Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Tarhib Ramadhan: Mengapa Syaban Jadi Kunci Kemenangan Ibadah Anda?

13 Februari 2026, 14:47 WIB • 3 menit baca
Suasana khidmat jamaah menyimak khutbah Jumat Ustadz Eko Mustofa tentang Persiapan Menyambut Ramadhan 2026 di Masjid At-Taqwa Semarang.
Ustadz Eko Mustofa menyampaikan khutbah bertema pentingnya Tarhib Ramadhan dan penguatan spiritual di Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang, Jumat (13/2/2026).

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Kualitas ibadah seseorang pada bulan suci sangat bergantung pada caranya menyemai bibit ketaqwaan selama bulan Syaban. Prinsip “menanam untuk memanen” menjadi inti pesan dalam Persiapan Menyambut Ramadhan 2026 yang menggema di Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang, Jumat (13/2/2026).

Melalui momentum Tarhib Ramadhan, Ustadz Eko Mustofa menegaskan bahwa Syaban bukan sekadar bulan transit, melainkan masa krusial untuk melatih ketahanan spiritual.

Banyak orang sering kali melewatkan Syaban karena letaknya terjepit di antara dua bulan agung, yaitu Rajab dan Ramadhan. Padahal, Syaban menyimpan keistimewaan luar biasa sebagai gerbang utama menuju kemenangan. Oleh karena itu, sang ustaz mengingatkan bahwa keberhasilan menahan hawa nafsu bermula dari keseriusan kita menyiapkan diri hari ini.

Menanam Benih Kebaikan Sekarang

Ustadz Eko mengibaratkan Keutamaan Bulan Syaban sebagai ladang subur untuk menumbuhkan kebiasaan baik. Ia menjelaskan bahwa hasil panen kita nanti sangat ditentukan oleh benih yang kita tanam saat ini. Maka dari itu, memperbanyak Amal Shalih Syaban menjadi langkah nyata yang harus segera diambil oleh setiap Muslim.

“Kita tidak mungkin memanen buah yang manis tanpa menanam benih yang baik,” ujarnya dengan tegas. Selain sebagai tabungan pahala, aktivitas ini membantu hati agar tidak kaget saat intensitas ibadah meningkat tajam pada bulan depan. Dengan begitu, transisi menuju bulan suci akan terasa lebih ringan dan bermakna.

Pemanasan Fisik dan Rohani

Selanjutnya, sosok pendakwah ini menyoroti pola hidup Rasulullah ﷺ yang sangat aktif beribadah pada bulan ini. Ia mengajak jamaah untuk mencontoh strategi Nabi dengan memperbanyak Latihan Puasa Sunnah. Hal ini merupakan Bekal Spiritual Ramadhan yang efektif untuk menjaga kebugaran fisik serta kejernihan pikiran.

Apalagi, momen Awal Puasa 2026 diperkirakan jatuh hanya dalam hitungan hari saja. Jika kita membiasakan diri berpuasa sunnah sekarang, tubuh akan lebih mudah beradaptasi saat kewajiban puasa tiba. Jadi, kita tidak lagi merasa berat saat harus menahan lapar dan dahaga pada hari-hari pertama nanti.

Target Utama: Menjadi Pribadi Taqwa

Pada akhirnya, seluruh rangkaian persiapan ini bermuara pada satu tujuan besar, yakni mencapai derajat taqwa yang sesungguhnya. Ustadz Eko mengingatkan bahwa esensi puasa adalah mengendalikan hawa nafsu dan memperbaiki akhlak kepada sesama manusia. Tanpa persiapan matang, puasa hanya akan menjadi rutinitas menahan lapar tanpa perubahan karakter.

“Ramadhan adalah madrasah besar. Namun, kita harus lulus ujian masuknya di bulan Syaban melalui konsistensi ibadah,” tambah ia sebelum menutup khutbah. Ia juga mengajak jamaah untuk membersihkan hati melalui istighfar dan mempererat tali silaturahmi agar batin merasa tenang saat menyambut tamu agung tersebut.

Manfaatkan sisa waktu yang singkat ini untuk mematangkan Persiapan Menyambut Ramadhan 2026. Jangan biarkan hari-hari terakhir Syaban berlalu tanpa bekas. Sebaliknya, mari kita isi dengan doa dan kerja keras spiritual agar kita layak menjemput malam-malam penuh ampunan dengan jiwa yang sudah terlatih.

Baca juga :

Awal Puasa Ramadhan 2026 Segera Tiba, Sudah Siap Berubah?

Lazismu Kota Semarang Gencarkan Program Ramadhan 1447 H, Gandeng Mahasiswa di CFD Simpang Lima

Tips Sedekah Ramadan: Pelajaran Berharga dari Tarhib Ramadhan di Candisari

Kontributor: Halim Junior
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: