Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Usap Duka Siswa NTT Pascagempa, Muhammadiyah Hadirkan Senyum Baru di SDK Dampek

8 September 2026, 18:09 WIB • 2 menit baca
Anak-anak penyintas gempa bumi di Manggarai Timur NTT berjalan bersama dari arah belakang menggendong tas punggung hitam berlogo Lazismu bertuliskan "Memberi Untuk Negeri".
Anak-anak penyintas gempa bumi di SDK Dampek, Manggarai Timur, NTT, berjalan penuh kehangatan sambil menggendong tas ransel baru bantuan sekolah muhammadiyah dari Lazismu, Ahad (6/9/2026).

MANGGARAI TIMUR, muhammadiyahsemarangkota.org – Duka akibat gempa bumi pesisir di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), perlahan berganti menjadi secercah harapan. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah hadir langsung menyapa para penyintas di posko pengungsian Dampek pada Ahad (6/9/2026).

Melansir portal berita resmi muhammadiyah.or.id, persyarikatan menyalurkan 235 paket perlengkapan sekolah (school kit) melalui Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu). Langkah ini menjadi ikhtiar nyata untuk merawat semangat belajar anak-anak di tengah masa tanggap darurat.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, turun langsung membagikan bantuan tas, buku, dan alat tulis tersebut. Hilman membakar semangat anak-anak agar terus menuntut ilmu meski berada dalam keterbatasan.

Jajaran pimpinan Lazismu Pusat, termasuk Ahmad Imam Mujadid Rais dan Barry Adhitya, turut mendampingi penyerahan bantuan. Kehadiran jajaran pimpinan Muhammadiyah ini membawa kehangatan tersendiri bagi warga pesisir Dampek.

Bangkitkan Keceriaan Anak-Anak di Tengah Reruntuhan

Bencana gempa pada 15 Agustus 2026 lalu merusak sepuluh dari 13 ruang kelas milik Sekolah Dasar Katolik (SDK) Dampek. Bencana tersebut membuat ratusan siswa kehilangan perlengkapan belajar akibat reruntuhan bangunan dan terpaan air laut.

Kepala SDK Dampek, Bernadeta Hadia, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan uluran tangan dari Lazismu. Pihaknya terharu melihat antusiasme para siswa saat menerima tas dan alat tulis baru.

“Banyak rumah warga yang roboh. Rumah-rumah di pesisir sempat kemasukan air laut sehingga seluruh perlengkapan anak-anak tidak ada yang tersisa. Anak-anak sangat gembira menerima perlengkapan baru ini,” ujar Bernadeta kepada pers.

Selain merusak sarana sekolah, peristiwa ini sempat melukai sejumlah siswa. Namun, para korban kini sudah mendapatkan penanganan medis secara memadai dari tim kesehatan.

Pulihkan Trauma Lewat Pendampingan dan Inovasi Prestasi

Pihak sekolah mengimbangi bantuan fisik dengan pendampingan psikososial di posko pengungsian. Guru mendampingi anak-anak meluapkan emosi lewat aktivitas menggambar dan menulis kisah pengalaman mereka.

Langkah pemulihan emosional ini sangat penting mengingat SDK Dampek merupakan sekolah berprestasi di tingkat kabupaten. Pihak sekolah pernah menyabet Juara TKA Bahasa Indonesia dan memamerkan inovasi paving block dari sampah plastik.

Penyaluran perlengkapan sekolah dari Lazismu menjadi jembatan awal pemulihan pendidikan di wilayah terdampak. Sinergi kemanusiaan ini siap mengantarkan kembali siswa-siswi SDK Dampek untuk meraih masa depan yang cerah.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: