsa.

“Saat ini bukan lagi waktunya organisasi berjalan sendiri-sendiri. Kita butuh ruang kolaborasi antar-organisasi kemahasiswaan selama kegiatannya positif dan bermanfaat,” tegas Cahyo dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan PC IMM Kota Semarang mengajak kader menjadikan organisasi sebagai tempat menimba ilmu yang tidak ada di kelas. Selain mencari relasi dan pahala, mereka mengingatkan pentingnya tanggung jawab kepemimpinan berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya Q.S. An-Nisa ayat 9.

Menjaga Keberlanjutan di Kampus Konservasi

Regenerasi ini menjadi kunci keberlanjutan organisasi di lingkungan kampus konservasi UNNES. Dengan semangat kolaborasi dan ide-ide segar, IMM diharapkan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Pada akhirnya, langkah ini menjadi bagian dari misi besar Muhammadiyah dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang tangguh.

Baca juga :

Aktivis IMM Semarang Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa: Ekspansi Dakwah di UIN Walisongo

Dari DAD ke Indonesia Emas: Cara IMM Menyiapkan Generasi Z Ambil Peran

Kontributor: Afida Nur Aulia
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: