Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Mata Air Kegelisahan H. Mustain, Mewujudkan Hadirnya Air Minum Muhammadiyah Semarang

18 April 2026, 18:54 WIB 4 menit baca
H. Mustain mengenakan peci dan kemeja batik memegang botol air kemasan, simbol inisiatif pabrik Air Minum Muhammadiyah di Semarang
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bringin, H. Mustain, menunjukkan botol air mineral yang menjadi cikal bakal terwujudnya Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) produksi Air Minum Muhammadiyah di Kota Semarang. Pabrik murni urunan jamaah ini ditargetkan mulai berproduksi pada Juni 2026.

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org Suasana rapat di berbagai majelis persyarikatan mungkin terasa biasa bagi kebanyakan orang. Namun, bagi H. Mustain, pandangannya kerap tertuju pada satu pemandangan ganjil: jejeran botol air mineral di atas meja yang tak satu pun lahir dari rahim persyarikatan. Kegelisahan yang terus menggenang di benaknya itulah yang kelak memercikkan gagasan besar untuk sungguh-sungguh mewujudkan hadirnya air minum Muhammadiyah dari hulu ke hilir.

Kegundahan Mustain, yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bringin, Ngaliyan, bukanlah keluhan tanpa arah. Memiliki rekam jejak mumpuni di bidang produksi air, ia melihat sebuah ironi sekaligus peluang emas kemandirian ekonomi yang tertidur di Kota Semarang.

Kapabilitas kepemimpinan dan inovasi Mustain sejatinya telah teruji nyata di lapangan. Tangan dinginnya terbukti lewat kesuksesan inisiatif gerakan Bersih-Bersih Masjid (BBM) yang PRM Bringin jalankan.

Selama lebih dari setahun terakhir, tim relawan BBM ini telah bergerak rutin dan ikhlas membersihkan puluhan masjid di penjuru Kota Semarang secara gratis. Rekam jejak pelayanan umat inilah yang meyakinkan banyak pihak bahwa gagasan pabrik Air Minum Muhammadiyah ini bukan sekadar angan-angan, melainkan visi terukur dari seorang eksekutor andal.

Dengan tekad yang bulat, ia mulai merajut jejaring, mencari alat produksi, hingga menelusuri sumber mata air terbaik. Pencarian saksama itu akhirnya melabuhkan pilihan pada kejernihan sumber air di kawasan Gunungpati, Semarang.

Pabrik Air Minum Muhammadiyah Milik Jamaah

Menariknya, Mustain merancang inisiatif pendirian pabrik AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) ini dengan model kepemilikan yang murni mengakar dari bawah.

“Jadi air AMDK Muhammadiyah ini bukan milik perorangan, semua milik jamaah. Kita tidak punya konsep untuk siapa yang punya uang banyak. Tapi semua warga berhak untuk memiliki. Jadi bentuknya jamaah,” ungkap Mustain kepada Muhammadiyahsemarangkota.org beberapa waktu lalu, merinci filosofi di balik pendirian pabrik tersebut.

Mustain mengusung narasi kemandirian ekonomi yang nyatanya langsung memikat hati warga. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang pun memberikan dukungan penuh. Bahkan Ketua PDM Kota Semarang, Dr. Fachrur Rozi, sudah menyosialisasikan langsung rencana produksi air minum Muhammadiyah tersebut kepada ribuan jamaah dalam gelaran Hari Ber-Muhammadiyah, Ahad (12/4/26) pekan lalu.

Mustain mematok nilai investasi produksi air minum persyarikatan ini sangat terjangkau agar warga bisa mewujudkan semangat gotong royong secara nyata.

“Kita kemarin sudah hitung-hitung, setiap jamaah yang mau kontribusi itu senilai sekitar Rp600 ribuan. Sehingga ini kalau total biaya sekitar Rp600 juta dibagi 1.000 orang, kenanya per orang Rp600 ribuan,” jelas Mustain terkait urunan pendanaan pabrik tersebut.

Jamaah mengerjakan seluruh prosesnya secara mandiri tanpa meminjam bendera pihak luar, sehingga menambah kebanggaan atas lahirnya produk kemandirian ini.

“Kita Muhammadiyah murni. Jadi ini dari Muhammadiyah untuk Muhammadiyah. Kita tidak bekerjasama atau kloning. Tidak ada istilah maklon atau nandanin ke perusahaan lain, kita murni akan buat sendiri,” tegasnya dengan nada optimis.

Target Produksi Juni 2026

Kini, langkah nyata merintis produk AMDK lokal ini sudah di depan mata. Mustain sengaja menyerahkan penentuan identitas produk kebanggaan ini kembali kepada jamaah.

“Sambil jalan, kita akan menjaring nama-nama untuk air minum Muhammadiyah ini, sehingga nanti nama ini menjadi keputusan kita bersama,” tambah Mustain.

Saat ini, panitia sudah menerima berbagai usulan nama dari sayembara yang melibatkan warga persyarikatan dan sedang menggodoknya secara matang untuk menentukan identitas final produk.

Melalui segala persiapan yang ada, Mustain menargetkan tahap awal produksi air minum Muhammadiyah bergulir secara bertahap mulai bulan Juni 2026. Pabrik akan memfokuskan tahap awal ini pada depo dan galon guna memperlancar perizinan BPOM.

“Untuk target awal kita akan memulai dengan bikin depo dulu karena ini menyangkut masalah perizinan. Jadi kita akan produksi galon dulu. Target 3 bulan ini 500 galon per hari,” pungkasnya.

Kehadiran pabrik air di Gunungpati ini membuktikan bahwa jamaah mampu mewujudkan visi inovasi yang besar. Pabrik ini berdiri sebagai monumen nyata kemandirian ekonomi umat yang bermula dari setetes kegelisahan, dan kini siap mendistribusikan kemandirian lewat setiap tegukan air minum Muhammadiyah.

baca juga:

Tim Bersih-Bersih Masjid PRM Bringin Perluas Jangkauan ke Seluruh Kota Semarang

Gebrakan PRM Bringin Ngaliyan: Bagikan ‘Setengah Ton Beras untuk Masyarakat’ Jelang Ramadhan

Editor: Agung S Bakti
Bagikan: