Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Pelukan Rindu Pecah, 354 Jemaah Haji Muhammadiyah Semarang Pulang Dengan Utuh

13 Juni 2026, 10:09 WIB • 3 menit baca
Foto dokumentasi suasana malam hari di halaman parkir Islamic Center Manyaran, Semarang. Tampak deretan bus pariwisata berukuran besar dengan lampu-lampu menyala terparkir rapi di sisi kanan. Di latar depan, beberapa jemaah haji laki-laki mengenakan jas batik berwarna biru khas Muhammadiyah sedang berdiri mengobrol hangat, sementara jemaah lainnya sibuk merapikan barang bawaan dan koper di sekitar area parkir yang ramai.
Suasana penuh rasa syukur dan haru mewarnai kepulangan jemaah haji KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang Kloter 28 SOC di Islamic Center Manyaran, Jumat (12/6/2026) malam. Sebanyak 354 jemaah haji berhasil kembali ke tanah air dengan jumlah utuh tanpa kurang satu pun demi mengemban amanah sosial dalam menjaga nilai-nilai haji mabrur di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Isak tangis bahagia dan pelukan rindu seketika memecah keheningan malam di kompleks Islamic Center Manyaran, Semarang. Ratusan anggota keluarga tampak tak kuasa menahan air mata saat menyambut kedatangan rombongan bus penjemput. Momentum emosional tersebut menandai kepulangan jemaah haji KBIHU Muhammadiyah yang tergabung dalam Kloter 28 SOC pada Jumat (12/6/2026) semalam.

Rombongan tamu Allah ini resmi menginjakkan kaki kembali di tanah air tepat pada pukul 19.00 WIB. Setelah menempuh perjalanan panjang dari tanah suci, sebanyak 354 jemaah haji datang dalam kondisi jumlah yang utuh. Suasana penuh kelegaan ini menjadi jawaban atas jutaan doa keselamatan yang terus mengalir dari keluarga tercinta.

Pihak keluarga menyambut kepulangan para jemaah dengan rasa syukur yang luar biasa mendalam kepada Allah SWT. Pasalnya, melewati seluruh rangkaian puncak rukun Islam kelima di Arab Saudi bukanlah perkara yang mudah. Kini, kebahagiaan mereka terasa sangat lengkap menjelang babak baru untuk menjaga konsistensi ibadah haji yang mabrur di lingkungan masyarakat.

Pulang Utuh Tanpa Ada yang Tertinggal

Ketua Kafilah KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang Kloter 28 SOC, Dr. Mafrukhi, menyampaikan rasa syukurnya secara langsung di hadapan jemaah. Mafrukhi merasa sangat lega karena seluruh anggota rombongan selamat hingga tiba di kampung halaman. Kendati demikian, beberapa jemaah memang sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan dan mendapat perawatan medis di rumah sakit Mekah.

“Kami bersyukur alhamdulillahirobbilalamin rombongan 28 dari KBIHU Muhammadiyah kota Semarang Alhamdulillah berangkat dan pulang nya utuh. Walaupun ada beberapa yang sakit di sana, bahkan ada yang masuk rumah sakit tetapi Alhamdulillah ini pulang semuanya utuh tanpa ada yang tertinggal di sana,” ujar Dr. Mafrukhi dengan nada penuh haru.

Selanjutnya, dosen senior ini juga memberikan catatan evaluasi yang sangat penting terkait keberadaan jemaah lansia. Menurut Mafrukhi, keterbatasan fisik jemaah yang sudah tua renta membutuhkan perhatian ekstra yang sangat menguras energi petugas. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar pihak penyelenggara lebih selektif atau mewajibkan adanya pendamping keluarga pada musim haji mendatang.

“Harapan ke depan itu mudah-mudahan Muhammadiyah semakin maju, mungkin ke depan semakin banyak pesertanya. Kemudian satu hal ini yang perlu diperhatikan bahwa ketika jemaah sudah kondisinya kurang sehat atau sudah tua renta itu memang perlu ada pendamping. Karena kalau tidak ada pendamping itu luar biasa, petugas di sana hanya mengurusi satu orang yang sakit sehingga yang lain bisa terabaikan,” tambah Mafrukhi.

Pengalaman Sekali Seumur Hidup

Atmosfer kebahagiaan yang serupa juga terpancar dari raut wajah perwakilan jemaah haji, Ibnu. Warga Semarang ini menceritakan kembali memori perjalanan spiritualnya sejak awal keberangkatan pada akhir Mei kemarin. Ibnu mengakui adanya tantangan berat berupa perbedaan cuaca yang sangat mencolok antara Kota Madinah dan Kota Mekah.

Namun, seluruh kendala fisik tersebut seketika sirna berkat kerja sama yang solid antarjemaah di lapangan. Para jemaah saling menguatkan satu sama lain untuk meluncur ke Masjidil Haram pada waktu-waktu terbaik. Momentum kebersamaan saat wukuf dan mabit bahkan menjadi kenangan indah yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hayat.

“Sangat bahagia sekali ya, obat tidak bisa kita lupakan ya karena haji ini adalah sekali dalam seumur hidup. Jadi kita berusaha untuk melaksanakan sebaik mungkin, juga bekerja sama dengan jemaah lain untuk bisa memperlancar prosesi haji. Semoga diharapkan di tanah suci itu doa-doa kita makbul dan insya Allah sampai di tanah air ini menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” pungkas Ibnu menyudahi ceritanya.

Prosesi penyambutan semalam resmi berakhir seiring berjalannya jemaah menuju kendaraan keluarga masing-masing. KBIHU Muhammadiyah Semarang sukses mengawal perjalanan suci ini dengan predikat pelayanan yang sangat memuaskan. Ratusan jemaah kini siap menyebarkan virus kebaikan di tengah masyarakat sebagai buah manis dari ibadah haji yang mabrur.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: