Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Muhammadiyah Games 2026 Resmi Dibuka, Sukses Sedot Perhatian Ribuan Atlet Nasional

18 Mei 2026, 21:46 WIB 2 menit baca
Pembukaan Muhammadiyah Games 2026 secara simbolis oleh jajaran pimpinan PP Muhammadiyah di atas panggung Universitas Ahmad Dahlan UAD Yogyakarta.
Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib secara simbolis membuka gelaran nasional The 1st Muhammadiyah Games 2026 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Sabtu (16/5) malam. (Foto: Muhammadiyah.or.id)

YOGYAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) PP Muhammadiyah sukses mengumpulkan ribuan talenta berbakat melalui gelaran akbar Muhammadiyah Games 2026.

Acara pembukaan Muhammadiyah Games yang berpusat di kampus UAD tersebut pada Sabtu malam (16/5) menjadi panggung utama dimulainya event olahraga nasional 2026 ini, di lansir dari muhammadiyah.or.idResmi Dibuka, Muhammadiyah Games 2026 Jadi Ajang Lahirnya Atlet Kader Berprestasi”.

Antusiasme Masif Ribuan Atlet Daerah

Momentum bersejarah ini menandai langkah awal Persyarikatan dalam menggelar kompetisi olahraga terintegrasi di tingkat nasional. Sejak hari pertama pendaftaran, antusiasme peserta langsung melonjak sangat tinggi. Tercatat, sebanyak 2.000-an atlet dari Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua ikut memeriahkan kompetisi ini.

Terkait capaian baru tersebut, Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, menyampaikan rasa bangganya saat memberikan sambutan. Irwan berharap agenda besar ini dapat berlangsung secara konsisten pada tahun-tahun mendatang. Langkah berkala tersebut sangat penting demi mewadahi bakat-bakat terpendam di seluruh wilayah Indonesia.

“The 1st Muhammadiyah Games 2026 diharapkan bukan yang pertama dan terakhir. Namun dapat diselenggarakan rutin. Sebab banyak kader Muhammadiyah yang memiliki potensi olahraga yang perlu diwadahi,” ujar Irwan Akib.

Penjaringan Atlet Kader Muhammadiyah secara Masif

Lebih lanjut, mantan Rektor Unismuh Makassar itu menekankan fungsi strategis dari kompetisi ini. Pihak panitia mendesain acara bukan sekadar untuk selebrasi juara. Sasaran utamanya adalah menemukan bibit-bibit unggul dari berbagai daerah secara terstruktur.

“Sekaligus untuk penjaringan potensi kader yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga,” harap Irwan Akib.

Melalui komitmen tersebut, pihak penyelenggara optimistis para juara nantinya bisa mendapatkan pembinaan jangka panjang. Pola pembibitan ini akan membantu mereka bertransformasi menjadi atlet kader Muhammadiyah tangguh. Alhasil, mereka siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Titik Awal Kebangkitan Infrastruktur Olahraga

Di sisi lain, keresahan mengenai wadah olahraga juga sempat mengemuka dalam sesi pembukaan. Ketua LPO PP Muhammadiyah, Gatot Sugiharto, mengakui bahwa ruang formal untuk pembinaan atlet internal saat ini memang masih kurang. Oleh sebab itu, LPO PP Muhammadiyah menggagas impian besar untuk mendirikan perguruan tinggi khusus olahraga ke depan.

Gayung bersambut, dukungan nyata demi merealisasikan ekosistem olahraga yang sehat langsung datang dari institusi pendidikan. Rektor UAD, Muchlas, menyatakan kesiapan kampusnya untuk menjadi tulang punggung penyediaan fasilitas pertandingan.

“Ke depan jika UAD sudah menambah fasilitas olahraga, maka Muhammadiyah Games diharapkan untuk menggunakan fasilitas tersebut,” ujar Muchlas.

Sebagai informasi tambahan, perhelatan akbar ini bergulir sepanjang 13 hingga 21 Mei 2026. Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia membagi lokasi pertandingan ke dalam tiga kota strategis. Kota-kota pilihan tersebut adalah Yogyakarta, Surakarta, dan Purwokerto.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: