Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Stop Asal Didik Anak! Ketua PWA Jateng Ungkap Peta Jalan Pendidikan Keluarga

24 Juli 2026, 19:57 WIB 2 menit baca
Ketua PWA Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menyampaikan pidato di mimbar kayu dihiasi aksen ukiran, mengenakan jilbab kuning cerah dan busana batik khas 'Aisyiyah, saat menekankan pentingnya pengasuhan anak dan peluncuran gerakan aisyiyah cinta anak.
Ketua PWA Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., saat menyampaikan ajakan penguatan pendidikan keluarga dan pengasuhan generasi radhiyyan melalui gerakan aisyiyah cinta anak dalam Resepsi Milad ke-109 'Aisyiyah di Kabupaten Sragen.

SRAGEN, muhammadiyahsemarangkota.org – Kehadiran anak membawa amanah peradaban yang sangat besar. Orang tua tidak boleh menganggap anak sekadar penerus garis keturunan saja. Pesan penting ini mengemuka dalam Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah dan Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Sragen, Kamis (23/7/2026).

Ketua PWA Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menyampaikan pesan tersebut di hadapan ratusan kader. Dr. Eny Winaryati mengajak para orang tua mengevaluasi kembali pola pengasuhan anak.

Dr. Eny Winaryati menegaskan pentingnya visi jangka panjang dalam mendidik anak. Orang tua tidak boleh memfokuskan pengasuhan pada kebutuhan fisik semata. Pengasuhan anak wajib memperkuat karakter dan mental spiritual.

Al-Qur’an Surah Maryam ayat 1–13 memuat panduan lengkap mencetak generasi radhiyyan.

“Memiliki anak bukan sekadar punya keturunan, tetapi melahirkan generasi rabban radhiyyan, generasi yang diridai Allah, beriman, berakhlak, dan menjadi penerus kebaikan,” tegas Dr. Eny Winaryati saat menyampaikan ceramahnya.

Inspirasi dari kisah Nabi Zakariya tersebut menjadi peta jalan pendidikan keluarga yang sangat krusial untuk membendung derasnya dampak negatif arus modernisasi saat ini.

Bangun Tradisi Literasi dan Karakter Tangguh Sejak Dini

Dr. Eny Winaryati menyoroti pentingnya budaya literasi dalam keluarga. Allah memerintahkan Nabi Yahya agar memegang teguh kitab-Nya. Perintah ini mengajarkan pentingnya tradisi berpikir kritis sejak dini.

Orang tua harus mengartikan literasi secara luas. Literasi mencakup kemampuan memahami realitas sosial dan fenomena alam sekitar.

“Dunia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak, peduli, serta mampu memberi manfaat bagi masyarakat,” tambah Dr. Eny Winaryati.

‘Aisyiyah terus menjalankan gerakan dakwah kemanusiaan selama lebih dari satu abad. Pengurus organisasi mewujudkan kerja nyata lewat layanan pendidikan, kesehatan, dan panti asuhan.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, S.IP., M.A., memberikan apresiasi tinggi terhadap ikhtiar ini. Sigit Pamungkas mengaku sangat optimistis melihat konsistensi para kader perempuan Muhammadiyah.

Peluncuran GACA Jadi Benteng Perlindungan Anak

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sragen meluncurkan Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA). Ketua PDA Sragen, Dra. Dwi Astuti, M.Pd., menjelaskan bahwa gerakan ini mengimplementasikan QS An-Nisa ayat 9.

Program daerah ini memagari anak-anak dari ancaman stunting, kekerasan, dan aksi bullying.

Ketua Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah, Evi Sofia Inayati, S.Psi., turut mendukung penuh gerakan ini. Evi Sofia Inayati menekankan pentingnya penerapan Fikih Perlindungan Anak.

Sinergi berbagai pihak menjadi bukti nyata hadirnya solusi dari dakwah Islam. Kolaborasi ini mengawal tumbuh kembang anak menuju Indonesia Emas 2045.

Momentum Milad ini mengingatkan tanggung jawab moral setiap keluarga. Penanaman nilai kebaikan sejak dini menjadi investasi terbesar bagi peradaban bangsa.

Kader ‘Aisyiyah Sragen terus menyalakan semangat untuk melahirkan generasi radhiyyan yang unggul.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: