Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Menata Niat, Sejak Langkah Pertama dari Rumah

10 Oktober 2026, 11:56 WIB • 2 menit baca
Menata Niat, Sejak Langkah Pertama dari Rumah

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org — Langkah kecil seorang muslim menuju majelis ilmu menyimpan nilai besar di sisi Tuhan. Namun, orientasi perjalanan tersebut sering kali kabur akibat niat yang sekadar menggugurkan kewajiban rutin.​

Pesan reflektif ini mengemuka dalam kajian Hadis Arbain oleh Ustazah Dra. Nadifah pada rangkaian Pengajian Sab’ata Asyara di Masjid As-Salam Wonodri, Semarang, Kamis (17/9/2026). Penceramah mengingatkan bahwa kualitas ibadah seseorang sangat bergantung pada kejujuran niat yang tertanam di dalam hati sejak dari rumah.

​”Niat itu perlu kita tata dan kita kuatkan dari rumah. Saya datang ke majelis ilmu untuk apa? Mari kita luruskan supaya langkah kita dari rumah ke sini benar-benar mendapatkan ilmu dan keberkahan,” tegas Ustazah Nadifah di hadapan para jamaah.

Sedekah Tanpa Menunggu Kaya dan Pentingnya Amal Rahasia

Landasan niat yang tulus tidak hanya mengubah nilai ibadah ritual, melainkan juga membimbing aktivitas harian seperti memasak, bekerja, hingga merawat keluarga bernilai pahala. Semangat keikhlasan ini juga berlaku dalam urusan berbagi rezeki kepada sesama.

​Penceramah menekankan bahwa ibadah sedekah tidak menuntut seseorang untuk menjadi kaya terlebih dahulu. Allah SWT menilai keikhlasan dan ketakwaan di balik nominal kecil, bukan seberapa besar jumlah yang dikeluarkan.

Kecintaan kepada Sang Pencipta juga dapat dirawat lewat kebiasaan melafalkan zikir secara konsisten. Ustazah Nadifah menganjurkan jamaah agar memiliki amal rahasia yakni amalan tulus yang hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah.​

“Mari kita membiasakan membasahi lisan kita dengan zikir dan menjadikannya sebagai amal rahasia kita. Kalau kita sering menyebut nama Allah, insyaallah di akhir hayat kita pun yang kita sebut adalah nama Allah,” tutur penceramah berpesan penuh kehangatan.

Menjaga Lisan dan Membentengi Diri Lewat Majelis Ilmu​

Di tengah arus komunikasi modern yang serba cepat, menjaga ucapan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap muslim. Kebiasaan mengomentari segala hal tanpa filter sering kali menjerumuskan manusia pada kelalaian lisan yang merugikan.​

Kehadiran rutin di majelis ilmu berfungsi sebagai ruang introspeksi diri untuk memperbaiki akhlak dan memperkuat iman. Waktu hidup yang berjalan cepat menuntut setiap orang agar bijak memanfaatkan hari ini untuk memperbanyak tobat dan amal saleh.

​Rangkaian pengajian ini ditutup dengan doa bersama agar jamaah senantiasa diberi keteguhan hati dalam kebaikan. Masjid As-Salam Wonodri terus berkomitmen merawat tradisi keilmuan yang membimbing umat menuju kehidupan yang damai dan berkah.

Kontributor: Syafi'i
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: