Fenomena Jemaah Haji Selfie Depan Ka’bah Jadi Sorotan, Ini Tips Ibadah Haji Ikhlas Jelang Armuzna
MAKKAH, muhammadiyahsemarangkota.org – Menjelang puncak haji Armuzna, Syekh Abdullah mengkritik tajam perilaku sebagian jemaah haji Indonesia yang kedapatan pura-pura berdoa hanya demi berswafoto (selfie) di dekat Ka’bah. Kritikan spiritual ini menyampaikan pesan kuat dalam Rakor LPHU (Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah) Jateng Makkah pada Sabtu (23/05/2026). Melalui momentum tersebut, ia mendesak para pembimbing untuk memperketat edukasi keikhlasan ibadah jemaah.
Sentilan mendalam ini mengemuka saat Syekh Abdullah memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah di Makkah. Pada kesempatan itu, ia menyayangkan fenomena jemaah yang kehilangan kekhusyukan demi konten media sosial.
“Banyak jemaah haji Indonesia yang suka berswafoto (selfie) di dekat Ka’bah, bahkan berpura-pura sedang berdoa hanya untuk difoto,” ujar Syekh Abdullah di hadapan para pembimbing ibadah.
Oleh karena itu, Ketua Organisasi Da’wah tersebut mengingatkan seluruh petugas untuk memperkuat edukasi mengenai tips ibadah haji ikhlas. Menurutnya, fokus jemaah harus sepenuhnya kembali pada esensi ibadah, terutama menjelang fase krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Penting sekali menjaga keikhlasan dalam berdoa, terutama saat kita menjelang puncak haji Armuzna yang membutuhkan kesiapan spiritual total,” ucap Syekh Abdullah menegaskan.
Mitigasi Layanan Jemaah di Armuzna
Merespons dinamika di lapangan, LPHU Jateng langsung memperketat koordinasi logistik. Koordinator Pelayanan Jemaah Haji di Makkah, K.H. Farhan Tontowi, memastikan bahwa persiapan teknis untuk memfasilitasi kekhusyukan jemaah sejauh ini berjalan tanpa kendala.
“Rencana Tarwiyah bagi jemaah hingga saat ini belum ada kendala. Bahkan dari pihak Maktab justru jemput bola dengan mendatangi langsung hotel tempat jemaah menginap,” kata K.H. Farhan Tontowi saat memaparkan laporan pencapaiannya.
Langkah proaktif Maktab Arab Saudi ini sangat membantu jemaah agar bisa fokus beribadah tanpa terbebani urusan administrasi transportasi. Rakor LPHU Jateng Makkah yang bertempat di Gedung Jam’iyyatud Da’wah Wal Irsyad fi Ziziyyah Wal Awali ini memang bertujuan mematangkan fase puncak haji.
Instruksi Ketepatan Waktu dari Daker
Sementara itu, Ketua LPHU PP Muhammadiyah, Dr. Moh. Ziyad, M.Ag., memberikan instruksi penutup yang krusial dari Daerah Kerja (Daker) Makkah. Melalui sambungan daring, ia meminta seluruh pembimbing memastikan jadwal pergerakan jemaah dari Mina menuju Arafah.
“Keberangkatan jemaah dari Mina harus terpantau ketat. Saya minta ada kepastian penjemputan ke Maktab, jangan sampai ada jemaah yang terlambat,” tutur Dr. Moh. Ziyad menginstruksikan.
Di samping itu, Ketua PWM Jateng Dr. Tafsir M.Ag., Bapak Saidun, serta Sekretaris Pak Abdullah Muhajir turut menghadiri pertemuan strategis ini secara online. Agenda koordinasi tersebut kemudian berakhir dengan pembagian kenang-kenangan berupa sajadah dan Al-Qur’an dari pihak tuan rumah kepada seluruh perwakilan KBIHU Muhammadiyah Jawa Tengah.