Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Persiapan Armuzna Jemaah Haji Semarang, Simak Jadwal Lengkap Panduan Wukuf Arafah Kloter 28

21 Mei 2026, 19:53 WIB 4 menit baca
Jemaah haji Semarang sedang merapikan pakaian ihram di hotel sebagai bentuk persiapan Armuzna.
Ilustrasi jemaah haji asal Kota Semarang saat merapikan kain ihram di kamar hotel menjelang keberangkatan menuju fase puncak Armuzna di tanah suci. (Foto: Dok. KBIH)

MAKKAH, muhammadiyahsemarangkota.org Tim pembimbing memperketat persiapan Armuzna jemaah haji Kloter 28 SOC asal Semarang melalui pemantapan manasik intensif demi menyiasati kepadatan lalu lintas di tanah suci. Langkah mitigasi ini sangat penting karena rombongan harus sudah memasuki kawasan Arafah maksimal pukul 10.00 waktu Arab Saudi pada 9 Zulhijah. Melalui target waktu krusial tersebut, panitia berharap prosesi inti wukuf dapat berjalan dengan lancar.

Penyuluhan intensif itu menjadi bekal yang sangat krusial bagi jemaah. Oleh karena itu, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) meminta seluruh jemaah untuk terus menjaga kondisi fisik. Hal ini beralasan karena fase puncak haji tersebut pasti menguras energi serta membutuhkan pemahaman fikih yang matang.

Panduan Ihram dan Pergerakan ke Mina

Rangkaian ibadah berat ini akan bermula pada tanggal 7 Zulhijah malam. Berdasarkan jadwal resmi, jemaah KBIH Muhammadiyah akan bertolak menuju Mina setelah pelaksanaan salat Isya. Sebelum momen keberangkatan tersebut, para jemaah wajib menyelesaikan seluruh persiapan fisik di hotel masing-masing.

“Untuk keberangkatan haji akan dimulai pada tanggal 7 malam 8 insyaallah bakda salat Isya, jemaah mulai diberangkatkan menuju ke Mina. Yang sebelumnya pada tanggal 7-nya, paling tidak mulai habis salat Zuhur jemaah sudah mulai mempersiapkan diri dengan memotong kuku, merapikan rambut, mencukur kumis atau jenggot,” ujar Ustadz Drs. H. Nurbini, M.Si. selaku TPIHI Kloter 28 SOC (21/05/26).

Setelah menjelaskan jadwal tersebut, Ustadz Nurbini mengingatkan aturan pakaian ihram secara detail kepada jemaah Semarang. Jemaah wajib mandi keramas dan memakai minyak wangi di badan sebelum mengenakan kain ihram. Sebaliknya, penggunaan wewangian setelah memakai ihram atau pada kain ihram merupakan hal yang terlarang dalam fikih.

Selain masalah fikih, tantangan logistik yang nyata juga membayangi pergerakan jemaah menuju jalur Tarwiyah di Mina. Saat mobilisasi nanti, panitia hanya menyediakan 3 armada bus untuk mengangkut total 360 jemaah dalam satu kloter. Akibat keterbatasan ini, armada bus harus bergerak secara bergantian atau bolak-balik demi mengangkut seluruh rombongan.

Tata Cara dan Panduan Wukuf Arafah

Setelah bermalam di Mina, jemaah akan bergeser menuju Arafah pada tanggal 9 Zulhijah pagi setelah salat Subuh. Pada fase ini, pihak pembimbing melarang keras adanya keterlambatan dari jemaah. Panitia menargetkan seluruh jemaah sudah menduduki area Arafah sebelum siang hari. Sementara itu, prosesi inti wukuf sendiri baru resmi bermula setelah masuknya waktu salat Zuhur.

“Waktu wukuf dimulai bakda zawal atau setelah masuk waktu salat Zuhur sampai matahari tenggelam atau waktu masuk salat Magrib. Prosesi wukuf diawali dengan khotbah wukuf, kemudian salat Zuhur jamak qasar dengan Asar,” tutur Ustadz Nurbini saat menjelaskan panduan wukuf Arafah.

Selesai melaksanakan salat jamak qasar takdim, jemaah akan melanjutkan agenda dengan zikir, doa bersama, dan muhasabah. Setelah rangkaian ibadah bersama itu usai, pembimbing haji memberikan waktu luang bagi jemaah untuk beribadah secara mandiri. Momentum sakral ini dapat pula jemaah manfaatkan untuk menghubungi keluarga di tanah air guna memanjatkan doa bersama.

Strategi Nafar Tsani dan Tawaf Ifadah

Selepas berwukuf di Arafah, jemaah langsung bergerak menuju Muzdalifah setelah waktu Magrib untuk mencari batu kerikil. Namun, panitia sebenarnya telah bergerak cepat dengan menyiapkan sebagian kerikil sejak jemaah berada di Arafah. Langkah taktis tersebut terbukti efektif untuk menghemat waktu dan tenaga jemaah di lapangan.

Jemaah kemudian kembali ke tenda Mina setelah tengah malam untuk melaksanakan mabit dan melontar jumrah. Untuk Kloter 28 SOC, jemaah mengambil keputusan strategis berupa pilihan Nafar Tsani. Konsekuensinya, prosesi melontar jumrah bagi rombongan Semarang ini akan berlangsung selama empat hari, yakni dari tanggal 10 hingga 13 Zulhijah.

“Lempar jumrah 4 hari tanggal 10, 11, 12, dan 13 karena insyaallah nanti kloter 28 ini, KBIH Muhammadiyah Kota Semarang akan melakukan Nafar Tsani sehingga lempar jumrah sampai tanggal 13 Zulhijah,” pungkas Ustadz Nurbini.

Fase akhir manasik haji KBIH Muhammadiyah ini akan ditutup dengan tawaf ifadah di Makkah. Jemaah akan menuju Masjidil Haram setelah Bus Shalawat kembali beroperasi normal, yaitu sekitar dua hari pasca-puncak Armuzna. Pelaksanaan tawaf ifadah ini sekaligus menandai selesainya seluruh rangkaian inti ibadah haji secara resmi.

Kontributor: Tim KBIH Muhammadiyah
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: