Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Berani Keluar Zona Nyaman, Kader Muda Unimus Unjuk Budaya di Taiwan

23 Agustus 2026, 18:39 WIB • 2 menit baca
Azkya Qorsya Salwa R mengenakan jilbab cokelat memegang karya seni kaligrafi/lukisan simbolik bersama seorang mahasiswi Taiwan berkacamata dan berblazer krem di depan layar proyeksi.
Kader muda IMM dan mahasiswi UNIMUS, Azkya Qorsya Salwa R, memperlihatkan hasil karya seni pertukaran budaya dalam rangkaian Pengalaman KKN Internasional di Taiwan.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Menginjakkan kaki di perantauan ribuan kilometer dari tanah air menjadi bukti nyata keutuhan mimpi seorang anak muda. Sosok kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sekaligus mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Azkya Qorsya Salwa R, sukses mengukir prestasi internasional lewat program KKN di Negeri Formosa, Taiwan pada Ahad (23/8/2026).

Langkah mahasiswi berprestasi ini membuktikan bahwa anak muda sanggup berbicara banyak di panggung global. Kehadirannya di Taiwan tidak sekadar menuntaskan tugas kuliah, melainkan membawa misi kemanusiaan, intelektualitas, dan diplomasi budaya Nusantara.

Azkya bergabung bersama jejaring delegasi lintas negara untuk merancang berbagai inovasi bermanfaat. Mereka bekerja sama mengembangkan produk makanan olahan alami, mengajarkan bahasa, serta saling bertukar filosofi hidup antarnegara.

“Perbedaan bahasa dan budaya bukanlah penghalang, melainkan jembatan untuk saling memahami,” ungkap Azkya Qorsya Salwa R saat membagikan kesan perjalanannya.

Diplomasi Wayang dan Batik

Selanjutnya, momentum paling membanggakan hadir sewaktu mahasiswi kreatif ini memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing. Azkya memamerkan keindahan kain batik serta menceritakan filosofi mendalam di balik karakter wayang kulit.

Tokoh-tokoh ikonik seperti Bima, Dewi Sinta, Arjuna, hingga Semar mendadak menjadi pusat perhatian para peserta internasional. Lewat karakter wayang tersebut, pilar muda Muhammadiyah ini menyelipkan pesan moral serta nilai kearifan lokal Indonesia.

Di samping menjalankan diplomasi budaya, lingkungan kota Taiwan memberikan suntikan inspirasi baru terkait nilai kedisiplinan. Kesadaran warga lokal dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah menjadi pelajaran berharga yang memperluas sudut pandangnya.

“Kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh keunggulan teknologi. Karakter, kedisiplinan, dan kesadaran masyarakat justru menjadi kunci utamanya,” tambah mahasiswa Prodi Manajemen Unimus tersebut.

Semangat Kader Muda Berkemajuan

Sembari menuntaskan pengabdiannya, perjalanan berharga ini makin memantapkan tekad Azkya untuk terus berkarya bagi bangsa. Pengalaman lapangan membuktikan bahwa kapasitas intelektual harus berpadu dengan keberanian mengambil tindakan nyata di tengah masyarakat.

Langkah berani ini mendadak menjadi suntikan motivasi bagi mahasiswa lain yang masih ragu mengejar impian global. Kesempatan emas tidak pernah mendatangi orang yang hanya berpangku tangan, melainkan menyapa mereka yang berani keluar dari zona nyaman.

Lalu, jejak keberhasilan Azkya di Negeri Formosa menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia sanggup bersaing secara sehat di tingkat dunia. Semangat pantang menyerah sang kader muda kini menyalakan harapan baru bagi almamaternya.

Kisah penjelajahan pengalaman KKN Internasional ini menitipkan pesan sederhana namun menggetarkan dada. Jangan pernah takut bermimpi besar, sebab keberanian melangkah akan membuka jalan menuju puncak pencapaian tertinggi.

Kontributor: Tim Humas UNIMUS
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: