Terganjal Administrasi Bukan Halangan! 9 Pendekar “Lapis Kedua” Semarang Siap Guncang Muhammadiyah Games UMS
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Sebuah drama administrasi sempat membayangi keberangkatan kontingen Kota Atlas menuju ajang Muhammadiyah Games UMS. Namun, semangat para atlet Muhammadiyah ini justru kian membara di tengah tantangan tersebut.
Menjadi bagian dari kader asli didikan organisasi adalah kebanggaan sekaligus beban moral bagi para pendekar PIMDA 062. Saat ini, mereka bersiap melangkahkan kaki menuju medan laga Universitas Muhammadiyah Surakarta. Langkah kaki para pendekar muda ini mungkin tak pernah menyangka akan memikul beban sebesar ini. Di balik seragam merah khas Tapak Suci Semarang, ada api yang berkobar lebih terang dari biasanya.
Mereka bukan sekadar berangkat untuk bertanding di gelanggang olahraga. Sebaliknya, mereka berangkat untuk membuktikan sebuah eksistensi di ajang bergengsi tersebut.
Mencetak Pemimpin Lewat Jurus dan Peluh
Persiapan matang yang telah dilakukan PIMDA 062 Semarang sempat menemui jalan terjal. Aturan administrasi sekolah yang ketat memaksa tim utama menepi sehingga tim lapis kedua harus maju untuk unjuk gigi.
Namun, bagi para kader muda dari SMP dan SMA ini, status “pengganti” bukanlah penghalang. Mereka justru menjadikan momen ini sebagai panggung pembuktian identitas sejati. Sekjen PIMDA 062 Kota Semarang, Dr. Muhammad Munsarif, menyatakan bahwa tim membawa semangat besar menuju UMS. Ia menegaskan bahwa matras pertandingan bukan sekadar tempat mengejar prestasi olahraga semata.
Lebih dari itu, ajang ini menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan karakter para kader. Perjalanan para atlet TSPM ini resmi dimulai dari depan Gedung Rektorat UNIMUS pada Kamis, 14 Mei 2026.
Visi Besar untuk Kader Masa Depan
Di tengah riuhnya persiapan, para pesilat muda ini digembleng menjadi calon pemimpin masa depan. Pendekar H. Mustam Effendi selaku Dewan Pendekar PIMDA Semarang memberikan pesan mendalam saat pelepasan. Sosok senior ini berharap para atlet memahami identitas persyarikatan dengan kuat. Ia ingin mencetak kader yang tahu Ortom dan persyarikatan melalui Orto Tapak Suci.
Kekuatan Sembilan Pendekar Muda Kota Atlas
Demi mengharumkan nama Kota Semarang, PIMDA 062 memberangkatkan sembilan pendekar terbaiknya. Barisan atlet putra terdiri dari Nugroho (Kelas H), Aril (Kelas G), dan Rahul (Kelas I) yang ketiganya berasal dari SMP Muhammadiyah 3. Selain itu, terdapat Ghozi dari SMP Muhammadiyah Pucang Gading di Kelas J Putra. Ada pula Afgan dari SMK Muhammadiyah 1 di Kelas D Putra, serta Aril dari SMA Muhammadiyah 1 di Kelas B Putra.
Nama M. Fajar Maulana dari SMK Muhammadiyah Pontren Darussalam melengkapi kategori tanding di Kelas C Putra. Mereka semua siap bertarung membawa nama baik sekolah dan daerah. Sementara itu, kategori seni diwakili oleh Stive Hanez dari SMA Muhammadiyah 1 pada nomor Tunggal Tangan Kosong Putra. Adapun satu-satunya pendekar putri, Aisyah Rahma dari SMP Muhammadiyah, akan bertanding di Kelas D Putri.
Jadwal Tanding dan Keberangkatan Kontingen
Sesuai informasi resmi, perhelatan akbar ini berlangsung pada tanggal 14 hingga 20 Mei 2026. Seluruh kontingen bertolak menuju Edutorium Muhammadiyah Surakarta didampingi tim pelatih Qomarudin dan Arif Mustofa. Persiapan fisik dan mental kini telah mencapai puncaknya menjelang hari pertandingan. Semua strategi telah matang demi meraih target medali yang diinginkan.
Mengejar Emas, Menjaga Marwah
Meskipun menyandang status tim kedua, target yang mereka patok tetap tinggi. Pencak silat UMS akan menjadi saksi perjuangan mereka meraih satu hingga dua medali emas. Strategi matang telah disusun oleh tim pelatih berpengalaman. Mentalitas underdog kini justru menjadi senjata rahasia mereka untuk mengejutkan lawan.
Nugroho dan kawan-kawan membawa identitas sekolah masing-masing menjadi satu kekuatan kolektif. Mereka adalah representasi dari Muhammadiyah Games UMS yang sesungguhnya. Ajang ini menjadi tempat di mana persaudaraan berdiri sama tinggi dengan ambisi juara nasional. Kemenangan sejati adalah saat mereka mampu berdiri tegak dengan akhlak mulia sebagai kader pilihan Muhammadiyah.